Fredy Numbery : Penyakit “AIDS” Membuat Negara Ini Tidak Bisa Maju
Ambon (SIB)
Menteri Kelautan dan Perikanan, Fredy Numbery menegaskan, penyakit “AIDS†(angkuh, iri hati, dendam serakah-red) membuat negara ini tidak bisa maju.
“Penyakit AIDS ini sangat berbahaya dan harus diberantas, karena berdampak membuat kelakuan dan perilaku masyarakat bangsa ini jauh dari Tuhan dan lebih mementingkan keuntungan diri sendiri,†kata Numbery saat menyerahkan kapal operasional bai Pemprov Maluku serta sejumlah sarana penangkapan dan pengolah ikan bagi kelompok nelayan Maluku, di Ambon, Minggu.
Ditegaskannya, sifat AIDS membuat orang tidak lagi bertindak untuk kesejahteraan orang lain, tetapi hanya untuk kepentingan diri sendiri, serta terkesan “rakus†akan kekayaan.
“Pejabat pun banyak yang mengidap penyakit ini, karena tidak berpikir untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat banyak, tetapi sebaliknya lebih banyak ke ibukota hanya sekedar bersenang-senang di hotel dengan alasan urusan dinas,†katanya.
Sikap ini, katanya, harus segera dirobah dan dimulai dari pribadi masing-masing orang, terutama mendekatkan diri dengan Tuhan Sang Pencipta, sehingga tingkah laku dan perbuatannya mencerminkan cinta kasih dan sayang terhadap sesama.
Ia mengimbau semua kalangan untuk tidak memperbiasakan diri mencari kesalahan orang lain, namun sebaliknya belajar bersyukur dengan semua yang dimiliki, sehingga dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Pintar Membangun
Numbery dalam kesempatan itu, pun menegaskan, Indonesia adalah bangsa yang pintar membangun, tetapi tidak mampu memelihara, sehingga hasil pembangunannya tidak memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Indonesia terkenal sebagai negara yang paling pintar membangun di berbagai bidang, tetapi untuk memelihara sabar dulu. Budaya ini harus dihilangkan. KIta mampu membangun dan juga harus jago memelihara, sehingga semua program pembangunan memberikan hasil optimal bagi kesejahteraan masyarakat,†ujarnya.
Indonesia pun terkenal sebagai negara yang kaya raya dengan berbagai potensi sumber daya alamnya, termasuk kelautan dan perikanan, namun sejauh ini belum mampu untuk menjaga dan memeliharanya untuk kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat.
Sehubungan dengan itu, berbagai program pembangunan khususnya di bidang Kelautan dan Perikanan, diawasi secara ketat, dengan melibatkan partisipasi masyarakat terutama para nelayan untuk menjaga dan memelihara berbagai fasilitas yang dibangun dan diberikan, sehingga benar-benar terpelihara dan memberikan manfaat besar untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan nelayan di tanah air.
Terkait penyerahan, kapal operasional bagi Pemprov Maluku serta sejumlah peralatan penangkapan dan pengolahan hasil perikanan bagi kelompok nelayan di Maluku, Numbery mengharapkan dapat dijaga dan dipelihara, sehingga bermanfaat meningkatkan kesejahteraan para nelayan di daerah ini.
“Kita ingin nelayan di Maluku dapat menjadi tangguh dan kuat serta kesejahteraannya terjamin. Makanya banyak bantuan yang diberikan kepada nelayan di Maluku, apalagi kondisi geografis wilayahnya yang 93,5 persen merupakan laut serta kaya akan berbagai sumber daya hayati laut bernilai ekonomis dan menjadi incaran di pasaran dunia,†katanya menambahkan.
Di tahun mendatang, berbagai bantuan sarana penangkapan dan pengolahan hasil hasil perikanan pun akan terus digulirkan kepada para nelayan yang bermukim di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku. (Ant/o)




Komentar