usxii
Print This Post Print This Post

Kapal Perang AL AS Gagalkan Perompakan di Somalia

Posted in Luar Negeri by Redaksi on Oktober 31st, 2007

Nairobi (SIB)
Satu kapal penghancur milik Angkatan Laut AS dibantu para pelaut berhasil mengambil alih kendali kapal mereka dalam pertarungan sengit dengan perompak setelah kapal berbendera Korut dibajak di perairan Somalia. AL AS juga mengkonfirmasikan satu kapal perang AS lainnya berhasil menenggelamkan dua perahu milik perompak setelah menjawab permintaan bantuan dari kapal tanker kimia milik Jepang yang juga dibajak perompak.
Militer AS dalam pernyataannya, menyatakan insiden yang terjadi hari Selasa, menugaskan satu helikopter dari kapal penghancur USS James E. Williams untuk menyelidiki informasi dibajaknya sebuah kapal dan memerintahkan para perompak untuk meletakkan senjata.
Begitu melihat helikopter AS, para ABK kapal Dai Hong Dan mulai berani melawan para perompak. Pertarungan sengit pun pecah dan menyebabkan dua perompak tewas dan lima ditangkap. Sementara di pihak ABK kapal, tiga orang mengalami cidera serius.
“Saat kami mendapat permintaan bantuan, kami memberikan bantuan,” jelas Komodor Lydie Robertson, jubir Armada ke-5 AS dari Manama, Bahrain, seperti dilaporkan Associated Pres, Rabu (31/10). Jubir Pentagon Geoff Morrel menyatakan insiden itu tidak mengindikasikan militer AS mengambil tindakan lebih agresif terkait perompakan di perairan Somalia.
Sementara pemerintah Filipina menyatakan sembilan warganya termasuk di antara 23 anggota awak sebuah kapal tangki kimia yang ditahan oleh para perompak di Somalia. Wakil Presiden Noli de Castro mengatakan para anggota awak lainnya kapal berbendera Panama Golden Mori, yang diserang oleh para perompak, Minggu, adalah dari Myanmar.
De Castro mengatakan Departemen Luar Negeri sedangkan melakukan koordinasi dengan para pemilik Jepang kapal itu, kata pemerintah Jepang dan pihak berwenang pelayaran internasional untuk menyelesaikan krisis itu.
“Kami memantau dengan cermat krisis sandera di Somalia ini,” tambahnya. “Pemerintah akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin pembebasan dengan selamat sembilan pelaut Filipina itu.” Akan tetapi, De Castro mengakui bahwa tidak adanya pemerintah pusat di Somalia dapat merumitkan usaha-usaha untuk membebaskan para sandera itu.
Satu badan pengawas internasional dalam laporannya mengatakan serangan perompak di seluruh dunia naik 14 persen. Kasus perompakan terbesar terjadi di perairan Somalia dan Nigeria yang pengawasannya tidak ketat. Di Somalia saja perompakan naik jadi 26 kasus dari sebelumnya hanya delapan. Naiknya kasus perompakan di Somalia disebabkan pemerintah Somalia yang didukung pasukan Ethopia berhasil mengusir milisi Islam Desember silam. Demikian dikatakan Biro Maritim Internasional (IMB) yang berpusat di Kuala Lumpur seperti dilansir Associated Press.
Perompak kerap mengincar kapal-kapal yang sedang menjalankan misi kemanusiaan, seperti kapal MV Rozen yang dibajak Februari silam usai mengirim bantuan makanan ke timurlaut Somalia. Kapal dan ABK-nya baru dilepaskan dua bulan kemudian. (AP/WH/x)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.