usxii
Print This Post Print This Post

Siswa SD di Bali Tewas Gantung Diri

Posted in Berita Utama by Redaksi on Maret 27th, 2008

Karangasem (SIB)
Aksi bunuh diri tidak mengenal batasan masalah dan umur. Komang Sudiksa (9) siswa kelas III SD No 4 Seraya, Karangasem, Bali tewas gantung diri dengan sehelai selendang.
Kapolres Karangasem AKBP Istiyono, Rabu (26/03) kepada detikcom mengatakan mayat bocah yang dikenal pintar di sekolahnya ini terbujur kaku menggantung di dalam kamar. Mayat korban ditemukan oleh orang tuanya Nengah Sukadana (36) dan Wayan Sulastry (30) sepulang dari pasar pukul 06.00 Wita.
Istiyono menceritakan sepulang dari pasar, orang tua korban memanggil buah hatinya. Namun, tidak mendapatkan jawaban. Mereka pun masuk ke kamar tidur.
Sulastry pun menjerit histeris melihat tubuh anaknya menggantung di seutas selendang oranye dengan kondisi mengenaskan. Matanya melotot, kaki dan tangannya terbujur kaku.
Sebelum bunuh diri, korban sempat meminta uang jajan Rp 2000 kepada orang tuanya. “Setiap pagi, anaknya saya selalu minta uang. Saya sudah memberikannya sebelum ditinggal ke pasar,” kata Sukadana warga Dusun Kalanganyar, Desa Seraya Barat, Karangasem sedih.
Hingga kini belum diketahui motif bocah malang ini bunuh diri. Korban tidak menunjukkan tingkah laku aneh sebelumnya.
Meski tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban polisi tetap akan mengusut tuntas kasus kematian bocah ini.
“Tidak ditemukan bekas pukulan atau luka pada tubuh korban kecuali bekas jeratan di leher korban,” demikian Istiyono.
Sehari Sebelum Meninggal Sudiksa Ceria dan Tidak Rewel
Sukadana masih belum mengerti mengapa anaknya, Komang Sudiksa (9), nekat bunuh diri. Padahal sehari sebelumnya, bocah tersebut masih terlihat ceria.
“Kemarin (Senin 24 Maret) setelah pulang sekolah dia langsung bermain sepeda dengan teman-temannya,” tutur Sukadana di rumahnya, Dusun Kalanganyar, Desa Seraya Barat, Karangasem, Rabu (26/3).
Demikian pula pada malam harinya, Sudiksa sama sekali tidak terlihat mencurigakan. Bahkan bocah kelas III SD tersebut sempat menyaksikan pertunjukkan tari di Pura Paseh, di dekat rumahnya.
“Saat minta uang jajan pun selalu saya diberikan, dia tidak pernah rewel. Uangnya juga masih tergeletak di atas meja di kamarnya,” ungkap Sukadana lirih. (detikcom/x)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.