usxii
Print This Post Print This Post

Krisis Listrik Semakin Mengkhawatirkan

Posted in Tajuk Rencana by Redaksi on Juni 30th, 2007

Pemadaman aliran arus listrik secara rutin dan bergilir oleh PLN,semakin menandaskan bahwa krisis listrik semakin pasti dan nyata terjadi. Dan hal seperti ini sesungguhnya terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Derita panjang pun harus dialami oleh masyarakat selaku konsumen. Impian agar kebutuhan akan kecukupan arus listrik masih sesuatu yang amat jauh.
Semua kita sadar bahwa krisis listrik sedang melanda kehidupan kita. Namun, langkah konkrit untuk mengatasinya berjalan begitu lambat. Baik dalam rangka menambah pasokan energi listrik yang baru maupun merubah perilaku untuk memakai energi listrik secara hemat. Pertambahan sumber energi listrik berbanding terbalik dengan tingkat kebutuhan. Sementara kecanggihan teknologi yang prosesnya memanfaatkan energi listrik semakin bertambah.
Optimisme bahwa krisis listrik akan dapat teratasi manakala pemerintah dengan bantuan negara-negara donor akan membangun sejumlah pembangkit listrik yang baru. Salah satunya adalah PLTU Labuan Angin di Tapanuli Tengah (Tapteng). Diharapkan dalam waktu tak lama lagi, PLTU ini sudah dapat menyuplay kekurangan energi listrik di daerah ini.
Kita menyadari kebutuhan masyarakat akan energi listrik dalam menopang kehidupannya sehari-hari, yang kini sangat tergantung kepada ketersediaan listrik. Berbagai peralatan kantor dan kehidupan sehari-hari tidak bisa berjalan tanpa energi listrik. Akan tetapi, sialnya meningkatnya kebutuhan akan energi listrik tidak sebanding dengan persediaan yang ada. Akibatnya, krisis terjadi. Di beberapa daerah, Sumatera Utara misalnya, pasokan tetap bahkan cenderung menurun. Hal ini diakibatkan karena kapasitas produksi dari sumber energi listrik turun. Sementara industri-industri baru banyak berdiri.
Krisis listrik yang terjadi berawal dari adanya jarak yang cukup jauh antara kebutuhan dan kesanggupan masyarakat akan listrik dengan jumlah atau kuantitas ketersediaan listrik itu sendiri. Adanya kesenjangan ini mengakibatkan terciptanya “kompetisi” untuk mendapatkan kebutuhan akan listrik itu sendiri. Pertarungan dalam kompetisi ini kemudian diperparah dan terbentur oleh semakin terbatasnya kemampuan PLN untuk menyanggupi pasar kompetisi tersebut.
Bagi masyarakat awam, krisis listrik yang terjadi telah berimplikasi pada adanya pemadaman bergilir. Cara ini dianggap sebagai solusi terbaik (untuk sementara) dalam mengatasi problema ini. Akan tetapi, pemadaman listrik secara bergiliran, seperti misalnya di Kota Medan, bukanlah hadir tanpa membawa masalah.
Dalam kaca mata sederhana, kita bisa menarik kesimpulan bahwa adanya pemadaman listrik telah membuat beberapa sektor perekonomian menjadi terpengaruh. Jika aktifitas perekonomian mandek, maka produksi menurun. Katakanlah seorang tukang jahit tidak bisa lagi memanfaatkan seluruh waktu kerja yang ada karena ketidaktersediaan energi listrik. Jika produksi menurun, maka penghasilan juga ikut menurun. Inilah siklus yang menjadi problema lanjutan.
Berkaitan dengan itu, kita berharap bahwa krisis energi listrik yang kini sedang terjadi dapat segera diatasi. Sembari menunggu mega proyek yang sudah dicanangkan, bahkan beberapa pembangunannya sudah dimulai, ada hal-hal kecil yang harus kita lakukan dalam menanggulangi problema dimaksud. Misalnya tentang pelayanan. Pelayanan yang dimaksud adalah pelayanan yang bersifat umum. Artinya, masyarakat membutuhkan adanya pelayanan listrik yang kontiniu, tidak “terputus-putus” (baca: pemadaman). Ini menjadi masalah besar, manakala tidak ada komunikasi yang mantap antara pihak PLN dengan konsumen.
Krisis listrik kini semakin meresahkan masyarakat. Berbagai aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah elemen masyarakat di berbagai daerah tentang krisis listrik adalah salah satu buktinya. Bukan tidak mungkin, aksi-aksi seperti ini akan menjalar lebih cepat lagi, jika pemerintah pada umumnya dan PLN pada khususnya tidak sanggup membuat terobosan baru.
Motto PLN bahwa Listrik untuk kehidupan yang lebih baik kini dirasakan hanya sebagai jargon semata. Bagaimana listrik bisa membantu peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, sementara ketersediaannya pun masih mengalami banyak kendala. (*)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.