Sungguh Biadab, Dua Anak umur 8 dan 4 Tahun Diperkosa Ayah Kandung dan 4 Saudaranya Secara Bergiliran di Tarutung
Tarutung (SIB)
Sungguh biadab,dua anak bocah dengan sadis diperkosa ayah kandung bersama tiga saudaranya di rumah kakek korban di Desa Hapoltahan Hutabarat Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara. Atas terjadinya peristiwa tersebut, Natalia boru Hutapea (30) Ibu si korban, langsung mengadu ke Polres Taput, Senin (30/7).
Kasat Reskrim Polres Taput AKP A Hia SH, Senin (31/7) kepada Wartawan membenarkan peristiwa tersebut dilakukan tersangka, ayah kandung korban sendiri dan paman korban. Kelima tersangka itu yaitu TH (18), RH (17), JH (17), SH (42) ayah kandung korban dan PH (52) penduduk Desa Hapoltahan Kecamatan Tarutung. Dua tersangka masing-masing JH dan TH yang sudah mengakui perbuatannya ditahan di Mapolres Taput. Namun di antara pelaku satu melarikan diri dan masih dalam pengejaran polisi, ujarnya.
Kasat Reskrim menyebut, perkosaan sadis itu dilakukan secara bergilir di rumah kakek si korban. Dari pengakuan tersangka JH dan TH, perbuatan itu dilakukan setelah mereka menonton VCD porno di suatu tempat. Begitu pulang ke rumahnya, langsung menarik korban berinisial R boru H (8) kelas II SD dan adiknya berinisial S boru H (4) ke dalam kamar. “Jelasnya, kasus perkosaan ini kita proses sesuai hukum yang berlaku. Sedangkan korban sudah divisum di RSU Tarutung dan hasilnya membuktikan selaput darah korban sudah rusak, ujar AKP A Hia.
Natalia boru Hutapea yang mendampingi kedua puterinya saat dimintai keteranganya di Sat Reskrim Polres Taput mengatakan, “Kedua puteri saya ini, sudah trauma karena peristiwa tersebut. Mereka harus diproses dengan hukum yang berlaku. Puteri saya ini (R boru H) masih duduk di bangku kelas II SD,†ujar boru Hutapea kepada Wartawan di Mapolres Taput.
Natalia boru Hutapea menjelaskan, selama ini hubungannya dengan suaminya (SH) kurang akur. Saya sudah tiga tahun pisah dengan suami. Itu karena saya tidak tahan lagi dipukuli suami. Maka saya pilih pulang ke rumah orangtua. Sementara anak kami ada lima, yang semuanya saya bawa. Namun sekitar bulan Maret 2007 lalu, suami datang lagi menjemput anak-anak. Saya percaya bahwa puteri kami akan dilindungi maka saya serahkan kepada bapaknya. Sekitar Mei 2007 kembali anak-anak diantar kakeknya,†katanya.
Perbuatan bejad itu, terungkap di saat dia memandikan mereka. Kedua puterinya tiba-tiba menjerit dan menyatakan supaya alat kelaminnya jangan dipegang. Malamnya langsung saya teliti dan membujuk mereka. Ternyata anak saya langsung mengakui sudah berulangkali diperkosa bapaknya dan pamannya, tutur boru Hutapea.
Disebutkannya, walau perbuatan bejat sudah diketahuinya namun belum melaporkannya ke Polisi karena uang tidak ada. Baru-baru ini, bapak anak-anak datang lagi menjemput untuk dibawa ke Desa Hapoltahan. “Kedua puteri saya menjerit-jerit dan merasa takut melihat kedatangan bapaknya. Karena takut perbuatan itu terulang lagi, saya langsung mengadu ke Polres Taput,†tutur Natalia boru Hutapea.
Hingga Sabtu petang, korban didampingi Ibunya masih dimintai keterangan di Sat Reskrim Polres Taput. (T6/t)




Komentar