8 Penghuni Lapas Anak, 76 di Rutan dan 22 di Lapas Medan Positif AIDS/HIV
Medan (SIB)
Anggota Komisi VIII DPR RI Hanief Ismail mengatakan, dengan kondisi Lapas Anak Medan yang sudah sangat over kapasitas, ia tidak begitu yakin anak-anak penghumi Lapas akan menjadi lebih baik setelah keluar dari Lapas. Sebab dengan konidisi tersebut, pembinaan dan pelayanan terhadap napi anak menjadi tidak maksimal.
Hal itu diungkapkannya kepada wartawan disela-sela kunjungan sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI dipimpin wakil ketuanya Chairunisa di Lapas Anak Klas II Medan, Jumat (2/11) sore.
“Kami tadi sudah meninjau seluruh ruangan di Lapas Anak dan dari laporan yang kami terima, penghuninya saat ini mencapai 769 orang sedangkan kapasitasnya hanya 250 orang saja. Melihat kondisi itu, saya tidak begitu yakin anak-anak yang keluar dari sini menjadi lebih baik. Bisa saja anak yang tadinya setengah nakal menjadi nakal,†ujarnya.
Menurutnya, selama menjalani masa hukuman, anak-anak yang berada di Lapas harus mendapat berbagai pembinaan seperti pembinaan di bidang agama, pendidikan, ketrampilan dan lainnya. Sehingga nantinya setelah keluar mereka menjadi lebih baik. Namun dengan kondisi over kapasitas, pembinaan dan perlindungan terhadap anak tidak menjadi maksimal sehingga bisa saja mereka nantinya tidak menjadi lebih baik setelah keluar dari Lapas.
Dengan kondisi seperti itu, ia juga mengkhawatirkan tentang penularan kecanduan narkoba karena selama menjalani masa hukuman anak-anak yang tersangkut perkara narkoba disatukan dengan perkara lain. Seharusnya, mereka yang tersangkut perkara narkoba tempatnya dipisah dengan mereka yang tersangkaut perkara lain. Malah kata Hanief, bagi anak-anak yang menjadi korban penyalgunaan narkoba harusnya ditempatkan di panti pembinaan Dinas Sosial.
Untuk lebih mendapatkan pembinaan dan perlindungan yang lebih maksimal terhadap anak-anak di Lapas pihaknya di Komisi VIII DPR RI yang salah satu bidangnya menyangkut perlindungan anak, kata Hanief, akan mendorong pemerintah untuk menambah anggaran perlindungan anak termasuk yang berada di Lapas.
Selain itu pihaknya juga akan mendorong pemerintah untuk menambah pembangunan Lapas Anak yang baru dan juga membangun Lapas Anak di daerah yang belum memiliki Lapas Anak. Menurut Hanief, ada daerah yang hingga saat ini tidak memiliki Lapas Anak.
Kehadiran rombongan anggota DPR RI bersama sejumlah staf dan dari Dinas Sosial Pempropsu diterima Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Depkum dan HAM Sumut Sugihartoyo BcIP SH, Kalapas Anak Medan Badinsin Gumay BcIP SH serta sejumlah pejabat di lingkungan Kanwil Depkum dan HAM Sumut lainnya.
Wakil ketua Komisi III DPR RI Chairunisa mengatakan, berbagai permasalahan yang dihadapi di Lapas termasuk kondisi yang over kapasitas akan disampaikan kepada Menkum dan HAM. Dalam kesempatan itu ia juga memuji lingkungan Lapas yang bersih dan asri.
8 Penghuni Lapas Anak Positif HIV/AIDS, 76 di Rutan Medan dan 22 di Lapas Medan
Anggota Komisi Penanggulangan AIDS/HIV Propinsi Sumut dari Divisi Pelayanan Medis dr Sakti Siregar yang ditanyai wartawan di sela-sela kunjungan anggota DPR RI tersebut mengatakan, hingga saat ini sebanyak 8 orang penghuni Lapas Anak Medan positif AIDS/HIV dari sebelumnya 13 orang. Mereka yang 5 orang lagi sudah keluar dan diserahkan kepada LSM yang konsern menangani AIDS/HIV.
Sementara itu di Rutan Klas I Medan, kata Sakti Siregar, jumlah mereka yang positif AIDS/HIV sebanyak 76 orang dan di Lapas Klas I Medan sebenyak 22 orang. Menurut Sakti yang dokter Rutan Klas I Medan, mereka yang terjangkit penyakit mematikan itu pecandu narkoba dan tertular melalui jarum suntik mereka berada di luar Lapas
Jumlah tersebut katanya mengalami pertambahan dari tahun sebelumnya. Namun penambahan itu bukan karena penularan di Lapas tetapi temuan saat dilakukan pemeriksaan. Malah menurut Sakti, apabila dilakukan secera aktif pemeriksaan terhadp penghuni Lapas dan Rutan, jumlahnya akan lebih banyak lagi. Terhadap mereka yang terjangkit penyakit tersebut telah diberikan konseling untuk hidup sehat dan tidak menularkannya kepada orang lain. (M-14/j)




Komentar