Surya Tour
Print This Post Print This Post

Myanmar Kembali Tutup Biara Tangkapi Pembangkang

Posted in Luar Negeri by Redaksi on Nopember 30th, 2007

Bangkok (SIB)
Junta militer Myanmar menutup sebuah biara yang dijadikan rumah perawatan bagi pasien AIDS dan tetap melakukan penangkapan terhadap pihak-pihak pembangkang, terang seorang diplomat AS di negara itu, Jumat (30/11).
Biara Magin di Yangon ––satu pusat perawatan bagi penderita AIDS–– digerebek pada hari Kamis, kata diplomat itu, Shari Villarosa kepada wartawan di Bangkok, Thailand. “Tampaknya biara itu diperintahkan ditutup. Tidak ada yang tahu mengapa,” katanya. “
Tiga militer memasuki Biara Maggin dan menyuruh orang-orang didalamnya untuk dievakuasi, demikian menurut The Irrawaddy, majalah berita yang dikelola warga Myanmar di pengasingan Thailang. Pasien-pasien AIDS yang berada di dalam biara tersebut dipindahkan oleh otoritas setempat ke lokasi yang tidak diketahui, lapor The Irrawaddy.
Penangkapan juga tetap berlanjut. Kami mendapat laporan bahwa setiap hari masih ada orang yang ditangkapi,” tukas Villarosa. Ia yakin “sejumlah besar” biksu pun telah ditangkapi “Hal ini jadi menimbulkan pertanyaan tentang ketulusan junta militer dalam mengejar apa yang kami anggap sebagai dialog sungguh-sungguh menuju rekonsiliasi nasional.”
Sebelumnya, kelompok Hak Azasi Manusia Internasional Amnesti Internasional mengatakan junta telah menangkap puluhan aktifis dan biksu Buddha bulan ini, meskipun ada jaminan bahwa penangkapan itu telah dihentikan.
Bebaskan Suu Kyi
Sementara itu, junta militer Myanmar harus membebaskan pemimpim demokrasi yang kini berada dalam tahanan rumah, Aung San Suu Kyi jika negara itu serius ingin melakukan reformasi demokrasi yang dituntut masyarakat internasional, kata duta khusus PBB, Ibrahim Gambari, Jumat (30/11).
Gambari mengeluarkan komentar tersebut di akhir kunjungan dua harinya ke Kamboja sesaat setelah Perdana Menteri Myanmar Letjend Thein Sein tiba di negara itu. Kedua orang tersebut tidak menggelar pertemuan di negara itu dan waktu kunjungan keduanya yang sama hanya kebetulan.
Gambari juga mengatakan ia akan kembali ke Myanmar bulan depan dalam misi ketiganya untuk mendorong pembicaraan rekonsiliasi antara junta dengan oposisinya sejak terjadinya aksi pembubaran berdarah terhadap aksi demo pro-demokrasi September lalu.
PBB telah berulangkali menyeru pembebasan Suu Kyi, seorang peraih Nobel Perdamaian yang telah menjalani tahanan rumah selama 12 tahun sepanjang 18 tahun terakhir ini. PBB juga telah berulangkali menyeru junta melakukan pembicaraan rekonsiliasi dengan partai oposisinya. “Saat ini kami mengatakan dengan sangat jelas bahwa jika Aung San Suu Kyi merupakan bagian dari solusi dan rekanan dalam dialog, maka sangat penting untuk membebaskannya dari tahanan,” terang Gambari kepada para wartawan.
Ia mendesak junta untuk menghentikan aksi-aksi penangkapan yang terus dilakukannya terhadap orang-orang yang berpartisipasi dengan aksi protes September lalu. “Penangkapan-penangkapan lebih lanjut akan menghilangkan semangat rekonsiliasi nasional dan usaha mempromosikan dialog antara oposisi dan pemerintah,” tegasnya. (AP/JL/k)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.