Surya Tour
Print This Post Print This Post

Tawuran Terjadi di LP Cipinang, 2 Tewas dan Lima Luka-luka

Posted in Kriminal by Redaksi on Juli 31st, 2007

Jakarta (SIB)
Tawuran antar geng terjadi di LP Cipinang Jakarta Timur sekitar pukul 09.30 WIB, 2 orang tewas 5 lainnya luka-luka dalam tawuran ini.
Tawuran terjadi ketika 3 napi dari blok I yakni Syamsul Hidayat, Zulkarnaen Munthe dan Donal Sitanggang baru selesai serapan di aulan blok I LP Jakarta Timur. Namun tiba-tiba mereka didatangi sekitar 15 napi yang berasal dari blok berbeda. Perkelahian terjadi tidak seimbang, tikaman benda tajam dari pelaku pengeroyokan menewaskan Zulkarnael Munthe dan Syamsul Hidayat dengan usus terburai.
Petugas menemukan golok dan pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa Zulkarnaen dan Syamsul. Selain 2 tewas tawuran ini juga melukai 5 orang napi lainnya dan sejauh ini belum diketahui pasti penyebab tawuran tersebut.
Sementara itu jenazah Zulkarnaen dibawa ke RSCM Jakarta sekitar pukul 12.00 WIB. Zulkarnaen tewas di tempat kejadian, sedangkan Syamsul meninggal di rumah sakit Persahabatan. Tawuran ini terjadi diduga terkait antar suku.
Sedikitnya 450 polisi dari berbagai kesatuan termasuk Brimob sekarang ini berjaga-jaga di LP Cipinang. Mereka juga menyisir LP untuk mencari senjata tajam. Dilaporkan selain 2 napi tewas, 5 napi lainnya yang luka-luka sedang dirawat di RSCM dan rumah sakit Persahabatan. Menteri Hukum dan HAM Selasa siang sedang berada di rumah sakit LP Cipinang.
30-an Polisi Dikerahkan
Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang bikin geger 30-an polisi pun diterjunkan untuk mengamankan.
Seorang petugas LP Cipinang yang enggan disebut namanya membenarkan insiden itu. “Iya, barusan tuh,” kata seorang petugas LP Cipinang, Selasa (31/7), pukul 11.30 WIB.
Bentrokan yang terjadi itu merupakan bentrokan antar sel, antar suku atau antar geng. “Sudah biasa itu, ribut-ribut seperti itu. Gara-gara hal kecil aja bisa rame,” ujarnya.
Gara-gara Rebutan Kavling
Tawuran yang menewaskan 2 napi di LP Cipinang bermula dari rebutan daerah kekuasaan. Kedua geng memang kerap kali bertikai, namun baru kali ini terjadi korban tewas.
Dua geng yang bertikai ini masing-masing menempati sel di Blok C dan Blok F. Blok C kebanyakan dihuni napi dari Palembang dan Medan. Sedangkan Blok F kebanyakan dihuni napi asal Jawa.
Menurut salah satu saksi korban, Deni Setiawan (19), di RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (31/7), kedua geng sudah rebutan wilayah kekuasaan sejak lama. Namun bagaimana asal muasalnya, dia mengaku tidak tahu.
“Sudah lama saling berebut. Sudah beberapa kali berantem, tapi baru kali ini ada yang mati. Bagaimana awalnya, saya tidak tahu, yang pasti berantem karena rebutan wilayah,” kata Deni yang mengalami luka-luka di bagian tubuhnya.
Pisau Komando dan Pentungan Ditemukan di Sel LP Cipinang
Polisi langsung menyisir seluruh sel yang ada di LP Cipinang setelah tawuran antargeng. Dari penyisiran, polisi menemukan satu pisau komando dan satu pentungan rotan.
Senjata tajam hasil penyisiran itu lalu dibawa aparat untuk diselidiki asal muasalnya.
Tidak hanya senjata tajam, polisi juga mengamankan satu baju yang berlumuran darah.
