unita
Print This Post Print This Post

Wakil Walikota dan Danrem 023/KS Aksi Menanam 1000

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Nopember 30th, 2007

Sibolga (SIB)
Dalam rangka aksi penanaman serentak di seluruh Indonesia dan pekan pemeliharaan pohon menyongsong pertemuan internasional tentang perubahan iklim global, Pemko Sibolga bekerjasama dengan Korem 023/KS menggelar aksi penanaman 1.000 batang pohon mahoni di sepanjang jalan Kenanga Kecamatan Sibolga Utara dan lokasi perbukitan di Kota Sibolga.
Pencanangan aksi penanaman serentak untuk Kota Sibolga ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan pohon mahoni oleh Wakil Walikota Sibolga H Afifi Lubis SH kepada anggota TNI, Camat Sibolga Utara dan anggota LSM Cakra di lapangan Simare-mare Sibolga, Rabu (28/11), dihadiri Danrem 023/KS diwakili Kasrem Letkol Inf Kamistan HD, Ketua PN Sibolga Mahyuti SH, mewakili Danlanal, mewakili Dansat Radar Sibolga, Sekdakot H Dahwir Nasution, Camat Sibolga Utara Sanggaraja Sitompul, Dirut PDAM Tirta Nauli Panusunan Hutabarat, LSM , LPM, OKP dan komponen masyarakat Kota Sibolga lainnya.
Plh Kadis KPLH Kota Sibolga, Ir Tumbur MT Harahap dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan aksi penanaman serentak Indonesia untuk Kota Sibolga dilaksanakan selama 2 hari. “Pojon yang ditanam merupakan bantuan Departemen Kehutanan dari balai pengelolaan daerah aliran sungai Asahan Barumun Pematang Siantar”, sebutnya.
Menteri Kehutanan RI, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Walikota Sibolga, Afifi Lubis mengatakan, terjadinya pemanasan global yang terlampau ekstrim adalah akibat pembakaran bahan baker fosil terutama batubara, minyak bumi, dan gas alam yang berlebihan.” Pembakaran tersebut melepaskan gas-gas berbahaya ke atmosfir bumi, di antaranya karbon dioksida (C02) dan gas-gas lain yang disebut dengan gas rumah kaca (GRK).GRK ini menimbulkan dampak yang disebut dengan efek rumah kaca (ERK) yakni makin tingginya suhu bumi akibat pemanasan global. Pola iklim akan berubah akibat kenaikan suhu , melelehnya es abadi dan perubahan arus laut”, paparnya.
Untuk itu, kata menteri, salah satu upaya manusia untuk mengurangi afek rumah tangga (ERK) adalah dengan memperbanyak penyerapan emisi karbon, yakni dengan cara memperbanyak pohon dan tanam-tanaman.
Menurut dia, aksi penanaman serentak Indonesia ini merupakan sumbangsih bangsa Indonesia dalam rangka memperbaiki kualitas lingkungan, serta upaya untuk menanggulangi pemanasan global yang dipersembahkan bagi umat manusia di seluruh dunia. (T4/j)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.