unita
Print This Post Print This Post

Wisman Dari Belanda Tidak Terpangaruh Kasus Film “Fitna”

Posted in Pariwisata by Redaksi on April 13th, 2008

Ambon (SIB)
Para Wisman dari Belanda tidak terpengaruh kasus film “Fitna” karya warga Belanda, Geert Wilders yang peredarannya dikecam umat Islam di Indonesia, kata Kadis Pariwisata setempat, Ape Watratan.
“Kasus film “Fitna” ternyata tidak mempengaruhi kunjungan Wisman ke Maluku, khususnya wisman Belanda yang datang untuk tujuan silaturahmi keluarga atau berkunjung ke objek wisata seperti obyek bersejarah dan wisata bahari yang mereka minati.
“Jadi, di Maluku tidak ada gejolak yang mengarah untuk memprotes peredaran film “Fitna” yanh dikhawatiran mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Maluku yang sudah semakin kondusif.
“Ini merupakan jaminan bagi Wisman ke Maluku yang ingin menikmati pesona wisata, terutama wisata bahari yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan aneka-aneka sumberdaya hayati laut termasuk spesies ikan, terumbu karang dan lainnya yang tidak bisa dijumpai di wlayah Indonesia lainnya maupun di dunia,” tuturnya.
Pemprov Maluku, menurut Ape, terus berupaya mengintensifkan promosi wisata dengan mengedepankan stabilitas keamanan yang semakin kondusif untuk meyakinkan pemerintah maupun Wisman negara tertentu seperti Australia dan AS yang sering mengeluarkan “travel warning”.
“Stabilitas keamanan di Maluku paska konflik sosial sejak tahun 1999 lalu kini semakin mantap sehingga memungkinkan Wisman, khususnya AS dan Australia untuk menikmati pesona wisata bahari dan sejarah berkaitan peninggalan Perang Dunia (PD) II,” ujarnya.
Khusus untuk program Visit Indonesian Year 2008, dia menjelaskan, sejumlah kegiatan seperti pesta “Teluk Dalam Ambon” dan lomba layar dari Darwin, Australia Utara ke Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) - Tual, Maluku Tenggara - Banda - Saparua (Maluku Tengah) - Kota Ambon- Ternate, Provinsi Maluku Utara digelar untuk menarik minat Wisman.
“Kami pun barusan mengikuti pameran wisata bahari di Jakarta, 28-30 Maret lalu yang dimanfaatkan untuk promosi dengan kegiatan selam ternyata menarik minat wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara untuk menikmati pesona bawah laut Maluku yang luasnya 92,4 persen dari wilayah Maluku 712.479,69 KM2,” demikian Ape Watratan. (Ant/y)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.