unita
Print This Post Print This Post

Areal Perkebunan Sawit di Indonesia Kian Meluas, Swasta Kuasai 56 Persen

Posted in Ekonomi & Keuangan by Redaksi on Juli 31st, 2007

Medan (SIB)
Bisnis dan prospek perkebunan sawit di Indonesia ternyata semakin berkembang dan menjanjikan sehingga arealnya di seluruh penjuru Indonesia kian meluas dari tahun ke tahun, khususnya dalam dekade 10 tahun terakhir ini, yang mencapai total 5.972.000 hektare dan tersebar di 21 propinsi di Indonesia.
Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Pusat Erwin Syahril menyebutkan, pertumbuhan usaha perkebunan sawit dalam kurun waktu delapan tahun ini saja, menunjukkan tingkat rata-rata 10,74 persen di sektor perkebunan rakyat, 6,01 persen di sektor perkebunan swasta, dan 2,15 persen di sector perkebunan negara (PTPN—PTPN).
“Areal perkebunan sawit di Indonesia, dalam kurun 8 hingga 10 tahun ini memang terus berkembang dan kini menjangkau 21 propinsi. Tingginya angka pertumbuhan usaha perkebunan rakyat maupun swasta besar ini tak terlepas dari kebijakan otonomi daerah yang membuka peluang keleluasaan pemerintah daerah menerbitkan izin usaha perkebunan kelapa sawit,” katanya kepada pers di Medan, Senin (30/7).
Dia mengutarakan hal itu dalam dialog Potensi Dampak Kebijakan Perkebunan Sawit Terhadap Persaingan Usaha di Indonesia, yang diselenggarakan KPPU Perwakilan Sumut, yang dihadiri Wakil Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Propisi Sumut Rommel Sembiring dan sejumlah manajer usaha perkebunan swasta (PBSN), PTPN-PTPN di Sumut.
Dalam dialog yang kurang menarik bagi kebanyakan peserta itu, terungkap beberapa hal, seperti masalah kemitraan dengan pola perkebunan inti rakyat (PIR) yang dinilai rawan terhadap praktek monopsoni karena melanggar UU No.5 Tahun 1999 tentang larangan Praktek Monopoli. Ter ungkap juga soal potensi monopoli di sektor usaha ini karena praktek oligopolistik atas komposisi sepertiga dari total kapasitas produksinya hingga kini masih terkonsentrasi pada barisan pengusaha besar bisnis perkebunan tersebut.
Barisan pengusaha swasta besar yang masuk 5 besar (Top Five) dan kini menguasai 56 persen areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah: Raja Garuda Mas dengan luas kebun 467.000 hektar atau 8,36 persen dari total luas lahan, Wilmar Group 350.000 hektar (6,25 persen), Guthrie Bhd 288.000 hektar (5,16 persen), Sinar Mas Group 208.000 hektar (3,73 persen), dan Astra Agro Lestari 189.000 hektar atau 3,39 persen.
Areal terluas perkebunan sawit saat ini terdapat di daerah (propinsi) Riau, yaitu 1,3 juta hektar, disusul daerah Sumut sebagai areal terluas ke-2 dengan besaran 964 ribu hektar, Sumatera Selatan 532,4 ribu hektar, Kalimantan Barat 466,9 ribu hektar, dan Jambi seluas 466,7 ribu hektar.
Secara total, peningkatan atau perkembangan luas areal perkebunan sawit di Indonesia dalam tempo 10 tahun ini tampak jelas dari grafik mulai 1980 yang hanya 289.525 hektar, menjadi hampir enam juta (tepatnya 5.972.000) hektar pada tahun 2006 lalu. (M9/m)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.