usxii
Print This Post Print This Post

Peserta IMT-GT Janjikan Pengembangan Budidaya Wortel dan Pisang di Karo

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Nopember 30th, 2007

Tanah Karo (SIB)
Didukung potensi alam Indonesia, khususnya alam wilayah Sumut, hubungan perdagangan dan industri, khususnya di usaha kecil dan menengah antara Indonesia, Malaysia dan Thailand akan semakin terbuka dengan baik dan maju. Pertemuan langsung Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang diprakarsai Pemprovsu telah terwujud langsung mitra bisnis antara ketiga negara tersebut. Hal ini dikatakan delegasi Indonesia, Arthur Batubara, yang juga selaku Ketua Panitia dan Hasan kata sambutannya pada penutupan IMT-GT di Hotel Sibayak, Berastagi, baru-baru ini.
Pengusaha dari Malaysia berkeinginan mengembangkan usaha perkebunan pisang sedangkan pengusaha Thailand ingin mengembangkan usaha budidaya wortel di Tanah Karo. Pihak Thailand mengakui wortel di Karo jauh lebih baik dibandingkan dengah produksi di Thailand, sehingga pengusaha Thailand tersebut ingin membuka jaringan bisnis dengan petani di Karo, jelas Arthur.
“Namun kita mengakui beberapa titik lemah perdagangan ekspor kita. Pintu gerbang ekspor pertanian kita di Belawan dan Tanjung Balai serta pajak-pajak lainnya menjadi kendala utama bagi pihak luar atau pun kalangan investor. Permasalahan ini tidak bisa kita anggap sepele dan dibiarkan begitu saja sehingga terkendala dalam ekspor. Tapi permasalahan ini harus kita sampaikan ke pemerintah pusat dan dapat diselesaikan,” katanya.
Demikian juga harapan yang disampaikan Wakil Bupati Karo Ir Nelson Sitepu melalui Sekdakab Karo Drs Sumbul S Depari MSc. Sitepu berharap pertemuan IMT-GT dapat meningkatkan hubungan bisnis dan agrowisata yang lebih cerah ke depan. Areal-areal pertanian di Tanah Karo didukung potensi alamnya yang begitu indah sehingga sekaligus dapat diwujudkan sebagai zona agrowisata yang sangat potensial sebagai salah satu daya-tarik peningkatan hubungan bisnis tersebut.
Harapan serupa juga disampaikan Gubsu Rudolf M Pardede yang disampaikan Kepala Bappedasu Ir RE Nainggolan MM, yang sekaligus menutup IMT-GT. Para peserta pertemuan IMT-GT di bidang agropolitan, agromarine politan/low land agriculture tidak hanya mendapat sebatas informasi, tetapi berbagai kebijakan dan pengembangannya telah dipaparkan secara detail.
Pengembangan kerjasama di sektor perikanan dan kelautan secara detail telah dipaparkan Mr Khun Somkiat Anuras dari Thailand. Sedangkan di sektor pemasaran produk pertanian juga telah dipaparkan Mr Samsuri Mohtar dari Malaysia.
“Karenanya, kita selaku pengusaha telah dapat merumuskan dan dapat meningkatkan komunikasi bagaimana mewujudkan bisnis yang saling menguntungkan antar negara,” tandas Gubsu melalui Nainggolan. Terkait peningkatan ekspor produksi pertanian yang tidak terlepas dari alam produksinya, juga dapat meningkatkan sektor pariwisata di bidang agrowisata. Dari alam yang begitu indah tersebut, dapat dikemas secara profesional paket-paket wisata yang berkaitan dengan sektor pertanian dan bisnis.
Karenanya, untuk mendorong pengembangan sektor-sektor tersebut, sektor infrastruktur sebagai pilar pembangunan harus dan terus dilakukan secara berkesinambungan, ujar RE Nainggolan.
Di sela-sela penutupan IMT-GT, hadirin dan undangan dihibur dengan tarian tradisional Karo serta penampilan olahraga tradisional bela diri Karo, pencak silat dan dirangkai dengan pemberian cenderamata berupa uis nipel beka buluh (salah satu pakaian adat tradisional Karo-red) yang diserahkan Wakil Bupati Karo Ir Nelson Sitepu dan Ibu, Sekdakab Karo Drs Sumbul S Depari MSc dan Ibu kepada masing-masing delegasi serta diakhiri dengan foto bersama.
Hadir pada penutupan IMT-GT, Ketua DPRD Karo R Romanus Purba SH dan anggota DPRD Karo diantaranya, Pt Em N Barus serta pengurus Kadin Karo. (M37/y)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.