usxii
Print This Post Print This Post

7.000 Warga Hadiri Silaturahmi Marga Sitompul se-Sumut di Tarutung

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on September 3rd, 2007

Tarutung (SIB)
Tidak kurang 7.000 warga menghadiri silaturahmi ‘Pomparan’ (Keturunan) Raja Toga Sitompul se-Sumatera Utara yang berlangsung, Sabtu (1/9), di Gedung Serba Guna Jalan Saul Lumbantobing Tarutung Taput. Acara yang berlangsung meriah dan sukses itu, sekaligus dirangkai dengan pelantikan Pengurus Marga Sitompul Bonapasogit dan formateur kepengurusan untuk Sumut.
Pantauan wartawan, warga yang menghadiri acara tersebut tampak meluber hingga keluar gedung yang berkapasitas 5.000 tersebut. Seluruh tribun terlihat penuh sesak, demikian juga dengan lapangan di tengah-tengah tribun.
Laporan panitia, semua perwakilan Marga Sitompul dari masing-masing daerah hadir. Di antaranya dari Medan, Pematangsiantar, Simalungun, Tobasa, Humbahas, Samosir, Labuhanbatu, Sibolga, Tapteng, Tapsel, Padangsidempuan, Tebingtinggi, Asahan dan lainnya.
Dari Taput sendiri, massa didominasi warga Pahae sebagai ‘bonapasogit’ marga Sitompul. Dengan mengendarai lebih seratus kendaraan roda dua dan empat, massa berkonvoi, dipandu petugas Dishub setempat.
Berbaur dengan ribuan massa, tampak para pengurus dan toko Sitompul, antara lain dr Hulman Sitompul, Romiduk Sitompul, Jumongkas Hutagaol (boru), Prof Dr Harun Sitompul, Mustofa Sitompul SE dan lainnya. Thema acara adalah, ‘Masiamin-aminan Songon Lampak Ni Gaol, Masitungkol-tungkolan Songon Suhat di Robean.
Selain makan bersama, hiburan, dan pegelaran paduan suara membawakan ‘Hymne Sitompul Boru Bere’ ciptaan S.Dis, beberapa perwakilan juga menyampaikan sambutan, diantaranya dari Sitompul Lumbantoruan, Lumbandolok, Siringkiron, dan Sibange-bange. Mewakili ‘boru, bere, ibebere’ disampaikan Jumongkas Hutagaol.
Hulman Sitompul dalam sambutannya sebagai Ketua Sitompul Kodya Medan mengatakan, tujuan pertemuan besar itu adalah untuk mempersatukan keturunan Raja Toga Sitompul, yang ingin dipecah belah oknum-oknum tertentu. Upaya pemecahan itu di antaranya dengan menggelar Mubes tandingan di Jakarta, menyaingi yang sudah disepakati di Medan.
“Jadi, apa yang mereka putuskan di Jakarta, tidak mengikat kepada seluruh ‘pomparan’ di Sumut, khususnya ‘bonapasogit’. Tapi kita tidak melupakan, bahwa mereka tetap Marga Sitompul. Prinsip boleh beda, tapi tetap bersaudara,” kata Hulman.
Sejalan dengan ini, Pdt Arif Sitompul yang memimpin kebaktian pembuka, dalam khotbah singkatnya menegaskan, perpecahan adalah musuh Tuhan. Dalam doanya, pendeta ini juga mendoakan, agar salah seorang keturunan Sitompul yaitu Romiduk Sitompul, diberi kesempatan untuk mengabdikan hidupnya kepada masyarakat.
NAMA PATORAS DIHAPUS
Tidak kalah pentingnya adalah, keputusan yang disampaikan seorang tokoh yaitu OP Sitompul, bahwa mulai saat itu, nama punguan marga ini di manapun, tidak lagi disebut dengan Patoras. Alasannya, ‘Pomparan Raja Toga Sitompul’ justeru tidak pas kalau disingkat jadi Patoras.
Sedangkan formateur atau ‘Tim 11’ untuk pembentukan kepengurusan tingkat Sumatera Utara, ditetapkan Mustofa Sitompul SE, Mayor (purn) H Sitompul, OP Sitompul, Kp Kasian Sitompul, Raja Induk Sitompul SH, Ir Althur Sitompul, Prof Dr Harun Sitompul, Martohap Sitompul, Jumongkas Hutagaol, Drs Sabar Sitompul, dan Huminsa Sitompul.
SELEBARAN GELAP
Menanggapi peredaran selebaran gelap terkesan melecehkan warga Pahae, Mustofa Sitompul menegaskan, bahwa itu merupakan penghinaan, sekaligus tantangan kepada warga Pahae untuk menunjukkan jati dirinya.
“Saya baca di selebaran itu ada tertulis, nggak mungkin ada putra Pahae yang mampu jadi bupati, karena berbagai kekurangan di bidang ekonomi dan pengalaman. Ini penghinaan. Apa benar Marga Sitompul nggak bisa jadi pemimpin, mari kita buktikan,” katanya.
CALON BUPATI
Pada kesempatan itu Romiduk Sitompul SH mendapat dukungan sebagai kandidat calon Bupati Taput periode mendatang. Untuk mencapai keberhasilan kepada warga Sitompul di Bonapasogit diminta agar satu tekad, satu pikiran untuk meraih kesuksesan.
Dr Hulman Sitompul SpOg dan Mustofa Sitompul SE menyampaikan kesan dan pesan mengajak turunan Raja Toga Sitompul memupuk suatu sikap kebersamaan menuju persatuan dan kesatuan. Sebab kunci keberhasilan adalah kebersamaan. “Tampakna do tajomna rim ni tahi do gogona”.
Juga tampil memberikan kata sambutan yang pada pokoknya menggalang persatuan dan kesatuan disampaikan oleh: Lukber Sitompul (mewakili Lumbantoruan), Hasian Sitompul (Lumbandolok), Marulak Sitompul (Siringkiron), Jasuhul Sitompul (Sibangebange) dan Jumongkas Hutagaol dari Medan mewakili boru, bere.
Usai makan bersama disampaikan susunan pengurus Punguan Raja Toga Sitompul, Boru, Bere periode 2007-2011. Penasehat: OP Sitompul (Ketua), anggotanya: Sarialam Sitompul, Polman Sitompul, Welman Sitompul, Eliap TM Sitompul/Mr Going, Kasian Sitompul, Wilman Sitompul, Purba Sitompul, Bosmi Sitompul dan Aman Sitompul.
Ketua: Raja Induk Sitompul SH, Wakil: Torang Sitompul, Hasiholan Sitompul, Harungguan Sitompul SPd dan Industan Sitompul SH, Sekretaris Drs Sabar Sitompul, Elimar Sitompul, Elianto Sitompul, Irwan Hutabarat SE dan Drs Eygman Sitompul. Bendahara: Satelit Sitompul, Mauliate Sitompul.
Dengan dilantiknya pengurus tersebut pengurus Sitompul Bonapasogit tersebut kepengurusan yang lama dengan nama Patoras (Parsadaan Toga Sitompul Tarutung) bubar, ujar OP Sitompul. (Rel/R8/T6/v)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.