usxii
Print This Post Print This Post

Kredit Revitalisasi Perkebunan Sawit Rp298,26 M di Madina Ditandatangani

Posted in Ekonomi & Keuangan by Redaksi on Oktober 31st, 2007

Medan (SIB)
Penandatanganan Akad Kredit Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit di Madina antara KUD Petani Plasma, Bank Mandiri dan PTPN-IV ditandatangani Senin (29/10) di Kandir PTPN-IV Medan. Penandatanganan ini juga disaksikan Kepala Dinas Perkebunan Tk.I - Sumatera Utara Ir Batara Girsang MM, perwakilan Bank Indonesia dan Kepala Perwakilan BPKP Sumatera Utara dan seluruh direksi PTPN IV.
Penandangatanan akad kredit merupakan kelanjutan dari ekspansi lahan oleh PTPN-IV di Madina dengan target lahan inti seluas 20.000 Ha dan plasma seluas 9.000 Ha yang dilaksanakan dengan pola Profit Sharing (bagi hasil).
Pola ini berbeda dengan program plasma masa lalu. Manajemen kebun dilaksanakan sepenuhnya oleh Inti, sehingga diharapkan produktivitas kebun akan setara dengan kebun-kebun PTPN-IV. Kepemilikan lahan bersifat kolektif, untuk menghindari pengalihan kepemilikan lahan kepada petani-petani berdasi seperti terjadi pada masa lalu.
Petani plasma ikut bekerja secara bersama mengelola kebun dan akan mendapat penghasilan tetap. Dengan pola profit sharing ini, pengembalian kredit kepada pihak Bank akan lebih terjamin. Demikian Direktur Utama PTPN-IV Ir Dahlan Harahap dalam sambutannya. Dia menambahkan, PTPN-IV sengaja mengundang pihak BPKP dalam acara tersebut dengan harapan agar program ini dapat dilaksanakan secara transparan. Dengan kepemilikan lahan masing-masing 2 Ha, maka jumlah petani yang akan terlibat 4.500 petani, yang bila dikali 4 orang masing-masing keluarga petani, maka proyek ini akan memberi penghidupan kepada ± 18.000 orang.
PTPN-IV BUMN PERTAMA “REVITALISASI PERKEBUNAN”
Pada kesempatan yang sama, Kadisbun Tk-I Sumatera Utara Batara Girsang sangat bangga dan berterimakasih kepada jajaran Direksi PTPN-IV, khususnya kepada Dahlan Harahap yang sejak awal program ini dicanangkan sangat bersemangat dan sunggu-sungguh untuk segera dapat direalisasikan meskipun mendapat tantangan yang tidak sedikit. Batara Girsang juga menyatakan bahwa PTPN-IV adalah BUMN pertama yang mendukung program Pemerintah dalam Program Revitalisasi Perkebunan melalui pembangunan kebun plasma di Madina ini. Pemerintah berharap PTPN-IV dapat menjadi pelopor dalam rangka percepatan pembangunan perkebunan rakyat di Indonesia. Melalui proyek ini Batara Girsang berharap dan meyakini adanya : penguatan kelembagaan petani (melalui KUD), terjadinya transformasi budaya perkebunan modern oleh PTPN-IV kepada petani plasma dan masyarakat sekitar, tumbuhnya Persatuan dan semangat membangun secara bersama-sama.
HUTAN GUNDUL DAN TANDUS
Baharuddin Lubis Ketua KUD Maju Bersama yang mewakili petani menyatakan kegembiraan yang luas biasa dan berterimakasih kepada pihak PTPN-IV, yang peduli kepada pembangunan perekonomian masyarakat di Pantai Barat. Selama ini kami sangat menderita oleh bajingan-bajingan pelaku illegal logging yang hanya menyisakan hutan-hutan gundul dan tandus di Pantai Barat, demikian disampaikan oleh Baharuddin Lubis. Melalui proyek ini kami merasa mendapat Harapan Baru, dan sejak PTPN-IV membuka kebun di Madina, petani di sekitar Kabupaten Batahan yang ikut terlibat bekerja dengan sangat bersemangat.
Pada penandatanganan akad kredit tersebut disepakati kredit revitalisasi perkebunan sebesar Rp298,26 miliar rupiah, dengan areal plasma seluas 9.000 Ha. Akad kredit dilakukan antara Bank Mandiri dengan 4 KUD, masing-masing :
KUD Setia Abadi (Rp79,4 ,iliar/2.400 Ha), KUD Pasar Baru (Rp106,27 miliar/3.200 Ha), KUD Maju Bersama (Rp47,56 miliar/1.400 Ha), dan KUD Bangko Jaya (Rp65,00 miliar/2.000 Ha).
Ada 3 (tiga) hal dasar yang menjadi tujuan dan sekaligus slogan Pembangunan Proyek Madina (Ekspansi Lahan) oleh PTP Nusantara IV (Persero) ini, yakni Profit, Planet dan People. Maksud dari 3P tersebut adalah misi yang dibawa dalam proyek madina selain perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dengan harapan menambah pendapatan, perusahaan juga akan tetap peduli dengan lingkungan sekitar, menjaga efektifitas serta efisiensi lingkungan (lahan), tentu saja tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Diharapkan proyek ini akan meningkatkan taraf hidup masyarakat, dapat membuka kantung ekonomi masyarakat, menambah perputaran uang di tengah masyarakat, membuka jalan-jalan baru sebagai akses yang akan memudahkan jalur distribusi antara masyarakat pelosok dengan pusat kota, serta menunjukkan bahwa investor bisa masuk dengan mudah ke Madina. (Rel/R6/y)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.