stmiksmxii
Print This Post Print This Post

Konsep Tapanuli Growth Berpihak Kepada Kepentingan Masyarakat

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Juni 30th, 2007

Tapteng (SIB)
Jika ada yang mengatakan bahwa program Tapanuli Growth adalah program pembangunan yang tidak menyentuh masyarakat, itu bohong besar dan pernyataan yang emosional serta bersifat tendesius.” Program Tapanuli Growth jusru kini sudah banyak dirasakan masyarakat , baik itu masyarakat Tapteng maupun masyarakat di luar daerah Tapteng yang telah mencicipi hasil pembangunan yang sudah nyata ini “, kata Bupati Tapteng melalui Ass II Rinto Alwi Simamora BBA didampingi Kabag Humas Drs Kapider Sirongringo kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (29/6) menanggapi adanya pernyataan salah satu LSM di Sibolga yang menyebutkan program Tapanuli Growth belum menyentuh masyarakat.
Dikemukakan Rinto Alwi, ribuan tenaga kerja baru yang sebagian besar berasal dari putra daerah telah tersalurkan diberbagai proyek strategis dan pembangunan Tapteng, seperti PLTA Sipan Sihaporas, PLTU Labuan Angin, pabrik dan perkebunan kelapa sawit di Sirandorung, Manduamas, Badiri, Sibabangun, dan berbagai perusahaan investor yang dirangkul Bupati Tapteng selama ini.
Selain itu, program-program Bupati yang telah direncanakan pun saat ini sudah mulai dinikmati masyarakat, seperti dibukanya berbagai jalan-jalan strategis di Tapteng, terealisasinya TPI di Labuan Angin, selesainya pembangunan pasar dan terminal di Aek Tolang, beroperasinya Bandara Dr FL Tobing di Pinangsori, berdirinya beberapa kawasan perumahan yang dibangun investor, dan berbagai kemajuan pembangunan di berbagai bidang yang sudah diraih Tapteng hingga saat ini, papar Rinto.
Selain itu, Pemkab dengan konsep Tapanuli Growthnya telah mampu membawa investor pembangunan di sektor pariwisata , khususnya terkait rencana pembangunan patung Anugerah di kawasan Bukit Anugerah, investor di bidang perikanan (ikan tuna) , perkebunan, dan berbagai program investasi yang sifatnya untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Tapteng dan sekitarnya, katanya.
Lebih lanjut dikatakan Rinto Alwi, khusus menyangkut pembukaan jalan strategis di Tapteng,masyarakat saat ini telah merasakan dampak positifnya secara langsung yang dibuktikan dengan melambungnya harga tanah masyarakat di lokasi pembukaan jalan baru, padahal dulunya tanah masyarakat didaerah tersebut nilainya sangat rendah, ujarnya.
Terkait pembangunan di bidang pertanian, khususnya di bidang irigasi, Rinto Alwi mengutarakan, tahun ini APBD Tapteng telah di alokasikan Rp 7, 5 M lebih untuk pembangunan irigasi tersebut dan telah mengangkat 70 tenaga kerja baru yang berasal dari masyarakat setempat yang bertugas sebagai tenaga memelihara irigasi di Tapteng.” Tidak benar kalau masih ada yang mengatakan kalau Pemkab tidak peduli dengan masyarakat petani “, katanya seraya menyebutkan, bahwa Pemkab selama ini juga telah menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani, UKM nelayan melalui program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, selain memberikan bantuan pada kepada siswa-siswi berprestasi di tingkat SLTP, SMU dan perguruan tinggi.
Dia menambahkan, masalah tindak lanjut pembangunan Jalan Tampah –Poriaha, Pemkab saat ini masih terus melakukan pengerjaannya.Bahkan, pemerintah pusat dan propinsi berdasarkan kesepakatan bersama kerjasama 3 Kabupaten/Kota di Sumut tanggal 30 Maret 2007, telah sepakat menjadikan Jalan Rampah-Poriaha sebagai jalan alternatif meluruskan Jalan Sibolga-Tarutung yang penuh dengan tikungan dan melelahkan para pelaku bisnis dan pengguna jalan raya.” Mudah-mudahan tahun 2008, Pemerintah Pusat melalui dana APBN akan meneruskan pembangunan jalan Rampah-Poriaha “, katanya seraya mengakui bahwa saat ini pihaknya sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat. (T4/g)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.