9.000 Ibu Hamil di Indonesia Positif HIV
Jakarta (SIB)
Diperkirakan ada 9.000 ibu hamil positif HIV yang melahirkan setiap tahunnya di Indonesia. Jika tidak dilakukan intervensi apa-apa, setiap tahun bisa lahir 3.000 bayi positif HIV.
“Ancaman HIV/AIDS kini benar-benar sudah memasuki keluargaâ€, tutur Rohana Manggala, Asisten Kesejahteraan Masyarakat DKI Jakarta, saat membuka sosialisasi training of trainer (TOT) PMKR KHIBA tingkat DKI Jakarta, Rabu (4/7).
Karenanya, dia menilai perlunya upaya-upaya mencegah merebaknya HIV/AIDS ini. Pemda DKI sendiri telah mengembangkan program Prevention Mother Child Transmission (PMTCT) atau program pencegahan penularan dari ibu positif HIV/AIDS ke bayinya. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan risiko penularan antara 25 hingga 45 persen menjadi 2 persen.
Data Depkes hingga bulan Juni 2007 mencatat sekitar 2.000 penderita HIV/AIDS berasal dari Jakarta. Fakta ini telah menempatkan provinsi DKI Jakarta di urutan teratas tingginya kasus HIV/AIDS dalam skala nasional. Peningkatan kasus HIV/AIDS DKI Jakarta paling banyak disumbangkan oleh pengguna jarum suntik dari pecandu narkoba.
“Kalau dulu kasus HIV/AIDS selaku kata Rohana, maka bayi yang dilahirkannya pun bisa positif terkena HIV/AIDS. Selanjutnya, akan banyak lagi keluarga-keluarga yang terinfeksi virus HIV/AIDS. (PK/c)




Komentar