stmiksmxii

Print This Post Print This Post

IR RE Siahaan Supaya Maju Terus Walaupun Mendapat Pencobaan Pengamat : EQ Lebih Diperlukan Sebagai Syarat Capres, Bukan S1
Mar 27

Tebingtinggi (SIB)
Tebingtinggi kembali dilanda banjir. Ribuan rumah warga dan puluhan sekolah serta mesjid khususnya yang berada di bantaran sungai digenangi air. Sebagian warga mengungsi namun ada juga yang tetap bertahan di rumahnya walaupun air sudah setinggi 1 meter. Banjir yang melanda ke-5 kecamatan dan 14 kelurahan tersebut merupakan banjir kiriman sehingga membuat Sungai Padang meluap.
Kakan Kesbang Linmas yang juga Dansatlak Penanggulangan Bencana alam dan Pengungsi (PBP) Tebingtinggi Ismail Budiman SH kepada SIB, Rabu (26/3) menyebutkan, Sungai Padang mulai meluap, Selasa malam (25/3).
Diutarakannya, akibat meluapnya Sungai Padang tersebut sedikitnya rumah yang dihuni 3.000 KK di sepanjang bantaran Sungai Padang digenangi air. Selain itu, puluhan sekolah dan rumah ibadah serta Puskesmas, kantor kelurahan turut tergenang.
Sebagian dari ribuan warga yang rumahnya tergenang sudah mengungsi dan ada mendirikan tenda di pinggir jalan. Hingga saat ini belum ada ditemukan korban jiwa, demikian juga halnya dengan kerugian masyarakat belum diketahui. Walaupun Pemko Tebingtinggi sudah menyalurkan bantuan, akan tetapi belum merata dan masih banyak warga yang menantikan datangnya bantuan khususnya pangan dan sandang serta obat-obatan.
Dari pantauan wartawan SIB, air sungai dari hulu yang begitu besar juga membawa sampah berupa batang pohon kelapa sawit yang besar, broti, papan dan barang-barang bekas lainnya. Volume sampah yang besar itu sangkut di kaki jembatan Jalan Sudirman sehingga tampak seperti daratan tempat tumpukan kayu-kayu yang berserakan.
Warga yang rumahnya digenangi air tidak dapat berbuat banyak, mereka hanya menunggu kondisi air apakah semakin surut atau naik. Mereka juga tidak dapat melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Namun beberapa barang berharga sudah diselamatkan. Puluhan sekolah yang digenangi air terpaksa meliburkan siswanya.
Warga sangat mengharapkan bantuan makanan, pakaian, selimut dan obat-obatan. Guru-guru di SMP Negeri 6 dan SMA Negeri 4 Kelurahan Pabatu sempat terkurung banjir sehingga untuk menyelamatkannya, diturunkan perahu karet dari Dansatlak PBP.
Dari beberapa lokasi banjir, kata Ismail Budiman, yang paling parah adalah Kelurahan Pabatu, Bulian, Pinang Mancung dan Bajenis. Ketinggian air dilokasi yang dekat dengan pinggiran Sungai Padang tersebut mencapai 1-2 meter. Perumahan BTN Purnama Deli dan purnawirawan yang dihuni 700 KK sangat memprihatinkan, ketinggian air di rumah warga mencapai 1 meter.
Wakil Walikota Tebingtinggi Drs H Syahril Hafzein yang turun ke lokasi bersama Kajari H Khairil Aswan Harahap SH sempat berbincang-bincang bagaimana mengatasi bajir kiriman yang datang dari hulu Sungai Padang maupun sungai Bahilang. Kota Tebingtinggi acapkali banjir akibat banjir kiriman.
Syahril Hafzein kepada SIB mengungkapkan Pemko Tebingtinggi telah mendirikan beberapa posko di titik rawan untuk membantu masyarakat. Bantuan berupa makanan dan obat-obatan katanya sudah mulai disalurkan. “Kita telah instruksikan seluruh dinas terkait harus aktif menanggulangi masalah banjir ini,” ujar Syahril Hafzein.
Syahril Hafzein bersama Kajari Khairil Aswan kaget melihat sampah-sampah berupa batang pohon kelapa sawit yang besar sangkut di kaki jembatan Jalan Sudirman. Warga terpaksa membersihkan sampah-sampah tersebut dengan mengangkutnya satu-persatu.
Kakan Infokom Drs Khairil Anwar juga menginformasikan bahwa banjir kiriman tersebut melanda 5 kecamatan, 14 kelurahan dan air menggenangi 3000 rumah warga (KK). “Kita mendapat keterangan ini dari Dansatlak PBP Ismail Budiman,” tegasnya.
Sementara, Kadis P dan K Drs Pardamean Siregar menyebutkan akibat banjir kiriman tersebut, puluhan sekolah digenangi air dan siswa terpaksa diliburkan. Petugas Polresta Tebingtinggi dan Brimob juga diterjunkan membantu masyarakat.
Banjir Belum Surut, Hujan Deras Guyur Tebingtinggi
Banjir yang melanda Kota Tebingtinggi semakin membuat ketakutan bagi masyarakat khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Padang maupun Sungai Bahilang. Sebab banjir belum surut, Tebingtinggi sudah kembali diguyur hujan, Rabu (26/3) siang.
