Diduga Korban Pembunuhan Zulkarnaen Ditemukan Tewas di Asahan
Tanjungbalai (SIB)
Zurkarnaen (37) Warga Sei Merbau Kecamatan Teluk Nibung kota Tanjungbalai ditemukan warga tewas dan tergeletak di pinggir Jalan, Senin (30/7) sekitar pukul 19.00 WIB di Jalan Besar Bagan Asahan Desa Sei Apung Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan.
Korban diduga dibunuh karena pada tubuh korban terdapat tanda-tanda kekerasan di antaranya luka tusukan di bagian pelipis kiri, lika pada kening dan punggung.
Keterangan di TKP (tempat kejadian Perkara) menyebutkan, siang itu korban sengaja datang dari rumahnya Sei Merbau ke Sei Apung untuk menemui abangnya meminta bantuan keperluan rumah tangga. Abangnya memberikan beras 2 kg dan uang Rp10 ribu dan korban mengantarkan beras dan uang ke rumahnya. Sorenya korban terlihat di daerah itu dan berkumpul dengan teman-temannya.
Entah bagaimana, korban yang telah pisah ranjang dengan istrinya itu, usai azan Magrib ditemukan warga tewas di tepi Jalan bagan Asahan Desa Sei Apung. Mengetahui korban tewas membuat warga sekitar heboh sehingga lokasi penemuan mayat korban menghambat jalur lalu lintas dan warga melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi Bagan Asahan.
Bersama dengan kepolisian, warga masyarakat membawa mayat korban ke Puskesmas Sei Apung untuk diamankan. “saya dihubungi polisi sekitar jam tujuh lewat dan mengatakan ada mayat ditemukan di pinggir jalanâ€, ujar Kepala bagian Poliklinik Puskesmas Sei Apung Ali Bakti ditemui wartawan, Selasa (31/7) diruang kerjanya.
Menurut Ali Bakti, hasil pemeriksaan sementara di Sei Apung pada pelipis kiri terdapat luka diduga tusukan, kening luka lecet dengan panjang 1 cm dan lebar 1 cm dan pada punggung terdapat luka goresan panjang 3 cm dan lebar 1 cm. “Selanjutnya mayat korban dirujuk ke RS Kisaran dengan mobil ambulance milik Puskesmas Sei Apungâ€, kata Ali Bakti seraya mengatakan hanya keterangan tersebut yang diketahuinya.
diotopsi
Sumber di kepolisian menyebutkan, orang pertama yang menemukan korban tewas dengan posisi terlentang adalah warga yang sedang melintas. Penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan ke Pos Polisi Tanjung Balai dan Polres Asahan yang segera turun ke lapangan.
Dalam pemeriksaan sementara, ditemukan luka yang mencurigakan di tubuh korban di antaranya dada sebelah kiri memar, mata juga memar dan luka di bagian punggungnya. Diduga korban tewas akibat dianiaya oleh OTK yang saat ini masih dalam pengusutan Polisi.
Kapolres Asahan yang dihubungi SIB melalui Kasat Reskrim AKP Amri Z SH membenarkan penemuan mayat tersebut. Mayat telah dibawa untuk otopsi ke RSU Pematang Siantar guna memastikan penyebab kematiannya. Jika hasilnya korban tewas akibat penganiayaan Polres Asahan akan membentuk tim untuk mengusutnya. (S19/S12/j)




Komentar