Hotel GM
Print This Post Print This Post

Capres Sutiyoso Temu Kader Partai Bela Negara di Medan

Posted in Berita Utama by Redaksi on Maret 31st, 2008

Medan (SIB)
Mantan Gubernur DKI Jakarta Letjend (Purn) Sutiyoso menilai, kalau usulan 30 persen dukungan untuk mencalonkan presiden jadi ditetapkan dalam UU Pemilu mendatang akan mengkebiri demokrasi yang akibatnya merugikan rakyat dan negeri ini. Upaya itu merupakan akal-akalan politisi “Senayan” untuk menghambat calon potensial dan hanya mengggolkan calon dari Parpol kuning dan merah.
“Jadi 30 persen dari koalisi yang ada itu jelas sengaja untuk menggolkan calon dari partai kuning dan merah. Itu akal-akalan menghambat calon potensial yang diinginkan rakyat mencari orang terbaik dari 220 juta lebih rakyat Indonesia untuk membawa perubahan bagi negeri dan rakyat ke kondisi lebih baik,” tegas Sutiyoso kepada wartawan di Kantor DPD Partai Bela Negara (PBN) Jalan Gagak Hitam, Sabtu (29/3) malam.
Kedatangan Sutiyoso yang akrab dipanggil “Bang Yos” itu di Medan antara lain temu kader dan pengurus PBN se-Sumut untuk konsolidasi dan persiapan verifikasi Depkum HAM. Bang Yos pada kesempatan itu disambut Ketua DPD PBN Ponten Cahaya Surbakti, Wakil Ketua DPD Johnson L Tobing, Ketua Harian Binsar Marbun, Penasehat DPC Medan Robert Situmorang, Ketua DPC Medan Tumpal Situmorang serta fungsionaris DPD dan DPC lainnya antara lain Hotman Sinaga, Bekman Damanik dan Ir Coki M.
Lebih lanjut dijelaskannya, wacana 30 persen itu pun merupakan bentuk memanasnya suhu politik dan ambisi politisi yang sudah tidak fair. Di Jakarta sendiri katanya para pemimpin sudah mulai pasang kuda-kuda dan sudah mulai menyerang pribadi orang lain. “Tapi bang Yos tidak punya kamus seperti itu menjelek-jelekkan orang lain. Inilah saya, orang-orang sudah mengenal saya dari apa yang sudah saya kerjakan, biarlah rakyat yang menentukan siapa pemimpin terbaik,” ujarnya.
Menurut Bang Yos, hasil polling beberapa lembaga survey baru-baru ini membuktikan bahwa pemimpin yang diinginkan adalah yang jujur, tegas dan pro rakyat. Inilah katanya yang diinginkan rakyat yang bisa membawa rakyat sejahtera dan negara yang disegani oleh negara-negara lain.
Selama memimpin DKI Jakarta Sutiyoso banyak membuat kebijakan dan keputusan-keputusan. Meski kontroversial dan sering didemo, tapi ia tetap melaksanakan kebijakannya itu dan akhirnya diakui itu benar.
“Sekarang Monas menjadi tempat rekreasi yang dikunjungi ribuan orang karena nyaman, pengoperasian busway dulu didemo tapi sekarang malah dibutuhkan. Kalau lapangan Menteng yang dulu kumuh dan sarang Narkoba dan prostitusi, sekarang sudah tempat rekreasi warga tua dan muda. Akhirnya semua pihak mengakui kebijakan-kebijakan yang saya buat itu memberikan solusi pada kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Setelah melihat kinerjanya dan ketegasannya selama di militer dan jadi Gubernur DKI Jakarta menurut Sutiyoso banyak tokoh nasional termasuk senior-seniornya seperti mantan Wapres Tri Sutrisno dan tokoh-tokoh Parpol mendorongnya menjadi Capres 2009.
Bang Yos mengakui selain Parpol-parpol baru, Parpol besar seperti PAN juga telah memberi sinyal kepadanya untuk Capres 2009. “Tapi namanya politik, bisa saja berubah-ubah hari ini ia besok bisa lain. Maka kita mendukung Parpol baru yang mendukung kita. Ada 12 Parpol baru yang mendukung saya di antaranya PBN, kita tunggu saja hasil verifikasi,” ujarnya..
Ia optimis banyak didukung oleh para pemimpin dan rakyat. Ini dibuktikan dari kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia. Maka Bang Yos berjanji siap mati membuat sesuatu yang besar untuk membawa rakyat sejahtera dan negeri yang disegani bangsa lain. “Saya juga figur yang banyak diidolakan orang-orang minoritas. Kawan-kawan di sekeliling saya sewaktu Gubernur DKI juga banyak orang Batak yang membantu kesuksesan saya. Jaman Mojopahit, Sriwijaya Indonesia bisa jaya disegani negara lain, kenapa sekarang tidak bisa,” tandasnya. (M-17/g)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.