Umat Kristen Jemaat GKPS Buntu Pane Asahan Kehujanan Melakukan Ibadah
Tanjungbalai (SIB)
Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan LSM Rapen (Rakyat Peduli Nasional) kota Tanjungbalai prihatin terhadap jemaat GKPS Buntu Pane Asahan yang melakukan ibadah kehujanan, karena penyetopan pembangunan gereja tersebut masih berlanjut, sesuai surat Camat Buntu Pane nomor 451.2/522 tertanggal 9 Mei 2007 yang ditandatangani Camat Buntu Pane Drs Rahimi Hasbi. Sehingga pihaknya mendesak agar Pemkab Asahan berpikir secara arif dan bijaksana dengan segera mengeluarkan izin bangunan gereja tersebut agar warga jemaat dapat beribadah dengan tenang dan aman.
Demikian dikatakan Wakil Sekretaris GAMKI Tanjungbalai Drs JP Purba dan pendiri LSM Rapen Tanjungbalai R Purba kepada wartawan SIB, Minggu (29/7) usai kunjungan dan kebaktian bersama dengan rombongan seksi Bapa GKPS Tanjungbalai ke GKPS Buntu Pane Asahan. Pada kebaktian tersebut rombongan GAMKI dan LSM Rapen serta seksi Bapa GKPS Tanjungbalai saat mengikuti kebaktian ibadah kehujanan karena kondisi bangunan gereja belum memadai akibat dilakukan penyetopan pembangunan olah Camat Buntu Pane Asahan.
Secara prinsip, GAMKI Tanjungbalai mengakui bahwa untuk pembangunan suatu gereja kini harus sesuai dengan keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri dan surat edaran Gubernur, namun seperti yang dilaporkan panitia pembagunan GKPS Buntu Pane Asahan bahwa keberadaan gereja di daerah itu sudah sejak tahun 1998 yang berlokasi di pinggir jalan besar di Desa Prapat Janji, namun akibat dihempang oleh OTK (orang Tak Kenal) gereja diganggu dengan hilangnya meteran listrik, seng dan lainnya maka lokasi gereja dipindahkan jauh dari pemukiman masyarakat.
Kini lokasi GKPS Buntu Pane Asahan berada di tengah-tengah kebun coklat milik warga kristiani jauh dari pemukiman masyarakat dan 100 meter dari gereja atau berbatasan coklat berdiri rumah pengantar jemaat GKPS Buntu Pane Asahan St JD Saragih SPd sedangkan radius 15 Km arah Mandoge baru ditemui pemukiman.
Melihat keberadaan lokasi GKPS Buntu Pane jauh dari pemukiman masyarakat hendaknya Pemkab Asahan lebih arif dan bijaksana untuk merealisasi izin bangunan kepada gereja tersebut, kata Drs JP Purba.
Pendiri LSM Rapen Tanjungbalai R Purba mengatakan, selain mendesak Pemkab Asahan mengeluarkan izin bangunan kepada gereja tersebut hendaknya warga gereja, panitia pembangunan GKPS Buntu Pane Asahan melakukan silahturahmi dan pendekatan terhadap masyarakat setempat karena kemungkinan adanya mis komunikasi antar warga gereja dengan masyarakat setempat. “Melakukan silahturahmi dengan masyarakat adalah cara terbaik untuk komunikasi dalam menyelesaikan permasalahan serta minta dukungan dari warga setempat mungkin jauh sebelumnya adanya mis komunikasi,†saran R Purba.
Dikatakan, setelah melakukan pendekatan dengan warga setempat diminta agar pimpinan tertinggi GKPS yakni Ephorus audensi dengan Gubsu Drs Rudolf Pardede dan Bupati Asahan Drs H Risuddin untuk membicarakan kejadian yang sebenarnya serta mencari solusi yang baik.
Ketua Panitia Pembangunan GKPS Buntu Pane Asahan St JD Saragih SPd dan Sekretaris Sy Jun Purba ketika ditemui SIB, Minggu (29/7) mengakui hingga kini pelaksanaan pembangunan GKPS Buntu Pane masih terhenti sesuai adanya surat penyetopan dari Camat Buntu Pane Asahan, namun pihaknya telah menyiapkan persyaratan yang diminta oleh Pemkab Asahan sesuai dengan keputusan bersama 2 menteri dan surat edaran Gubsu dengan minimal 90 KTP (Kartu Tanda penduduk) warga jemaat GKPS Buntu Pane. “Kini 86 KTP telah diperoleh dari jemaat tingga 4 KTP lagi masih dalam pengurusan, kata perangkat Desa Buntu Pane blangko habis, jadi hingga kini kami masih menunggu 4 KTP tersebut dan apabila 4 KTP telah selesai maka berkas persyaratan akan diserahkan kepada Pemkab Asahan,†ujar St JD Saragih SPd dan Sy Jun Purba.
Dalam pertemuan pada wartawan SIB, ketua pembangunan GKPS Buntu Pane Asahan St JD Saragih SPd dan Sekretaris Sy Jun Purba menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPRSU, GAMKI, Gereja-gereja, Partuha Maujana Simalungun (PMS), Ormas, LSM, tokoh masyarakat, Pemuda yang telah memberikan dukungan moral dengan menyuarakannya di harian SIB dan media lainnya dan mendoakan bapak DR GM Panggabean. “Kami panitia GKPS Buntu Pane Asahan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan moral dari DPRSU, DPRD Asahan dan Tanjungbalai, FSPA Tanjungbalai, GAMKI, gereja-gereja, PMS, Ormas, LSM, tokoh masyarakat dan pemuda yang telah menyuarakan di harian SIB dan media lainnya. Teristimewa kepada Pemimpin Umum Harian SIB bapak DR GM Panggabean kami doakan semoga panjang umur dan Harian SIB dapat tetap menyuarakan kebenaran sebagai senjata rakyat,†sebut Saragih dan Purba. (S19/t)




Komentar