unita

Print This Post Print This Post

Seribuan Umat Kristiani Ikuti KKR Forum “Sijabat” Asahan Kordinator LBH Publiek : Pembalak Hutan Harus Ditangkap
Mar 26

Sergai (SIB)
Kasus gizi buruk terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Seperti dialami Linton Habeahan, penduduk Dusun II, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban. Sepanjang hidupnya, anak berusia 4 tahun ini harus menderita sejak lahir.
Dilihat dari pertumbuhannya, anak pasangan dari R Habeahan seorang pria tunanetra dengan I br Tamba ini cukup menyedihkan. Kondisi fisiknya tidak sesuai dengan pertumbuhan anak seusianya. Wajahnya terlihat pucat lesu, perut buncit, badan kurus terlihat tak berdaya dan setiap hari terus saja merengek.
Menurut orang tuanya, setahun belakangan mereka tidak pernah mendapatkan makanan tambahan dari dinas kesehatan. Memang, dulu makanan tambahan itu pernah didapatkan, tapi setahun belakangan tak pernah lagi, ungkap pria tunanetra itu.
Yang lebih ironis, rumah keluarga korban gizi buruk ini hanya beberapa meter dari Puskesmas Kampung Pon, tapi terkesan tak pernah diperhatikan ? Karenanya orang tuanya sangat berharap agar Dinas Kesehatan setempat menaruh perhatian.
Kasus gizi buruk itu mendapat sorotan dari masyarakat setempat. Seperti diungkapkan Pujianto didampingi warga lainnya. “Seharusnya, Dinas Kesehatan respon dengan kasus ini. Persoalan yang dialami keluarga Habeahan ini bak pepatah, gajah di pelupuk mata tak terlihat. Buktinya, rumah korban hanya beberapa meter saja dari Puskesmas Kampung Pon,” kata Pujianto.
Berkaitan dengan itu, masyarakat sangat mendukung upaya Kejatisu untuk memeriksa pejabat yang mencoba menyelewengkan bantuan pemerintah. Tapi, harap mereka, maunya yang diperiksa itu jangan hanya keroco-keroconya saja. “Karena mereka takkan berani berbuat tanpa persetujuan dan sepengetahuan atasannya. Misalnya pada suatu dinas, pimpinan di dinas tersebutlah yang seharusnya paling bertanggungjawab,” terang warga. (M-34/i)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.