Ratusan Biksu Myanmar Kembali Berunjuk Rasa
Yangon (SIB)
Lebih dari seratus biksu berunjukrasa di Myanmar untuk kali pertama sejak aparat pemerintah membubarkan aksi unjukrasa secara brutal. Barisan biksu itu berpekik dan berdoa sambil berarak melalui Pakokku, situs peristiwa bulan lalu yang memicu unjukrasa pro-demokrasi nasional. Unjukrasa itu terjadi ketika para pejabat mengatakan utusan khusus PBB Ibrahim Gambari akan tiba di Myanmar akhir pekan ini untuk perundingan keduanya dengan para jenderal yang berkuasa di tengah-tengah kecemasan internasional atas aksi kekerasan September lalu.
Salah seorang biksu kepada Democratic Voice of Burma, stasiun radio berpusat di Norwegia dan situs yang dikelola wartawan di pengasingan seperti dilansir Associated Press, Rabu (31/10), mengatakan unjukrasa kali ini adalah lanjutan dari demo bulan lalu.
“Kami melanjutkan protes kami bulan lalu yang belum mencapai tujuan yakni menuntut diturunkannya harga-harga komoditas, rekonsiliasi nasional dan pembebasan segera pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi dan smeua tahanan politik,†jelas seorang biksu.
Seorang penduduk menyatakan terkejut atas munculnya kembali para biksu di jalan-jalan sehubungan dengan tindakan keras junta bulan lalu, yang menahan ribuan biksu dan aktivis pro demokrasi. “Para biksu ini melakukan unjukrasa pertama kali setelah tindakan bulan lalu itu,†kata seorang wanita yang tidak mau menyebut namanya. “Itu benar-benar aneh.â€
Demonstrasi bulan lalu yang diikuti lebih 100.000 orang ditumpas junta militer. Pemerintah mengatakan, 10 orang meninggal dalam pembubaran paksa itu, namun para diplomat yakin, jumlah korban jauh lebih tinggi. Ribuan lagi, yang banyak di antara biksu diduga ditahan. Pakokku, pusat pembelajaran Buddha yang berada sekitar 630km barat laut Yangon, adalah lokasi demo pertama para biksu.
Dalam perkembangan lainnya, rejim junta Myanmar membebaskan tujuh anggota partai pro-demokrasi pimpinan Suu Kyi. Ketujuh orang itu dibebaskan kemarin setelah ditahan sebulan lebih dan menjelang kedatangan utusan khusus PBB Ibrahim Gambari ke negara itu. Ketujuhnya termasuk jubir partai Myint Thein ditahan di Penjara Insein.
Sementara itu, utusan khusus PBB Ibrahim Gambari akan tiba diMyanmar hari Sabtu (3/11) untuk kunjungan keduanya guna mendesak dilakukan reformasi demokrasi sejak tindakan keras berdarah dilakukan junta terhadap para pemrotes bulan lalu.“Ia akan mengunjungi Myanmar 3 sampai 8 Nopember,†kata diplomat Barat itu.
Seorang pejabat yang tidak bersedia namanya disebutkan mengatakan kepada AFP bahwa Gambari akan mengunjungi ibukota baru negara yang diperintah militer itu Naypyidaw, Minggu. Para pejabat PBB di Bangkok tidak bisa segera mengkonfirmasikan tanggal pasti kunjungan Gambari itu, dan hanya mengatakan ia akan mengunjungi Myanmar pekan pertama Nopember.
Kunjungan diplomat Nigeria itu dilakukan saat para anggota parlemen AS mempertimbangkan satu usaha baru untuk menghukum para penguasa militer Myanmar dengan sasaran perdagangan permata senilai jutaan dolar. Rancangan udang-undang itu diajukan Selasa di Senat AS akan memperkuat sanksi-sanksi dengan memberlakukan larangan kunjungan para jenderal penting dan asosiasi-asosiasi, dan melarang impor ke AS permata-permata dan kayu dari Myanamr.
Gambari, yang mengunjungi Myanmar 29 Septemper sampai 2 Oktober, sedang melakukan kunjungan ke enam negara Asia sejak itu untuk meningkatkan tekanan terhadap junta di tengah-tengah kecaman internasional atas tindakan kerasnya terhadap pihak oposisi.
BERPERAN PENTING DALAM REFORMASI DI MYANMAR
Menteri Luar Negeri Prancis, Bernard Koucher, mengatakan Cina memegang peran penting dalam mewujudkan usaha yang diupayakan Perserikatan Bangsa-Bangsa bagi terjadinya proses reformasi di Myanmar dan dapat ikut mendorong pemerintahan Militer untuk segera melakukan dialog dengan pihak oposisi.
Kouchner meminta Beijing yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Myanmar agar membuka dialog dengan pemimpin gerakan demokrasi Aung San Suu Kyi. Ia mengatakan masyarakat dunia harus mendukung utusan khusus PBB untuk masalah Myanmar, Ibrahim Gambari untuk memastikan adanya komunikasi yang berkesinambungan dengan pemerintahan Myanmar.
“Dialog nasional harus segera dibangun,†kata Kouchner menegaskan sambil menambahkan bahwa hanya mimpi jika masyarakat dunia mengharapkan akan segera terjadi perubahan pemerintahan di negeri itu dalam waktu dekat. Kouchner mendesak Cina untuk melakukan lebih banyak upaya agar terlaksana pembicaraan antara pihak pemerintah dengan Aung San Suu Kyii setelah terjadi pertemuan singkat antara pejabat pemerintahan dengan Suu Kyi pekan lalu.
Kouchner yang merupakan salah satu pendiri kelompok bantuan medis yang bergerak menjalankan misi kemanusiaannya di berbagai wilayah konflik dan perang di dunia mengatakan jadwalnya di kunjungannya di Beijing yang merupakan tempat kunjungannya yang terakhir dari rangkaian perjalanan Asia untuk mendukung usaha PBB menyelesaikan masalah Mynamar secara damai.
Cina merupakan negara pemasok senjata terbesar bagi Myanmar selama ini dianggap oleh negara-negara Barat kurang aktif melakukan upaya pendekatan diplomatis setelah kejadian peristiwa unjuk rasa yang paling besar selama 20 tahun pemerintahan militer berkuasa .
Beijing mendukung pernyataan Dewan Keamanan PBB yang mengecam aksi kekerasan aparat dalam menangani aksi unjuk rasa tersebut, walaupun dilain pihak telah berhasil memperlunak pernyataan keras DK PBB. Berkat pengaruh Beijing maka utusan khusus PBB Ibrahim Gambari akhir bulan lalu dapat bertemu dengan para jendral Myanmar, demikian dikatakan Kouchner. (Ant/DPA/AFP/AP/WH/x)




Komentar