unita
Print This Post Print This Post

Gerbong Reformasi TNI

Posted in Tajuk Rencana by Redaksi on Desember 31st, 2007

Panglima TNI sudah dilantik oleh Presiden beberapa hari yang lalu. Pergantian Panglima TNI ini menjadi titik puncak dari berbagai spekulasi yang sebelumnya sudah muncul pasca usulan tunggal Presiden pada DPR mengenai mutasi di tubuh TNI, yang salah satunya mengusulkan nama mantan KASAD Jenderal TNI Djoko Santoso sebagai Panglima TNI.
Setelah pelantikan, Panglima TNI yang baru menyatakan bahwa TNI akan melakukan 4 hal penting, yaitu membangun kekuatan SDM, meningkatkan dukungan dari rakyat dan pemerintah, pengembangan doktrin TNI sebagai tentara rakyat dan pengembangan persenjataan.
Keempat hal itu tentunya tidak mudah dikerjakan mengingat bahwa TNI selama ini memang selalu saja dihubung-hubungkan dengan kegiatan politik. Lihat saja bagaimana ketika Panglima TNI yang baru diusulkan oleh Presiden, publik mengkritiknya sebagai langkah pengamanan posisi Presiden menjelang Pemilu 2009 karena Panglima TNI ini dikenal dekat dengan Presiden.
Apa boleh buat, hal itu memang muncul dengan sendirinya, di negeri yang memang amat lekat dengan tradisi hubungan antara militer dengan politik. Di masa lalu, bahkan kekuasaan, selalu saja mengharapkan restu dan dukungan dari petinggi militer. Di berbagai lini pemerintahan pun kekuasaan selalu saja melibatkan mereka yang menjadi petinggi militer.
Bahwa TNI menjadi milik bangsa ini kita sudah sepakati hal itu. Dan untuk itu telah dilakukan kesepakatan nasional melalui rencana reformasi di tubuh TNI sesuai dengan disain yang ditetapkan di dalam UU No. 34 tahun 2004. Jelas tidak mudah, karena disamping gejolak dari dalam diri TNI sendiri, selalu saja ada pihak yang mencoba mengusik keinginan kita menggenapi kesepakatan nasional tersebut.
Karena itulah, keinginan dari Panglima TNI yang baru mengenai pembenahan di tubuh TNI memang memerlukan komitmen yang luas dan besar, bukan saja dari TNI sendiri, tetapi juga dari seluruh masyarakat yang mengharapkan TNI menjadi besar, bukan saja karena jumlahnya, tetapi juga karena kualitasnya.
TNI tidak mungkin sendiri melakukan pembenahan itu. TNI memerlukan dukungan penuh dari pertama-tama eleman masyarakat yang memang mengharapkan TNI benar-benar menjadi barisan terdepan dari kekuatan pertahanan. Kita tentunya tidak ingin mengulangi tontonan yang sangat tidak mengenakkan manakala batas-batas wilayah udara dan laut kita dengan seenak perutnya dilanggar kerap kali oleh Malaysia misalnya.
TNI yang kita inginkan adalah TNI yang kuat dan mampu memberikan kebanggaan nasional. Itulah doktrin yang pernah dikembangkan oleh Jenderal Soedirman, ketika menggagas perang gerilya di masa lalu. Bukan masuk ke dalam politik praktis, tetapi TNI menjadikan diri sebagai kekuatan nasional, yang mendorong spirit nasionalisme kebangsaan masyarakat Indonesia.
Keikutsertaan seluruh masyarakat dalam hal ini jelas amat dibutuhkan. Hal itu terejawantah melalui penganggaran yang secara gradual dialokasikan melalui parlemen. Apa boleh buat, keinginan untuk meningkatkan persenjataan memang harus dilakukan secara bertahap, karena keterbatasan anggaran kita. Tetapi salah satunya bisa dengan menggunakan produksi dalam negeri, sebagaimana dilakukan oleh Wakil Presiden beberapa waktu yang lalu.
Suka atau tidak suka, kita ingin kita suatu saat dengan kepala tegak menyatakan hormat dan salut kepada TNI yang dengan profesional berhasil menjadi pasukan pembela kita. Kapan hal itu akan terjadi? Kita tunggu proses dan waktu, yang sudah dijanjikan oleh Panglima TNI yang baru. (***)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.