Surya Tour
Print This Post Print This Post

Demonstrasi Menentang Kemerdekaan Tibet dan Anti Prancis Pecah di Cina

Posted in Luar Negeri by Redaksi on April 20th, 2008

Beijing (SIB)
Cina yang biasanya tenang dari demonstrasi kali ini diterpa unjukrasa. Bedanya unjukrasa yang dilakukan di dua tempat berbeda bukan mendukung kemerdekaan Tibet. Mereka membela keputusan pemerintah menindak keras pelaku kerusuhan di wilayah Pegunungan Himalaya tersebut. Pemrotes juga mengecam keras sikap Prancis menanggapi masalah Tibet dan Olimpiade Beijing.
Di Beijing, beberapa saksi mata melaporkan iring-iringan mobil bergerak melewati dua permukiman diplomatik di Beijing, Sabtu (19/4), guna memprotes kemerdekaan bagi Tibet. Peserta parade protes yang tak biasa itu mengibarkan tulisan dalam beberapa bahasa yang berbunyi “Tibet milik Cina”.
Pemrotes menyatakan diri mereka sebagai anggota satu klub otomobil, dan mengendarai 15 mobil kecil buatan perusahaan Cina, Chang, dengan mereka “Ben Ben”. Pengemudi kendaraan tersebut mengumandangkan lagu nasional Cina dan mengibarkan bendera berwarna merah. Sebelum protes itu, polisi mengamankan jalan-jalan di wilayah Sanlitun, terutama di luar kedutaan besar Prancis.
Demonstrasi politik biasanya tak diperkenankan di ibukota Cina, tapi pada waktu lalu, pemerintah telah mentolerir protes yang mendukung sikap pemerintah, seperti yang terjadi guna menentang pemboman kedutaan besar Cina di Beograd oleh NATO pada 1999.
Pada saat hampir bersamaan, ratusan orang di kota Wuhan juga menggelar unjukrasa menentang sikap Prancis terhadap Tibet dan Olimpiade. Menurut polisi dan saksi mata, para demonstran berkumpul di depan Carrefour, supermarket Prancis yang dituduh beberapa warga Cina diduga mendukung Tibet. “Ada sekitar 100 atau 200 orang di depan supermarket sambil meminta orang-orang berhenti membeli di toko itu,” jelas seorang warga yang tinggal dekat supermarket Carrefour seperti dilansir AFP, Sabtu (19/4).
Demonstrasi di Wuhan pecah saat dua protes kecil juga terjadi di sekitar kedubes Prancis, sekolah Prancis dan juga di sekitar supermarket-supermarket Careefour di ibukota. “Pada saat itu, situasi tenang. Ada sekitar 50 sampai 100 pemrotes di depan toko-toko itu dengan membawa spanduk, tetapi polisi ada di sana,” kata seorang karyawan Carrefour yang tidak bersedia namanya ditulis. Carrefour dituduh oleh para pengguna Internet China mendukung Tibet, satu fakta yang dibantah keras oleh jaringan toko serba ada itu.
Sentimen anti-Prancis di Cina meningkat sejak terganggunya perjalanan obor Olimpiade di Paris dua pekan lalu. Saat ini sejumlah pemrotes pro-Tibet berusaha memadamkan api obor yang tengah dibawa atlet cacat Jin Jing.
Ketidaksenangan Beijing terhadap Paris bertambah setelah Presiden Nicolas Sarkozy menyatakan dirinya tidak akan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade pada 8 Agustus nanti setelah pemerintah pusat bertindak keras menyusul kerusuhan di Tibet bulan lalu.
Kekerasan di ibukota Tibet, Lhasa, pecah 14 Maret lalu setelah empat hari pemrotes berunjukrasa menentang 57 tahun kekuasaan Cina. Protes itu meluas ke kota-kota tetangga yang berpenduduk Tibet. Tindakan keras Cina di Tibet mendapat kecaman dari organisasi-organisasi internasional dan juga beberapa pemerintahan asing.
Buka Kembali Tibet Bagi Turis Asing
