unita
Print This Post Print This Post

Serius Membangun Ekonomi Kerakyatan

Posted in Tajuk Rencana by Redaksi on Maret 31st, 2008

Ekonomi kerakyatan tidak boleh diabaikan. Sebab, ekonomi yang bertumpu pada pemberdayaan rakyat kecil, serta berorientasi bagi penumbuhan kesejahteraan bersama merupakan energi yang sangat dahsyat bagi pembangunan perekonomian nasional. Oleh karena itu, pemerintah harus terus membuat skala prioritas bagi pengembangan ekonomi kerakyatan.
Adanya terobosan baru yang dibuat pemerintah dalam hal implementasi komitmen pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi merupakan langkah yang positif bagi pembangunan ekonomi kerakyatan. Misalnya dengan meluncurkan kredit untuk UMKM dan Koperasi. Program ini bertujuan untuk memberi kemudahan dan menunjang perkembangan UMKM dan koperasi itu sendiri. Kalangan pengembang UMKM dan koperasi sedikit disegarkan.
Selama ini, ada kesan bahwa UMKM dan koperasi sering dinomorduakan dalam penempatan prioritas sebagai lokomotif pembangunan perekomian nasional. Pemerintah seolah-olah lebih fokus pada pengembangan pemilik modal besar (konglomerasi). Padahal terpaan krisis ekonomi dan moneter pada tahun 1997 terbukti telah menggoyang struktur perekonomian nasional karena fondasi yang ditumpukan pada pemilik modal tidak kokoh.
Oleh karena itu, kita menyambut positif adanya keinginan pemerintah untuk lebih serius dalam menggerakkan roda perekonomian nasional melalui pengembangan dan pematangan UMKM dan koperasi. Jika ingin membangun ekonomi kerakyatan, maka koperasi adalah dasarnya. Dan jika ingin menggerakkan perekonomian nasional yang merata dan didasarkan pada kekuatan rakyat, maka UMKM adalah fokusnya.
Adanya kemudahan-kemudahan yang disediakan pemerintah bagi setiap masyarakat yang hendak mengembangkan UMKM dan Koperasi jelas sebuah lompatan besar. Apalagi program ini kemudian ditopang oleh kebijakan dunia perbankan yang memang ingin membangun ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Hanya persoalannya, program ini harus terus berkesinambungan.
Terkhusus koperasi, sudah sejak lama koperasi dikenal sebagai salah satu “senjata” ampuh dalam pembangunan perekonomian bangsa yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan. Namun dalam beberapa waktu belakangan ini, koperasi seolah ditinggalkan. Pertanyaannya, seberapa pentingkah peran koperasi dalam pembangunan (perekonomian) bangsa kita?
Koperasi pada hakikatnya suatu bentuk kerja sama dalam lapangan perekonomian, dan koperasi menjadi model dalam membangun dan mengembangkan UMKM. Kerjasama ini diadakan karena adanya kesamaan jenis kebutuhan hidup mereka. Orang-orang ini bersama-sama mengusahakan kebutuhan sehari-hari, kebutuhan yang bertalian dengan perusahaan ataupun rumah tangga mereka. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan adanya kerja sama yang akan berlangsung terus, oleh sebab itu dibentuklah suatu perkumpulan sebagai bentuk kerja sama itu.
UMKM dan koperasi adalah dua pilar perekonomian kerayatan. Jika dilihat dari sejarahnya, koperasi dan model penggerakan roda perekomian rakyat dimunculkan sebagai reaksi terhadap sistem liberalisme ekonomi. Selama ini, sekelompok kecil pemilik-pemilik modal telah menguasai perekonomian masyarakat. Susunan masyarakat kapitalis sebagai kelanjutan dari liberalisme ekonomi, membiarkan setiap individu bebas bersaing untuk mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, dan bebas pula mengadakan segala macam kontrak tanpa campur tangan pemerintah.
Akibatnya, sekelompok kecil pemilik modal menguasai kehidupan masyarakat. Mereka hidup berlebih, sedangkan sekelompok besar masyarakat yang lemah kedudukan sosial ekonominya makin mendesak. Pada saat itulah tumbuh gerakan koperasi yang menentang kehidupan individualisme dengan asas kerjasama dan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.
Niat untuk fokus pada pengembangan UMKM dan koperasi jelas harus terus diimplementasikan. Rakyat banyak harus diberi peran dan posisi yang setimpal dalam pembangunan perekonomian nasional. Apalagi UMKM dan koperasi bersentuhan langsung dengan hubungan kemasyarakatan dan perekonomian. Pentingnya UMKM dan koperasi dalam perekonomian harus tetap dijadikan sebagai dasar dalam setiap pengambilan kebijakan. (*)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.