Membunuh 5 Pasien, Seorang Perawat di RS Jerman Dihukum Seumur Hidup
Berlin (SIB)
Seorang perawat berusia 55 tahun, Jumat, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, karena membunuh lima pasiennya di salah satu rumah sakit terbesar di ibukota Jerman, Berlin.
Irene Becker mengaku melakukan pembunuhan terhadap empat pasien dengan menggunakan obat, yang dapat menurunkan tekanan darah, namun dia menolak perkara pembunuhan yang dituduhkan terakhir.
Dia menyatakan bahwa tindakan itu dilakukan demi kebaikan pasien dan pengacaranya di pengadilan berdalih bahwa yang jahat adalah pembunuhan tak direncanakan. Korban Becker berusia antara 48 hingga 77 tahun.
Perkara Becker terungkap tahun lalu setelah dua petugas menduga pasien itu tidak meninggal secara wajar.
Puluhan ribu dokter asal Jerman dilatih di rumahsakit papan atas Charite di Berlin. Pada masa komunis, itu adalah salah satu klinik bergengsi di blok Soviet dan dimiliki pemimpin komunis.
Jaksa Thorsten Neudeck berkata dalam sidang bahwa Becker bermain-main dengan kematian dan kehidupan dalam sejumlah kejadian pada akhir 2005 hingga Oktober 2006 ketika dia ditangkap.
Jaksa sebelumnya menuntut dia atas delapan perkara pembunuhan, namun seorang pasien selamat dan dua kematian lain tidak dapat dibuktikan akibat obat itu.
Obat untuk menurunkan tekanan darah mengakibatkan ketegangan pembuluh darah dan menyebabkan detak jantung melambat. Penggunaan berlebihan dari obat itu dapat mengakibatkan detak jantung tidak beraturan.
Pada November tahun lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup pada seorang perawat pria, Stephan Letter (28 tahun), pembunuh berantai terburuk Jerman sejak Perang Dunia II, atas pembunuhan 28 pasiennya di rumahsakit di Sonthofen, Jerman selatan. (Ant/DPA/g)




Komentar