Profesi Guru Makin Diminati Masyarakat
Medan (SIB)
Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Drs H Syawal Gultom MPd mewisuda 2.850 lulusan Unimed terdiri dari program magister (S2), sarjana pendidikan (SPd), sarjana sastra (SSs), sarjana sains (SSi), ahli madya (AMd), diploma II dan program akta, di gedung serbaguna Unimed, Kamis (24/4). Wisuda diadakan dua hari Rabu dan Kamis.
Rektor menekankan lulusan Unimed harus dapat berperan aktif dalam proses pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, terutama dalam bidang pendidikan sebagai salah satu sektor yang sangat strategis dalam peningkatan harkat dan martabat bangsa.
Sebagai lulusan dari universitas yang unggul dalam bidang pendidikan, industri dan pariwisata, prestasi dan karya nyata lulusan Unimed sangat diharapkan oleh masyarakat. Suatu hal yang sangat membanggakan apabila para lulusan dapat kembali ke masyarakat untuk menjadi insan profesional yang mampu berkonstribusi memberikan alternatif solusi terhadap berbagai permasalahan pendidikan dan pembelajaran di masyarakat.
Dikatakan, sasaran utama pasar kerja lulusan Unimed adalah bidang pendidikan, industri dan pariwisata. Namun demikian lulusan Unimed juga memiliki peluang yang sangat besar untuk menembus dunia kerja yang bergerak di sector pertanian, kehutanan, perbankan dan lain-lainnya.
Relevansinya dengan pasar kerja dalam dunia pendidikan, jumlah guru dan sekolah terus mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Padat tahun 2006 jumlah guru di Sumut mencapai 166.776 orang mencakup 82.647 guru SD, 37.030 guru SMP, 31.042 guru SMU dan 14.051 guru SMK. Sedangkan jumlah sekolah mencapai 13.341 yang terdiri atas 9.691 SD, 1.844 SMP, 1237 SMU dan 569 SMK dengan jumlah siswa mencapai sekitar 2,94 juta (BPS Sumut 2006).
Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini kata rektor, rata-rata jumlah lulusan yang dihasilkan Unimed mencapai 4.306 pertahunnya. Dengan kondisi tersebut Unimed belum mampu memenuhi kebutuhan guru untuk semua jenjang pendidikan di Sumut, bahkan kontribusinya terhadap kebutuhan nasional juga masih relatif kecil.
“Kebutuhan guru secara nasional pada tahun 2005 mencapai 218.838 yang meliputi guru TK sebesar 1.340, SD sebesar 107.461, SMP sebesar 68.514, SMU mencapai 29.303 dan SMK sebesar 12.220 guru (Direktorat Tenaga Kependidikan 2004)â€, kata rektor.
Menurut rektor, akhir-akhir ini profesi guru semakin diminati oleh masyarakat terlebih seiring dengan diluncurkannya program sertifikasi guru dalam jabatan. Sertifikasi merupakan proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru. Sertifikasi guru tersebut dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi dan ditetapkan pemerintah.
Unimed merupakan LPTK induk rayon 2 yang diberikan kewenangan dalam pelaksanaan sertifikasi guru di Sumut. Pada tahun 2007. Pemerintah Daerah Sumut yang meliputi 23 kabupaten/kota memberikan quota peserta sertifikasi guru dalam jabatan sebesar 12.616 yang terdiri atas 12.002 guru dinas pendidikan dan 614 guru dari departemen agama.
Selanjutnya kata rektor, pada tahun 2008 ini, Unimed akan melakukan sertifikasi kepada 12.405 guru yang berasal dari 26 kabupaten/kota di Sumut. Bagi guru yang telah lulus sertifikasi akan diberikan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji. Tentu saja hal tersebut membawa efek yang sangat signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan guru. Oleh karena itu persiapkan diri agar mampu memenuhi tuntutan profesi guru dengan cara memenuhi 4 standar minimal kompetensi guru yakni kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik dan kompetensi professional.
“Relevansinya dengan urgennya penguasaan 4 standar kompetensi tersebut, pada 2009 Unimed akan menerapkan pola baru dalam mempersiapkan mahasiswa melalui standarisasi microteaching. Besarnya peluang kerja bagi lulusan Unimed non pendidikan Unimed dapat dideteksi berdasarkan pertumbuhan ekonomi di Sumut. Pada tahun 2007, pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 8,44 persen. Hal tersebut membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Sumut cukup baik dan bahkan diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi secara nasional yakni sebesar 5,9 persenâ€, kata rektor. (M5/k)




Komentar