FKB KAPPI ’66 Serukan Waspadai Bahaya Laten Komunis Menyusup dalam Pilgubsu
Medan (SIB)
Forum Keluarga Besar Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia’66 (FKB KAPPI Eksponen 66) Sumatera Utara tetap bersikap independen dalam Pilkada Sumut 2008 dan menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai gerakan-gerakan kiri maupun bahaya laten yang mencoba-coba menyusup dalam pesta demokrasi di Sumut.
Sikap ini ditegaskan Ketua DPD FKB KAPPI’66 Sumut Azwir A Husin didampingi sekretaris Drs H Masri Riza Sofnar dan unsur pengurus lainnya Bachtiar Effendi, Balga Pasaribu dan Zafral Bahar kepada wartawan, Minggu (26/3) di DPRD Sumut.
Dikatakan Azwir, Keluarga Besar KAPPI’66 Sumut tidak memihak ke kubu Cagubsu/Cawagubsu manapun, tapi bersikap netral dan independen, dan menyerukan kepada seluruh pengurus maupun anggota FKB KAPPI’66 Sumut termasuk juga seluruh pengurus mapun anggota Laskar Ampera M Nawi Hrp KAPPI’66 Sumut untuk memilih calon Gubsu/Cawagubsu sesuai dengan pilihan masing-masing, serta menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk memilih sesuai keinginan maupun hati nuraninya.
Karena, lanjut Azwir yang juga anggota DPRD Sumut ini, KAPPI’66 Sumut menginginkan Pilkada Sumut berjalan sukses, tepat jadual, terencana, demokratis, jujur, adil dan hasilnya dapat dipertanggung-jawabkan.
Azwir juga mengajak segenap masyarakat mensukseskan Pilkada Sumut tanpa dibumbui fitnah, pemutarbalikan fakta, kampanye hitam (black campaign) dan pembunuhan karakter, tapi menjaga kesatuan dan persatuan. Pilkada Sumut jangan sampai berubah dari suatu kompetisi demokrasi menjadi arena konflik. Kita ingin Pilkada Sumut berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif,†ujarnya.
Azwir Husin juga menyerukan segenap lapisan masyarakat untuk tetap mewaspadai gerakan dari bahaya laten komunis maupun gerakan-gerakan kiri yang menunggangi Pilkada Sumut ke arah kecenderungan semacam balas dendam, yang akhirnya merugikan masyarakat.
“Jika Pilkada Sumut berubah menjadi arena balas dendam, fitnah, dikuatirkan dapat melahirkan konflik horizontal maupun gesekan antar-masyarakat, bahkan meluas hingga ke tingkat nasional, karena ada kelompok yang telah menunggangi,†ujarnya.
Ditambahkan Azwir, Pilkada sudah di ambang pintu terutama masa kampanye pemilihan Gubsu dan Wagubsu, masyarakat hendaknya lebih waspada dan tetap menjaga situasi tetap kondusif.(M10/d)




Komentar