Sementara itu, Cina akan “segera” membuka kembali wilayah Tibet yang bergunung itu bagi para wisatawan asing dan kuil-kuil juga akan memulai kembali kegiatan-kegiatan keagamaan,” kata media pemerintah, Sabtu segera sesudah protes-protes pro kemerdekaan bulan lalu.
“Biro pariwisata Tibet sedang berusaha keras untuk mempersiapkan pembukaan kembali semua lokasi turis,” kata suratkabar resmi Cina Daily mengutip sebuah pernyataan pemerintah , kendatipun tidak memberikan tanggal pasti.
Media Cina melaporkan wilayah itu akan dibuka kembali untuk wisatawan asing mulai 1 Mei, walaupun para pejabat tidak mengkonfirmasikan ini dan satu kelompok hak asasi manusia yang berpusat di AS mengatakan Beijing tidak berencana akan mengizinkan para wisatawan asing sampai setelah negara itu menyelesaikan kegiatan Olimpiade.
Kantor berita Xinhua menambahkan bahwa kuil-kuil di Lhasa yang terkena dampak kerusuhan juga akan segera memulai kembali kegiatan keagamaan mereka. Xinhua yang mengutip pernyataan pejabat Tibet Tubdain Cewang yang mengatakan kuil-kuil Lhasa telah diperbaiki setelah kerusuhan itu, dengan kegiatan-kegiatan keagamaan kembali dilakukan, dan akan dibuka kembali untuk para wisatawan dalam waktu dekat”.
Biara Drepung “akan segera melakukan kegiatan-kegiatan termasuk pelayanan dan debat mengenai ajaran Buddha lima kali setiap bulan, seperti sebelum kerusuhan 14 Maret melanda kota itu”, kata Xinhua mengutip direktur administrasi kuil itu Ngawang Dongjue. Laporan itu tidak menyebutkan satu tanggal.
Beijing menuduh Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet di pengasingan itu otak kerusuhan itu sebagai bagian dari satu usaha bagi kemerdekaan dan dengan satu tujuan untuk mengganggu Olimpiade Beijing. Dalai Lama menolak tuduhan-tuduhan itu dan mengatakan ia tidak mengusahakan kemerdekaan bagi Tibet. Dalai Lama menentang penggunaan kekerasan, mengusulkan perundingan dengan Cina dan mendukung Olimpiade Beijing.
Sebut Tibet “Isu Internasional”
Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda, berterus-terang menyatakan kepada Cina, Jumat, bahwa kerusuhan di Tibet sudah menjadi persoalan internasional dan dia mengindikasikan hal tersebut dapat mempengaruhi Olimpiade.Yasuo Fukuda menyatakan hal itu kepada Menteri Luar Negeri Cina, Yang Jiechi, yang sedang melakukan kunjungan pendahuluan menjelang kedatangan Presiden Hu Jintao ke Jepang pada bulan depan.
“Perdana Menteri Fukuda menyatakan bahwa terdapat keinginan untuk menghadapi kenyataan bahwa masalah tersebut sudah menjadi persoalan internasional dan bahwa hal itu seharusnya tidak mempengaruhi Olimpiade,” ungkap pernyataan kementerian luar negeri. “Pihak Cina diharapkan melakukan semua hal untuk memecahkan persoalan tersebut,” tulis pernyataan yang mengutip Fukuda tersebut.
Cina berulang kali menegaskan bahwa masalah di Tibet adalah urusan dalam negerinya. Para pemimpin Tibet di pengasingan mengatakan bahwa penumpasan yang dilakukan Cina telah menyebabkan lebih dari 150 orang tewas namun Beijing mengatakan terdapat 20 “perusuh” yang tewas. Insiden itu membayang-bayangi Olimpiade Beijing yang akan berlangsung bulan Agustus, dan berbagai unjuk rasa mencemari perjalanan internasional obor Olimpiade. (Ant/DPA/Rtr/AFP/AP/WH/d)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.