Persiapkan Masa Depan Anak Melalui Gerakan Tobasa Menanam
Balige (SIB)
Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) mengajak seluruh masyarakat untuk mempersiapkan masa depan anak dengan program Gerakan Tobasa Menanam (GTM) yang tujuannya adalah untuk mempersiapkan masa depan anak dengan menanam pohon. GTM juga bertujuan sebagai upaya untuk mengatasi degradasi hutan.
Demikian dikatakan Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA saat pencanangan GTM di Desa Sigaol Barat Kecamatan Uluan Kabupaten Tobasa, Kamis (30/8). Dikatakannya, GTM merupakan terobosan Pemkab Tobasa guna mendukung percepatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Tobasa. “Kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam diharapkan dimulai dari lingkungan di sekitarnya, maka masyarakat menanam masing-masing dua batang pohon di pekarangan rumahnya,” ujar Monang.
Dikatakan, GTM itu merupakan gerakan moral dengan harapan dapat mengajak seluruh lapisan masyarakat agar berperan aktif dalam melaksanakan penghijauan pada lahan kritis, dengan menanam tanaman produktif seperti mangga, durian, petai dan alpukat. Untuk menyukseskan program GTM tersebut, Pemkab Tobasa menjalin kerjasama dengan Departemen Kehutanan, Lembaga Pendidikan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama. Penanaman pohon di sekitar lokasi tempat ibadah, sekolah dan fasilitas umum lainnya sekitar 7000 pohon telah dilakukan. “Oleh karena itu saya mengajak semua pihak agar mendukung pelaksanaan Gerakan Tobasa Menanam untuk mempersiapkan masa depan anak,” ujar Monang.
Plt Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Tobasa Ir Alden Napitupulu mengatakan, GTM sebenarnya telah dimulai pada 25 Mei 2007 di Dolok Tolong Kecamatan Balige. Sebagai kelanjutannya Dishutbun Tobasa melaksanakan penanaman pohon di seluruh kecamatan secara bertahap. Sebagai dukungan terhadap program Pemerintah Pusat melalui Departemen Kehutanan dalam melaksanakan RHL dengan luasan tertentu yaitu 25 hektar ke atas. Sedangkan untuk luasan 25 hektar ke bawah dilaksanakan Tobasa dengan program GTM dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Untuk pelajar mulai dari tingkat SD sampai SMA melalui motto Kecil Menanam Dewasa Memanen (KMDM),” ujar Alden Napitupulu.
Untuk mendukung program pelestarian alam tersebut, Pemkab Tobasa melalui Dishutbun menyediakan bibit secara cuma-cuma. Bibit itu akan dibagikan kepada masyarakat yang mau menanam di sekitar pekarangan rumah masing-masing. GTM itu juga ditujukan untuk penanaman pohon pelindung untuk mendukung Kota Balige menuju Kota Adipura. “Untuk Kota Balige telah kita tanam melalui Camat Balige sebanyak 400 batang pohon mangga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Monang Sitorus menyerahkan bibit kepada masyarakat, bibit tersebut berupa 1000 batang bibit aren, 500 batang bibit ingul, 500 batang bibit kopi dan 500 batang bibit mangga. (T11/m)




Komentar