“Kami sangat takut, air masih menggenangi rumah kami setinggi 1 meter, sudah kembali lagi hujan,” ujar Yanti Situmorang SH kepada SIB. Ia juga mengakui, hingga saat ini warga di Perumahan Purnawirawan dan BTN Purna Deli belum menerima bantuan.
Disebutkannya, warga di kedua perumahan tersebut sudah banyak yang mengungsi dan sebagian barang-barang mereka ada yang hanyut. Kami sangat cemas, karena air belum surut dan sudah kembali datang hujan, ujarnya.
Untuk menampung warga yang rumahnya digenangi air, Pemko Tebingtinggi sudah membuat posko bantuan. Namun ada juga masyarakat yang mendirikan tenda dipinggir jalan sembari menunggu datangnya bantuan.
Kondisi hujan deras yang mengguyur Kota Tebingtinggi, diperkirakan akan semakin membuat debit air banjir semakin tinggi. Masyarakat sepertinya pasrah tidak dapat melakukan apapun dengan kondisi hujan.
Wartawan SIB juga menerima informasi bahwa akibat banjir yang melanda Kota Tebingtinggi ada seorang warga yang meninggal. Akan tetapi, Kakan Kesbang Linmas yang juga Dansatlak Penanggulangan Bencana alam dan Pengungsi (PBP) Kota Tebingtinggi Ismail Budiman SH secara tegas mengatakan bahwa itu hanya issu. “Berita itu tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dikatakannya, warga yang diisukan meninggal tersebut diduga seorang pencuri sarang burung walet. Saat melakukan aksinya, ia ketahuan oleh warga dan untuk menghindari amukan massa dengan nekat ia melompat ke sungai dan akhirnya menghilang.
Namun informasi terakhir yang diperoleh, warga yang diduga pencuri sarang burung walet tersebut sudah ditemukan dan tidak benar tewas. “Jadi dalam kondisi banjir yang menerpa Kota Tebingtinggi belum ada ditemukan korban jiwa,” tegas Ismail Budiman.
Sipispis Juga Diterjang Banjir Bandang
Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (25/3) sekira pukul 23,00 WIB malam, diterjang banjir bandang. Kejadian itu juga mengakibatkan beberapa kawasan di Kecamatan Tebing Tinggi kebanjiran. Sejauh ini belum diperoleh informasi adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Luapan air besar yang datang secara tiba-tiba dari Sungai Bah Liat di kawasan tersebut mengakibatkan beberapa jembatan di antaranya, jembatan Bangun Jawa 1 dan 2, jembatan swadaya masyarakat dusun V dan jembatan swadaya masyarakat Bahsu mengalami kerusakan yang cukup fatal hingga tak bisa dilalui lagi.
Demikian dengan pondok-pondok rekreasi yang jumlahnya ratusan dan satu rumah milik Sahma Sinaga di kawasan wisata Batu Nongol dan Ancol di Dusun Buluh Duri hancur berantakan, banyak pondok hilang tak berbekas terseret arus air sungai.
Sedangkan di Kecamatan Tebing Tinggi seperti, di Desa Kedai Damar, Dusun III sampai Dusun VI, Desa Basumbu Dusun VI dan Ladang Alas, Desa Naga Kesiangan dusun III serta dusun Kampung Baris ikut menjadi sasaran keganasan banjir bandang ini. Terhitung ratusan rumah dan areal perladangan masyarakat masyarakat terendam air.
Informasi yang diperoleh dari lokasi bencana menyebutkan, malam kejadian saat warga sedang tertidur lelap dikejutkan dengan suara keras dari luar rumah. “Waktu kami lihat keluar saya terkejut melihat luapan air yang membawa kayu dan menghantam pondok-pondok hingga rubuh lalu hanyut terbawa arus air,” ungkap warga menceritakan dengan wajah yang masih trauma dengan kejadian tersebut.
Pantauan SIB, di lokasi Pantai Nongol, terlihat tumpukan kayu dan sampah akibat terseret arus sungai saat kejadian.
Bupati Tinjau Lokasi Bencana
Bupati Serdang Bedagai HT Erry Nuradi, Rabu (26/3) bersama rombongan turun meninjau lokasi bencana banjir. Pada kesempatan itu Pemkab Sergai menyerahkan bantuan beras dan mie instan. Kepada masyarakat korban bencana, bupati menyatakan turut prihatin.
Menurutnya, gagasan untuk menyelamatkan Daerah Aliran Sungai Padang dan Sei Ular sudah lama dilemparkan pada Rakor Kehutanan. Bahkan, katanya, sudah ada Pokja Sei ular yang ketuanya DR Ir Idris. Demikian dengan Gerhan, jelasnya, sudah lama diarahkan dibuffer zone batas Simalungun.
Tapi pencurian kayu di perbatasan disinyalir terus terjadi. “Karenanya, sudah perlu menggunakan momen ini melalui Gubsu minta duduk bersana bupati daerah Hulu Simalungun, Karo dan Deli Serdang. Mari bersama menjaga lingkungan kita,” ujarnya sembari berharap derita yang dialami warganya segera berakhir. (S10/M-34/m)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.