Pembangunan Banyak yang Gagal, PKD Dukung Cagubsu yang Bisa Memajukan Sumut
Medan (SIB)
Sumut sekarang ini boleh dikatakan telah mundur. Di kala propinsi lain di Indonesia ini berlomba-lomba membangun, Sumut malah mundur. Pembangunan tinggal rencana, realisasinya entah kapan.
“Pembangunan di Sumut gagal. Jalan rusak, Bandara Kualanamu tak kunjung selesai, jalan tol Medan-Binjai dan Medan-Tebingtinggi masih angan-angan, PLTU Sarulla dan Asahan belum terealisasi, krisis listrik,†kata Ketua PKD (Partai Kristen Demokrat) Sumut Ir Urbanus Pangaribuan MA didampingi Wakil Ketua Drs Esron Manik MT dan Bendahara Ir Leo Simanjuntak kepada pers, Sabtu (29/3).
Menurut Pangaribuan, Sumut terpuruk karena ketidakmampuan pemimpin di Sumut untuk melobi pemerintah pusat. Pagu dari pusat untuk wilayah barat Indonesia lebih banyak diambil oleh propinsi lain. Sumut tak mampu merebut bahkan terkesan dininabobokkan agar tidur tenang. Dari berbagai aspek, Sumut banyak ketinggalan dibanding daerah lain. Begitu juga bidang olah raga maupun pendidikan.
Selain karena ketidakmampuan pemerintah Sumut melobi pemerintah pusat, juga dimungkinkan karena anggota DPR dari daerah pemilihan Sumut banyak yang bukan berdomisili di Sumut sehingga tidak merasakan bagaimana penderitaan masyarakat Sumut. Artinya orang daerah tidak punya perwakilan di pusat, kata Pangaribuan.
Karena itu, PKD mendukung Cagubsu yang mampu membangun Sumut, mampu melobi pemerintah pusat, punya pandangan jauh ke depan, punya keberanian dan pergaulan kuat serta ada jaminan keamanan.
Selaku partai Kristen yang mempunyai visi “menjadi terang dan garam bagi masyarakat bangsa dan negaraâ€, PKD ingin masyarakat memilih calon pemimpin dengan pertimbangan subyektivitas. Jangan dikait-kaitkan dengan SARA karena hal itu akan sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya bagi masyarakat Sumut yang heterogen yang bisa dikatakan miniatur dari Indonesia secara keseluruhan, kata Pangaribuan.
Dari 5 pasangan Cagubsu, PKD melihat pasangan yang paling bisa memajukan Sumut itu adalah pasangan Triben, karena pasangan ini pasangan pelangi yang merepresentasikan kondisi riel masyarakat Sumut yang heterogen. Intelektualitas tak perlu diragukan lagi, pengalaman, punya integritas, komitmen, usia sudah matang, wawasan yang luas dan lainnya. Karena itu PKD yang tersebar di 21 kabupaten/kota dan di hampir seratusan DPAC PKD Kecamatan se-Sumut mendukung sepenuhnya pasangan Triben. (Pr4/v)




Komentar