SDM Yang Kuat Merupakan Pondasi Kuat Membangun Suatu Negara
Medan (SIB)
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Chairuddin P Lubis mengatakan, dalam membangun suatu negara, sumber daya manusia yang baik merupakan modal yang sangat diandalkan. Suatu SDM yang kuat akan merupakan pondasi yang kuat dalam membangun suatu negara.
“Ini dapat kita lihat pada negara-negara maju. Kemajuan negara tersebut sejajar dengan kekuatan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia,†kata Rektor Prof Chairuddin P Lubis, pada wisuda 1.419 lulusan USU, di gedung auditorium USU, Sabtu (26/4). Wisuda diadakan dua hari Sabtu dan Senin.
Pada hari pertama diwisuda 4 doktor (S3) dari sekolah pasca sarjana, seorang di antaranya Dr Drs Rustam Effendy Nainggolan MM yang Kepala Bappeda Sumut yang bersamaan diwisuda bersama putrinya yakni dr Vera Reni T Nainggolan. RE Nainggolan kelahiran Pematang Siantar 21 Nopember 1950 telah lulus dengan memperoleh gelar doktor 31 Januari 2008 dengan disertasi “Pembangunan ekonomi daerah berbasis pola kerjasama antar daerah di wilayah pantai Timur propinsi Sumatera Utaraâ€.
Dikatakan rektor, di Indonesia upaya ke arah meningkatkan SDM sudah digalakkan, tetapi harus diakui bahwa secara menyeluruh masih kalah bersaing dengan negara tetangga yang sudah maju, apalagi bila dibandingkan dengan negara maju lainnya. Sebaran dari SDM Indonesia belum merata, ini juga merupakan masalah. Bila ditinjau dari sebaran SDM berdasarkan lokasi yaitu perkotaan/propinsi dibandingkan dengan daerah tingkat II sampai tingkat kecamatan, maka jelas terlihat kesenjangan.
Ini belum lagi bila dikaitkan dengan sebaran cabang-cabang ilmu, semua ini masih memerlukan perhatian yang khusus dan serius agar dapat menetapkan cabang ilmu yang menjadi prioritas sesuai kebutuhan daerah.
USU dalam melaksanakan tanggungjawab sosialnya telah melakukan beberapa upaya, antara lain pemerataan penerimaan mahasiswa melalui jalur Panduan Minat dan Prestasi (PMP). Program ini telah dilaksanakan USU sejak lama dan pemanggilan untuk mengikuti PMP ini bukan saja untuk anak Sumut, tetapi juga meliputi seluruh Sumatera. USU yang terletak di Propinsi Sumut telah banyak menjalin kerjasama dengan Pemda tingkat II dan dunia usaha yang berada di Sumut, katanya.
Dijelaskan Rektor, berdasarkan Peraturan Mendiknas No 6 tahun 2008 tanggal 8 Februari 2008 yang memberikan kewenangan kepada rektor untuk melaksanakan penerimaan mahasiswa baru dan dalam upaya efisiensi ini dapat juga dilakukan secara bersama-sama dengan perguruan tinggi lainnya dengan SK bersama rektor terkait.
Salah satu upaya USU dalam ikut meningkatkan SDM di daerah tingkat II adalah dengan mengadakan seleksi tersendiri pada putra-putri terbaik yang ada di Sumut. Dengan cara mengadakan seleksi tersendiri ini diharapkan Pemda dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk diikutsertakan dalam seleksi ini. Tentunya dalam hal ini daerah harus mengalokasikan dana, baik untuk biaya seleksi maupun beasiswa bagi siswa yang diterima.
Untuk dunia usaha, kata Rektor, melalui dana corporate sicial responsibility (CSR) dan dana community development (CD) dapat melaksanakan hal yang sama. Tentunya hal ini bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak karyawan, tetapi juga dengan mengikutsertakan anak-anak yang bertempat tinggal di sekitar lokasi dunia usaha tersebut. Dengan dana CSR dan CD, dunia usaha akan membantu memberikan beasiswa bagi anak-anak kita tersebut.
Menurut Prof Chairuddin, Pemda tingkat II atau dunia usaha masing-masing pasti bisa melihat bidang-bidang ilmu apa yang diperlukan. Bila mereka ini berprestasi baik akan bisa diikat dengan kontrak dan bila telah tamat mereka wajib kembali ke tempat asal. “Bila ini berjalan saya yakin Insya Allah dalam kurun waktu 10 tahun ke depan SDM di Sumut akan maju berkembang dengan pesat,†katanya.
Peluang untuk belajar di luar USU kata rektor, juga akan bisa diikuti dengan mengikuti seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru PTN yang dilaksanakan bersama 56 PTN lainnya dan ujian SPMB melalui jalur poros Universitas Indonesia-Universitas Sumatera Utara.
Dengan demikian peluang kita untuk peningkatan SDM di Sumut secara perlahan tetapi Insya Allah pasti akan berhasil. Mari kita secara bersama-sama dan bersatu padu untuk melaksanakan program ini. Insya Allah niat baik kita akan bisa kita gapai, kata rektor.
Menjawab wartawan tentang lulusan doktor (S3), rektor mengatakan, kita akui secara jujur bahwa jumlah S3 kita masih terendah di Asia Tenggara, apalagi untuk tenaga pendidik. Dengan wisuda S3 ini diharapkan menambah daya saing dan pada mereka yang diwisuda bisa juga mengabdi sebagai pendidik.
Dari 1.419 lulusan, terdapat 633 pria (44,61 persen) dan 786 wanita (55,39 persen). Hingga kini lulusan USU tercatat 102.738 orang. Di antara wisudawan diperkenalkan lulusan yang menonjol prestasinya sebanyak 857 orang. Hadir pada acara tersebut keluarga RE Nainggolan antara lain Dj H Nainggolan, Marlan Nainggolan, Jhon Piter Nainggolan, Y Nainggolan dan A Nainggolan. (M5/v)




Komentar