Benda-benda Bersejarah Berusia Ratusan Tahun di Dairi Disimpan di Museum Sumbul
Sidikalang (SIB)
Beragam situs sejarah antara lain berupa batu bertulis aksara Batak kuno, sejumlah patung kuno berbentuk hewan dan batu bakar yang diduga berusia ratusan tahun akan disatukan dan disimpan di museum yang berbentuk rumah adat di Ganda Sumurung Pegagan Hilir III Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi yang saat ini memasuki tahap akhir pembangunan. Benda-benda bersejarah itu sebelumnya ditemukan warga setempat di persawahan kawasan Ganda Sumurung Desa Pegagan Hilir III, beberapa waktu lalu.
K Lingga, seorang warga, Jumat (31/8) kepada wartawan mengatakan, benda-benda bersejarah tersebut ditemukan telah hampir setahun, namun karena kurangnya pemahaman warga, penemuan itu dianggap hal yang biasa saja. Bahkan benda-benda itu dibiarkan begitu saja. Belakangan, setelah keturunan marga Lingga sebagai pendiri kampung itu berkumpul dan bermusyawarah, pada 2006 lalu diputuskan benda-benda milik leluhur marga Lingga itu dijaga dan dirawat.
Benda-benda berupa batu tertulis yang menyerupai bagian atas (tutup) makam kuno sepanjang sekitar satu meter, patung-patung gajah, manusia, angsa, babi (yang semuanya sudah tidak utuh lagi) dan batu bakar kuno kemudian diangkat dari persawahan dan dikumpulkan di sebuah lahan terbuka di pinggiran desa
Menurut sejumlah warga, lokasi di sekitar ditemukannya situs tersebut dulunya memang diketahui sebagai tempat pekuburan tua untuk keluarga besar Lingga. Lokasinya di bagian hulu dekat pinggiran Sungai Laekumbi, namun akibat perkembangan zaman dengan makin meluasnya pemukiman warga serta lahan pertanian, kawasan berhutan yang dulunya tempat pemakaman tua itu akhirnya tersentuh.
Sementara itu Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Dairi Drs Pardamean Silalahi didampingi staf J Sagala kepada wartawan, Jumat sore mengatakan, pihaknya memang menganggarkan pendirian bangunan semacam museum yang berbentuk rumah adat di Pegagan Hilir sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah itu. Bangunan itu masih dalam pengerjaan akhir dan diperkirakan selesai dalam waktu dekat ini.
“Itu merupakan salah satu upaya Pemkab Dairi dalam melindungi dan memelihara benda-benda bersejarah di daerah ini. Sebelum ini kita juga melakukan hal yang sama terhadap benda bersejarah Batu Sigadap berusia ratusan tahun di Silahisabungan,†ujar Silalahi.
Dia mengakui pertengahan Agustus kemarin tim dari Balai Arkeologi Medan turun ke Desa Pegagan Hilir III dan mengadakan penelitian atas benda-benda bersejarah yang telah dikumpulkan itu. “Hasil rincinya kita tidak tahu persis karena mereka yang menanganinya,†ujarnya saat ditanya wartawan tentang hal-hal teknis benda-benda bersejarah itu. (T14/m)




Komentar