Puncak Perayaan Cheng Beng, Ribuan Warga Etnis Tionghoa Padati TUP Sei Sigiling Tebingtinggi
Tebingtinggi (SIB)
Ribuan warga etnis Tionghoa dari berbagai daerah di Sumut dan luar negeri, Minggu (30/3) melakukan kegiatan ritual “Ceng Beng†di Taman Pemakaman Umum (TPU) di Sei Sigiling Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi.
Dari pantauan wartawan, warga etnis Tionghoa membawa sejumlah sesajian dan membakar dupa. Mereka memanjatkan doa bagi arwah leluhur keluarga.
Mereka mengakui tradisi ritual “Ceng Beng†telah dilakukan sejak bertahun tahun lalu. Ritual Ceng Beng hanya untuk memanjatkan doa bagi arwah leluhur.
Tradisi masyarakat etnis Tionghoa, melakukan kegiatan ritual di depan makam para sanak keluarga dan leluhur dengan cara membakar uang dari kertas, baju, menaruh buah-buahan dan sembahyang, merupakan kepercayaan yang telah diajarkan dari orang sejak zaman dahulu, jelas salah seorang warga etnis Tionghoa, Mail Susanto.
Ketua Yayasan Yasobas (Sosial Budi Amal Sukhavati) Tebingtinggi Gino Susanto didampingi sekretaris Riyanto (Aciong) dan pengurus lainnya, mengatakan perayaan Ceng Beng sejak seminggu lalu hingga puncak, Minggu (30/3) berlangsung aman dan tertib. Perayaan puncak Ceng Beng dihadiri ribuan etnis Tionghoa dari berbagai daerah untuk melakukan sembahyang pemakaman keluarga masing-masing.
Dikatakan, perayaan Ceng Beng setiap tahunnya berjalan aman, lancar dan tertib. Selain itu, perayaan Ceng Beng tersebut melibatkan petugas TNI/Polri. “Ini merupakan kegiatan wisata religi sebab banyak warga etnis Tionghoa yang datang dari luar daerah,†ungkap Riyanto yang juga ketua INTI Tebingtinggi.
Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, jalur masuk ke TPU Sei Sigiling dibuat satu arah. Ratusan mobil penziarah tampak parkir satu arah di sepanjang Jalan Sei Sigiling. Puncak perayaan Ceng Beng ini juga dijadikan untuk mengais rezeki bagi warga sekitar. (S10/h)




Komentar