Agen Model Gadungan Gentayangan di Sekolah
Jakarta (SIB)
Kehidupan glamour dan gemerlap artis-artis di televisi telah memicu ambisi remaja menjadi selebritis.Kondisi ini sering dimanfaatkan orang-orang tak bertanggungjawab untuk menangguk keuntungan. Mereka mengaku bisa mengakses jalan pintas menuju ketenaran dan mencari korban dengan keliaran kesekolah-sekolah.
Hal ini pula lah yang terjadi pada 16 siswa SMA Negeri 32, Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tergiur mau dijadikan foto model, 16 siswa (terdiri dari 11 siswi - 5 siswa) malah ditipu orang yang mengaku agen pencari bakat model dan bintang sinetron.
Apesnya, selain tidak disalurkan sebagai model dan bintang sinetron, pelajar itu juga harus merelakan 10 telepon selular (HP) yang dibawa kabur agen gadungan itu. Bahkan pihak Mastudjo foto dan Salon Yoppy ikut dikerjai penipu.
SALON RUGI
Penipu yang bernama Nicko mendatangi pihak sekolah mengaku sebagai seorang agen pencari bakat. Mereka mencari model untuk acara Gita Remaja di ANTV.
Karena tergiur, 16 siswa SMAN 32 bersedia mengikuti ajakan Nicko. ABG itu pun dibawa ke Yoppy Salon untuk didandani sebelum dipotret di Studio M Foto.
Anehnya, saat berada di salon, korban diperintahkan menitipkan HP mereka kepada pelaku dengan alasan supaya tidak berisik. Siswa itu menuruti saja perintah pelaku. Setelah dijepret kamera foto beberapa kali hingga malam hari, barulah ABG ini sadar telah menjadi korban penipuan. Pasalnya sekeluarnya mereka dari studio, pelaku tidak nampak batang hidungnya berikut 10 HP milik korban.
Menurut Andi (25) salah satu karyawan studio, pihaknya juga menanggung kerugian dalam kasus ini. “Beruntung foto-foto itu belum sempat dicetak. Meski begitu kami rugi Rp 500 ribuâ€.
Dedi, 40, karyawan Salon Yoppy, mengaku pihaknya rugi akibat kejadian itu. Sebelum pelaku datang pada Kamis (8/11) sekitar pukul 14.00, ada lelaki yang menghubungi untuk membooking salon tersebut guna keperluan tata rias calon model.
“Penampilan lelaki itu sangat meyakinkan seperti agensi benaran. Tampangnya juga tidak seperti penipuâ€, kata Dedi saat ditemui di salonnya di bilangan Blok M Plaza. Dedi mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 2 jutaan.
“Setiap orang harus membayar ke salon ini Rp 150 ribu. Karena merasa tertipu, akhirnya manajer kami Ny Lili mendatangi ke sekolahan siswa-siswa tersebutâ€, ujarnya.
SEKOLAH KAGET
Sementara itu saat akan dikonfirmasi menyangkut kasus yang menimpa belasan siswi SMA 32, Kepala Sekolah Ali Imran tidak ada di tempat. Menurut Beman, penjaga sekolah, Kepsek sedang rapat di SMA 47.
Sedangkan Sumiatun, guru BP didampingi Umar, guru lainnya mengaku sangat kaget dan prihatin atas musibah yang dialami anak didiknya.
“Kami baru mengetahui kasus ini dari wartawan yang menanyakannya sejak pagiâ€, kata Sumiatun singkat.
Korban sendiri tidak bisa ditemui karena pihak sekolah melarang wartawan untuk mewawancarainya. Namun sejumlah siswa mengaku kesal dan sedih terhadap kasus yang menimpa rekan mereka. “Sangat keterlaluan, untung aja masih HP yang diembat. Gimana kalo sampai yang lebih jauh? Ihhh seremmm ahâ€, kata Ririn.
Sementara itu Mila Lubis dari Departemen Marketing ANTV mengatakan pihaknya saat ini sedang tidak melakukan audisi-audisi. “Kalau ada agensi yang mengaku-ngaku, apalagi melakukan tindakan kriminal, itu palsu. Polisi harus bertindakâ€, katanya. (PK/c)




Komentar