unita
Print This Post Print This Post

Cawagubsu Benny Pasaribu “Sentil” Cagubsu Syamsul Arifin

Posted in Berita Utama by Redaksi on Maret 31st, 2008

Medan (SIB)
Cawagubsu DR Benny Pasaribu MEc PhD “sentil” Cagubsu H Syamsul Arifin soal masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Langkat, terutama masyarakat di kawasan Tanjung Pura dan Pangkalan Susu masih ada rakyatnya makan sekali dalam sehari.
Sentilan itu diungkapkan DR Benny Pasaribu MEc PhD ketika menyampaikan visi misinya dalam rapat paripurna DPRD Sumut yang dipimpin Plh Ketua Dewan H Hasbullah Hadi SH didampingi Wakil Ketua Japorman Saragih dan H Ali Jabbar Napitupulu dihadiri unsur Muspidasu, Minggu (30/3) di DPRD Sumut.
“Maaf, bukan saya menyinggung perasaan salah satu Cagubsu yang juga Bupati di daerah itu, tapi berdasarkan temuan kami (Triben) ketika melakukan sosialisasi ke wilayah itu, masih ada masyarakat makan sekali satu hari,” ujar Benny dan disambut tawa gerrr..dari hadirin dan wakil rakyat.
Benny mengungkapkan keprihatinannya, di era sekarang ini masyarakat di kawasan Tanjung Pura dan Pangkalan Susu yang nota bene jaraknya masih dekat ke ibukota kabupaten masih ada masyarakat miskin hanya makan sekali dalam sehari.
Dalam penyampaian visi misi yang disampaikan secara bergantian dengan Cagubsu Tritamtomo ini, Benny berjanji, jika pasangan Triben terpilih nantinya dalam Pilgubsu 16 April 2008 akan memprioritaskan masalah pengangguran, kemiskinan, pendidikan dan kesehatan serta meningkatkan taraf kehidupan petani dan nelayan.
“Jika Triben terpilih, tidak akan ada lagi kelangkaan pupuk, akan diusahakan bibit dan benih gratis bagi petani nelayan, lahan tidur diproduktifkan, serta memudahkan kredit bagi masyarakat kecil,” ujarnya.
Menyangkut soal pendidikan dan kesehatan, Triben berjanji akan membangun sekolah dan rumah sakit bertaraf internasional, agar warga Sumut tidak lagi menyekolahkan anaknya ke luar negeri, termasuk tidak akan ada lagi berobat ke luar negeri.
Sebab diketahui, papar Benny, dana yang dikeluarkan oleh masyarakat Sumut untuk berobat dan sekolah ke luar negeri dalam satu tahun saja mencapai Rp 1 triliun, sehingga alangkah baiknya akan dibangun sekolah dan rumah sakit bertaraf internasional di daerah ini.
Tiba giliran pasangan Syamsul Arifin/Gatot Pujo Nugroho menyampaikan visi misinya, Syamsul “membalas” sentilan tersebut sekaligus bertanya kembali kepada Benny apa dasar menilai masyarakat Langkat masuk kategori miskin.
“Saya sempat terkejut mendengar penuturan Pak Benny, bahwa masyarakat Langkat masih banyak yang miskin dan makan sekali dalam satu hari. Tapi ini belum tentu miskin Pak Benny, sebab banyak di antara kita ini hanya makan sekali dalam sehari, seperti saya,” ujar Syamsul dan disambut tawa hadirin.
Perlu diketahui, Langkat termasuk daerah swasembada beras/pangan dan hingga kini masih surplus beras mencapai 120 ribu ton, sehingga Syamsul merasa bingung, parameter apa yang dipakai Benny sehingga menuduh masyarakat Langkat masih ada yang kelaparan. (M10/h)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.