3 Tersangka Pembom Madrid Divonis Bersalah, Dalangnya Dibebaskan
Madrid (SIB)
Seorang warga Mesir yang diduga dalang serangan pemboman di Madrid tahun 2004 yangmenewaskan 191 orang dinyatakan bebas oleh pengadilan Spanyol, namun memvonis bersalah 21 tersangka lainnya. Hakim pengadilan khusus anti-teroris, Javier Gomez Bermudez, mengumumkan dua warga Maroko, Jamal Zougam dan Othman el-Gnaoui, serta seorang warga Spanyol, Jose Emilio Suarez Trashorras, dinyatakan bersalah atas pemboman itu. Ketiganya divonis penjara sekitar 400 tahun.
Namun Rabei Osman Sayed Ahmed, salah seorang yang dituduh menjadi otak pemboman dibebaskan. Ahmed ditahan di Italia pada Juni 2004 dan didakwa menjalankan organisasi teroris. Sedangkan empat tersangka lainnya, Youssef Belhadj, Hassan el Haski, Abdulmajid Bouchar dan Rafa Zouhier, juga dibebaskan dari dakwaan pembunuhan. Namun mereka dinyatakan bersalah karena terlibat sebagai anggota organisasi teroris dan dihukum penjara antara 10 dan 18 tahun.
Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero menyambut baik keputusan tersebut, dengan mengatakan: “Hari ini keadilan telah ditegakkan dan kita harus memandang masa depan dengan memperkuat persatuan.†Para terdakwa memiliki waktu lima hari untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung Spanyol.
Sebanyak 28 orang diadili atas ledakan bom paku yang mengoyak empat kereta komuter, dan menewaskan 191 orang serta mencederai lebih dari 1.800. Semua terdakwa menyatakan diri tidak bersalah selama pengadilan yang berlangsung empat bulan.
Ada 28 terdakwa, termasuk seorang wanita diadili dalam perkara ini. Sebanyak 19 orang Arab asal Maroko dan 9 warga Spanyol didakwa dengan berbagai pasal, termasuk pembunuhan, pemalsuan dan persekongkolan untuk melakukan serangan teroris.
Empat orang keturunan Arab dinyatakan bersalah merencanakan dan melancarkan serangan dan dijatuhui hukuman masing-masing 30 tahun untuk setiap dari 191 orang yang tewas dan 18 tahun untuk masing-masing dari 1.841 korban terluka. Zougam merupakan orang pertama yang ditahan menyusul pemboman. Penangkapan Zougam berawal dari keberhasiln polisi Spanyol melacak nomor telepon yang digunakan untuk meledakkan kereta api.
Spanyol dikejutkan dengan meledaknya 10 bom di stasiun kereta api Madrid pada 11 Maret 2004. Sedikitnya 191 orang dari 13 negara tewas dan 1.841 lainnya cidera. Pemerintah Spanyol menuduh kelompok separatis Basque, ETA, berada dibalik serangan itu.
Namun bukti-bukti memperlihatkan kelompok radikal Muslim dalangnya. Mereka marah atas keputusan Spanyol mengirim pasukan dalam perang Irak pimpinan AS. Jaringan teroris Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden kemudian mengklaim sebagai pelaku pemboman. (AP/WH)




Komentar