Sukses Luncurkan Satelit ke Bulan, Cina Umumkan Rencana Membuat Roket Terbaru
Beijing (SIB)
Ambisi Cina sebagai negara kuat dalam program luar angkasa terus diupayakan. Cina dilaporkan akan mendirikan roket terbaru. Pengumuman tersebut dilakukan menyusul keberhasilan negeri Tirai Bambu itu meluncurkan satelit bulan pertama pekan lalu –gebrakan baru terhadap persaingan di Asia. Jepang menempatkan sebuah satelit untuk mengorbit mengelilingi bulan beberapa pekan lalu dan India sepertinya akan bergabung dengan saingan-saingannya itu dalam waktu dekat, dengan rencana untuk mengirim satelit milik mereka sendiri ke luar angkasa April mendatang.
Seperti dilaporkan harian China Daily, Rabu (31/10), Cina akan membangun roket Long March 5, roket yang dapat digunakan untuk mengangkut satelit komunikasi dan satelit bulan, akan mampu membawa beban lebih besar dari dari beban sebelumnya. Roket-roket tersebut menandakan ambisi Cina untuk menyajikan yang lebih besar lagi di luar angkasa dalam 30 hingga 50 tahun mendatang dan berniat untuk merampungkan pasar global untuk meluncurkan perdagangan satelit. “Hal itu juga akan memberikan kemampuan serupa bagi Cina seiring dengan perkembangan negara,†ujar Wu Yansheng, presiden Akademi Peluncuran Teknologi Kendaraan Luar Angkasa Cina, seperti dikutip China Daily.
Roket Long March 5 –yang diberi nama setelah penarikan Long March pasukan Komunis ke lokasi yang lebih aman di kawasan utara Propinsi Shaanxi tahun 1935– akan dibuat di kawasan timurlaut Kota Tianjin. Roket tersebut akan diluncurkan dari pusat puluncuran yang bermarkas di kepulauan tropis Propinsi Hainan. Roket akan diangkut melalui laut, dari pada rute biasa, lapor suratkabar tersebut. Generasi terbaru roket tersebut tidak akan diluncurkan hingga 2013, lapor media tersebut.
Peningkatan sistem satelit luar angkasa Cina menimbulkan kekhawatiran di sejumlah pihak. Januari lalu, Cina sukses menghancurkan satelit tuanya dengan menembakkan misil anti-satelit dari stasiun luar angkasa di kawasan baratdaya Xichang. Roket tersebut juga dapat digunakan untuk meluncurkan navigasi satelit, di mana diyakini militer AS mendeteksi posisi musuh dan meluncurkan misil. (AP/LS/f)




Komentar