Baju tersebut diduga milik korban tawuran antara napi Blok C dan Blok F yang terjadi usai makan pagi di Aula Blok I, LP Cipinang.
Napi penghuni Blok C yang kebanyakan berasal dari Palembang dan Medan memang sudah lama berseteru dengan napi Blok F yang kebanyakan dari suku Jawa.
Kalapas Cipinang Tak Tahu Napi Bisa Bawa Golok dan Pisau
Sementara itu Kepala Lapas Cipinang Joko mengaku tidak tahu dari mana senjata tajam yang digunakan para napi.
“Saya tidak tahu,” kata Joko singkat ketika ditemui di Lapas Cipinang, Selasa (31/7). Saat itu, Joko ditanya wartawan bagaimana golok dan pisau bisa berada di dalam LP.
Hingga pukul 14.13 WIB, aparat kepolisian masih berada di dalam Lapas untuk mengamankan tawuran ini. Sementara situasi di dalam LP sudah mulai terkendali. Para napi juga sudah mulai tenang.
Brimob-Reserse Diterjunkan Selidiki Tawuran di LP Cipinang
Asal muasal pemicu tawuran di LP Cipinang yang memakan 2 nyawa napi terus diselidiki. 1 Kompi Brimob, 1 SSK Samapta, dan 1 unit Reserse dikerahkan melakukan pengecekan.
“Petugas sudah ke sana untuk melakukan pengecekan,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol R Tarigan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/7).
Namun demikian, Tarigan belum mengetahui perkembangannya. “Mereka masih bekerja di lapangan,” ujarnya.
Slamet (48) dan Cak Monte (47) tewas di lokasi perkelahian di aula Blok I LP Cipinang. Tikaman yang bertubi-tubi membuat usus keduanya terburai.
Menkum HAM Tinjau LP Cipinang
Menkum dan HAM Andi Mattalata meninjau LP Cipinang menyusul tewasnya 2 narapidana saat tawuran antarblok.
Mattalata tiba di LP Cipinang, Jalan Bekasi Timur Raya, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (31/7) pukul 14.30 WIB.
Mattalata yang menumpang Toyota Camry RI 19 ini didampingi Dirjen Lembaga Pemasyarakatan Untung Sugiono dan disambut Kalapas LP Cipinang Djoko dan Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Robinson Manurung.
Mattalata ada di dalam LP sekitar 45 menit. Wartawan dilarang masuk ke LP dan hanya menunggu di luar tahanan.
Menkum HAM Minta Fanatisme Etnis di LP Cipinang Dicairkan
Ada 3 langkah yang diintruksikan Menkum HAM Andi Mattalata menyusul tawuran antargeng di LP Cipinang. Selain sweeping senjata, Mattalata meminta fanatisme etnis dicairkan.
Hal ini disampaikan Mattalata di LP Cipinang, Jalan Bekasi Timur Raya, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (31/7).
Mattalata meminta pihak Lapas membersihkan blok dari alat yang bisa digunakan menjadi senjata tajam.
“Kan banyak pintu masuk, itu bisa diintensifkan. Nah yang kejadian tadi, alat itu dari luar, bukan dibuat di dalam penjara. Saya akui ada kecerobohan, ada kesalahan,” kata Mattalata.
Kedua, Mattalata memerintahkan untuk mengidentifikasi di blok mana saja ditemukan senjata itu.
“Ini tidak mudah karena tiap blok diisi 100 hingga 200 orang. Itu tentu tidak mudah,” ujarnya.
Langkah terakhir, lanjut Mattalata, napi adalah orang yang bermasalah. “Saya minta semua ciri dan simbol tertentu seperti fanatisme etnis dicairkan,” cetusnya.
Apa Kalapas bakal dicopot? “Nggak sampai ke sanalah. Kasih kita identifikasi dulu. Kalau ketahuan siapa, langsung saya berikan sanksi,” sahut politisi Partai Golkar ini. (Detikcom/Metro TV/m)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.