Kekejian Terhadap TKW Indonesia Kembali Terjadi
Sukabumi (SIB)
Kekejian terhadap TKW asal Indonesia kembali terjadi. Kali ini menimpa Sri Heniawati (21). Selama 16 bulan, Sri disekap majikannya tanpa bayaran sepeserpun.
Kisah tragis itu dituturkan Eti Kurniati, ibunda Sri, kepada detikcom dan sejumlah wartawan lainnya di rumahnya RT 01 RW 03 Kampung Salamanja, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis.
Menurut Sri, sejak pergi ke Malaysia 16 bulan yang lalu, anaknya tidak pernah memberi kabar sekali pun. Baru pada Jumat 15 Juni lalu, Sri bisa menghubungi keluarga di kampung halaman.
“Saat itulah anak saya cerita soal penderitaannya. Dia menelepon saat semua majikannya tidak ada. Dia mengaku seriang dianiaya dan hanya diberi makan 1 kali dalam sehari,” tutur Eti sambil menangis sedih.
Sri melanjutkan, dalam teleponnya Sri juga kerap mendapatkan hukuman jika melakukan kesalahan. Mulai dari caci maki hingga berbagai siksaan badan. Bahkan dia pernah didorong dari tangga hingga tangan bengkak.
“Sri bilang mulai kerja mulai pukul 04.00 WIB hingga tengah malam. Sering juga dia harus tidur di teras rumah majikannya. Jangankan beristirahat, salat saja dia nggak sempat, bahkan dilarang,” tutur Eti.
Menurut Eti, anak pertamanya tersebut bekerja di daerah Bintagor. Majikannya bernama Mt Most dengan alamat PO BOX 20696508 Bintagor.
“Dia tidak boleh menerima telepon dari siapa pun. Dia juga bilang diancam akan disiksa kalau berani melarikan diri,” ungkap Eti sambil menghapus air mata yang jatuh di pipinya.
Eti sama sekali tidak menyangka mimpi anaknya mengejar kehidupan layak bagi keluarga berbuah petaka. Eti bingung harus mengadu kemana agar bisa membawa anaknya pulang.
Keluarga Eti tinggal di rumah, mungkin lebih tepat disebut gubuk, yang sangat sederhana. Di dalamnya hanya terdapat satu buah kamar dengan lantai tanpa keramik. Keluar Eti memang paling miskin dibanding warga lainnya.
Sri Pergi Lewat Jalur Ilegal
Eti Kurniati, ibu Sri Heniawati (21), TKW yang disekap di Malaysia, bingung kepada siapa mengadukan nasib anaknya. Sebab anaknya berangkat ke Malaysia secara ilegal.
“Anak saya pergi ke Malaysia lewat Entikong (Kalimantan Barat),” kata Eti di rumahnya RT 01 RW 03 Kampung Salamanja, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis.
Eti menjelaskan, Sri berangkat ke Malaysia setelah dijemput seorang wanita berinisial S. Wanita ini tidak lain adalah guru Sri semasa duduk dibangku SMP.
“Dia berangkat 16 bulan lalu dijemput S. Saat itu sebenarnya Sri sedang sakit, tapi dia tetap berangkat ke Kalimantan,” tutur Sri.
Karena itulah Sri mengaku bingung kepada siapa harus menanyakan nasib anaknya. Dia takut kalau anaknya semakin sengsara di negeri Jiran.
Ahmad (51), ketua RT setempat membenarkan kalau Sri berangkat ke Malaysia lewat jalur ilegal. Namun Ahmad tidak tahu kapan tepatnya Sri meninggalkan kampung halamannya.
“Saya hanya tahu kalau Sri saat ini berada di Malaysia,” tutur Ahmad.
Sri adalah TKW asal Indonesia yang mengaku disekap oleh majikannya warga Bintagor Malaysia. Hal itu diungkapkan Sri saat menelepon keluarganya Jumat 15 Juni lalu. Sri bisa menelepon saat majikannya tidak ada.
Saat itulah Sri menceritakan segala penderitaanya kepada ibundanya. Sri mengaku selama 16 bulan bekerja di Malaysia tidak mendapatkan gaji. Dalam sehari dia hanya diberi makan sekali dan kerap mendapat siksaan fisik.
Sponsor Sri Minta Rp 7 Juta
Segala upaya dilakukan Eti Kurniati, ibunda Sri Heniawati, TKW yang disekap di Malaysia, untuk menemukan anaknya. Termasuk mencari pihak yang memberangkatkan Sri.
Usaha Eti akhirnya tidak sia-sia. Lewat bantuan seseorang, akhirnya dia mendapatkan nomor telepon orang yang diduga sebagai sponsor kepergian Sri ke Malaysia.
Orang tersebut adalah pria yang biasa dipanggil Pian, warga Entikong, Kalimantan Barat (Kalbar). Dia memang dikenal sebagai ‘penyalur’ TKW ke Malaysia secara ilegal.
Namun sayang seribu sayang. Jawaban yang diterimanya dari Pian sangat mengejutkan. Sri tidak mungkin memenuhi permintaan pria tersebut.
“Pak Pian minta kepada saya membayar Rp 7 juta kalau mau Sri pulang. Dari mana saya punya uang sebanyak itu,” tutur Sri sambil terisak-isak menahan tangis.
Sri adalah TKW asal Indonesia yang mengaku disekap oleh majikannya warga Bintagor Malaysia. Hal itu diungkapkan Sri saat menelepon keluarganya Jumat 15 Juni lalu. Sri bisa menelepon saat majikannya tidak ada.
Saat itulah Sri menceritakan segala penderitaanya kepada ibundanya. Sri mengaku selama 16 bulan bekerja di Malaysia tidak mendapatkan gaji. Dalam sehari dia hanya diberi makan sekali dan kerap mendapat siksaan fisik. (detikcom/x)




Komentar