Bocah 6 Bulan Diduga Menderita Penyakit Hydro Cepalus Dirawat Intensif di RSUD Pandan
Pandan (SIB)
Di ruang Fisioterapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, seorang bayi laki-laki menderita Hydro Cepallus (cairan berlebihan di kepala) terbaring lemah karena kepalanya membesar dirawat intensif secara gratis diberikan Dinas Kesehatan Tapteng.
Bayi itu, Ucok Tampubolon (6 bulan) anak keenam dari pasangan Sampit Tampubolon (38) dan D br Situmorang (37) warga Desa Pea Raja Kecamatan Sorkam, Tapteng.
Ibu anak tersebut, D br Situmorang ditemui wartawan di ruang Fisioterapi RSUD Pandan mengungkapkan, penyakit yang diderita anaknya, Ucok Tampubolon ini sejak lahir pada Oktober 2007.
“Pembengkakan di kepala anak saya ini sudah tampak sejak dirinya lahir, waktu itu hanya berupa benjolan dan lekukan kecil di kepala, namun semakin hari semakin membesar hingga seperti ini. Tapi karena ketiadaan biaya dan faktor trauma, makanya kami tidak membawanya ke rumah sakit,†ungkap ibu bayi tersebut. Beruntung, pihak Puskesmas di Kecamatan Sorkam tak begitu terlambat menemukan dan membantu keluarga yang tergolong miskin ini, membawa untuk merawat bayi itu di RSUD Pandan pada Sabtu (19/4) pekan lalu.
Ucok Tampubolon merupakan anak ke enam, namun yang masih hidup sampai saat ini hanya 3 orang, dua orang kakak Ucok dan Ucok sendiri. Sebelumnya, 3 orang anaknya sudah meninggal dunia setelah beberapa bulan dilahirkan, dan 2 orang meninggal dunia akibat menderita penyakit serupa dengan yang dialami Ucok saat ini.
Ayah bayi tersebut, kata D br Situmorang sedang pulang ke kampung untuk mengurus Surat Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dari Kepala Desa, karena pihak RSUD Pandan dan Dinas Kesehatan Tapteng telah merekomendasikan mereka untuk melakukan operasi di Medan.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak RSUD Pandan dan Dinkes Tapteng yang telah memberikan perobatan gratis kepada anak saya, bahkan mereka juga mau mengurus agar keluarga saya mendapatkan Jamkesmas serta merekomendasikan anak saya untuk dioperasikan di Medan,†ujarnya gembira.
Begitupun, Ia mengaku tidak memiliki biaya lagi. â€Kami berharap ada orang yang mau membantu kami sekedar memberikan biaya hidup kami selama menunggu anak kami di Medan untuk dioperasi,†katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, dr Setiana Arif Simatupang SpS yang dikonfirmasi wartawan via ponsel, Selasa (22/4) menyatakan bayi tersebut menderita Hydro Cepallus yang diperkirakan dari penyakit genetik atau keturunan.
“Kita pastikan Ucok Tampubolon ini menderita Hydro Cepallus atau cairan berlebihan di kepala. Karena kita dengar dari pengakuan orangtuanya, sudah 2 orang anak sebelumnya juga menderita penyakit serupa, berarti ada kemungkinan ini merupakan penyakit genetik atau penyakit keturunan pada keluarga mereka,†jelasnya.
Ditambahkan, sebagai bentuk rasa kemanusiaan, pihaknya sudah mengupayakan pengobatan gratis kepada korban di RSUD Pandan, bahkan pihaknya juga sudah merekomendasikan pelaksanaan operasi di Medan serta merekomendasikan penerimaan Jamkesmas kepada keluarganya, agar nantinya disaat operasi mendapatkan pelayanan gratis.
“Sebagai wujud rasa kemanusiaan, kita sudah melakukan berbagai upaya untuk membantu, baik berupa pengobatan gratis, pemberian Jamkesmas kepada keluarganya,†jelas dr Arif Simatupang. (T2/m)




Komentar