Taipan Properti Cina Dipenjara 16 Tahun Karena Korupsi
Shanghai (SIB)
Pengadilan Cina memvonis seorang taipan properti, Zhou Zhengyi,dengan hukuman penjara selama 16 tahun, Jumat, dalam kasus korupsi, kata kuasa hukumnya.
Hukuman itu memastikan jatuhnya bekas pemilik toko makanan ringan yang mengembangkan bisnisnya hingga menjadi salah satu orang terkaya di Cina.
Zhou, yang baru setahun lalu menyelesaikan hukuman tiga tahun penjara dalam kasus penipuan bursa saham dan pemalsuan dokumen, kini dinyatakan bersalah atas lima dakwaan antara lain penyalahgunaan dana, penyuapan dan memalsukan kuitansi Ppn.
Zhou, yang pernah disebut sebagai orang terkaya Cina di urutan 11 dengan kekayaan diperkirakan 320 juta dolar, ditahan sejak tahun lalu dalam penggerebekan menyusul penggantian pemimpin Partai Komunis Shanghai, Chen Liangyu.
Chen sedang menghadapi penyelidikan pidana dalam skandal dana keamanan sosial sebesar 3,7 miliar yuan.
Puluhan pejabat maupun eksekutif telah dipenjara atau diselidiki dalam kasus tersebut.
Zhou, (45), adalah presiden Nongkai Development (Group) Co. yang berkantor pusat di Shanghai. Perusahaan itu bergerak di bidang properti, yang merupakan sektor paling menguntungkan dan paling rawan suap di Cina.
Delapan di antara 10 besar orang Cina terkaya versi majalah Forbes adalah pemilik usaha properti besar.
Zhou bukanlah orang superkaya di Cina yang jatuh akibat tersandung masalah hukum.
Sun Shuhua, yang diperkirakan memiliki kekayaan 170 juta dolar AS, ditangkap pada bulan Mei dalam kasus penipuan.
Tahun lalu, Zhou Yiming, tokoh paling muda dalam daftar 400 orang terkaya di Cina versi majalah Forbes tahun 2005, dihukum penjara seumur hidup dalam kasus penipuan. (Ant/Rtr/f)




Komentar