stmiksmxii
Print This Post Print This Post

Razia di Labuhanbatu, Puluhan Pelajar Terjaring

Posted in Daerah by Redaksi on Februari 29th, 2008

Rantauprapat (SIB)
Polres, Kodim, Satpol PP, Kesbanglinmas dan DLLAJ Labuhanbatu melaksanakan razia kasih sayang bagi pelajar yang suka bolos sekolah, Rabu (27/2). Puluhan anak sekolah Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA dan mahasiswa terjaring petugas. Ada pelajar dan anak kuliah ditangkap petugas saat sedang asik berpacaran dengan kekasihnya di salah satu daerah terpencil Desa Talsim, Kecamatan Rantau Utara.
Razia tersebut dilakukan terkait keluhan masyarakat yang selalu mendapati para pelajar bolos sekolah dan bermain Play Station (video game) berseragam sekolah di saat jam belajar. Bahkan tak jarang di antara pelajar yang bolos asik memadu kasih saat jam pelajaran di sekolah.
“Kami sering mendapat laporan dari masyarakat, bahwa banyak para pelajar sering bolos sekolah dan bermain video games di beberapa lokasi arena permainan anak-anak yang ada di Rantauprapat. Bahkan informasi tersebut sampai merambat ke lokasi terpencil yang sering dipergunakan para pelajar untuk memadu kasih seperti halnya di wilayah Desa Talsim dan objek wisata yang lainya,” terang Sarbaini Kakan Sapol PP Pemkab Labuhanbatu kepada wartawan saat ditemui di aula Kantor Kesatuan Bangsaan (Kesbang).
Sarbaini menyayangkan adanya pelajar SD, SMP, MAN, SMK dan mahasiswa yang terjaring operasi.
Katanya, razia kasih sayang tersebut juga atas instruksi Bupati Labuhanbatu HT Milwan untuk menimbulkan efek jera bagi para pelajar yang suka bolos dan cabut sekolah di saat jam belajar. Tentu, katanya, sisi positif juga diberikan kepada para pelajar agar dapat bergiat dalam menimbah ilmu.
Dari sekian banyak pelajar yang tertangkap saat razia, dua pasang pelajar ditangkap petugas saat sedang berpacaran. Di antaranya pelajar SMAN. ”Mereka kami tangkap saat sedang pacaran di Sungai Talsim,” kata petugas Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Labuhanbatu.
Para orangtua siswa yang mengetahui anaknya terjaring operasi karena bolos sangat terpukul.
“Saya tidak menyangka kalau anak saya suka bolos seperti ini. Padahal kalau mau pergi ke sekolah ia pamit dan saya antar langsung sampai ke sekolahnya,” ungkap orangtua siswa yang enggan menyebut namanya.
Setelah membuat surat pernyataan dan mendapat pembinaan di kantor Kesbang itu, puluhan para siswa/i yang terjaring operasi diperkenankan pulang. (S25/m)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.