Balon Gubsu Laksamana Muda TNI H Herry W Marzuki Dukung Pembentukan Propinsi Tapanuli
Pematangsiantar (SIB)
Laksamana Muda TNI H Herry W Marzuki yang sudah berniat maju menjadi balon Gubsu 2008-2012 mendukung pembentukan Propinsi Tapanuli asalkan proses pembentukannya sudah sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, demi percepatan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan minta kepada instansi terkait untuk tidak mempersulit.
Dukungan tersebut disampaikannya menjawab pertanyaan RPS Janter Aruan SH ketua Komisi II DPRD Siantar menanggapi pembentukan Propinsi Tapanuli dimana DPRDSU sempat didatangi puluhan ribu masyarakat yang minta agar segera memberikan rekomendasi dan adanya anggota DPRDSU yang membenturkan Protap dengan isu SARA.
Selain itu Janter Aruan SH juga mempertanyakan rumor pembentukan Propinsi Sumatera Timur dan daerah lainnya pada acara malam keakraban yang diselenggarakan Sabtu (23/6) di kediaman Ketua Partai Buruh Kota Siantar yang juga Ketua PATAMBOR (Parsadaan Toga Manurung dan Boru) Siantar - Simalungun EB Manurung SH Jl Farel Pasaribu 51 P Siantar yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, purnawirawan TNI-AD, pemuda, buruh dan wiraswasta.
Herry anak Medan kelahiran 12 Januari 1953 putra mantan Dan Rindam I/BB H Marzuki Erman (Alm) dengan tegas mengatakan usulan pembentukan Propinsi Tapanuli adalah murni aspirasi masyarakat yang harus didengar, jangan dihalang-halangi, kalau sudah sesuai dengan mekanisme berarti itu mudah, kenapa harus dipersulit.
Sedangkan adanya isu kepala daerah seperti Gubsu, Bupati/Walikota yang alergi menanggapi pemekaran, Herry mengatakan, Gubsu, bupati dan walikota bukanlah raja. Dia mengatakan para pejabat harus sadar bahwa dia adalah sebagai pelayan karena itu tak perlu takut berkurangnya wilayah kekuasaan demi kepentingan masyarakat.
Pria yang sudah mengecap pendidikan di Inggris dan Jerman itu lebih jauh mengatakan, para pemimpin harus berfikir dengan realita dan berpihak kepada masyarakat banyak. Jika ada masalah sulit adalah tugas pemimpin untuk mempermudah, jangan sebaliknya masalah mudah malah dipersulit. Membenturkan pembentukan Propinsi Tapanuli dengan isu SARA adalah pikiran yang sangat dangkal namun dia mengingatkan jangan sampai pembentukan propinsi Tapanuli itu menjadi kepentingan politik dari oknum-oknum tertentu termasuk dalam pembagian “kue†jabatan.
Menyahuti ragam pertanyaan yang diajukan peserta, Herry yang telah bertugas 32 tahun di AL menjelaskan niat untuk maju menjadi Balon Gubsu 2008-2012 tidak dapat ditawar lagi dan rela meninggalkan jabatannya sebagai Asisten Personil Kasal dengan resiko apapun.
Dia mengatakan tujuan menjadi Gubsu tidak didorong oleh ambisius pribadi melainkan semata-mata untuk membaktikan diri kepada bangsa dan negara khususnya Sumatera Utara. Saya komit dan konsisten membangun Sumatera Utara lima tahun ke depan, untuk itulah saya mengunjungi daerah-daerah untuk sosialisasi mendengar “jeritan†masyarakat akar rumput, apakah itu petani, buruh, nelayan, wiraswasta bahkan pegawai negeri agar mereka yang merasa terpinggirkan menemukan kembali jati dirinya.
Ditanya tentang isu perahu yang akan membawanya sebagai Balon, yakni Partai Demokrat, PNBK dan Partai Buruh, Herry membantahnya. Itu hanya isu, saya belum berfikir ke arah itu. Cuma saya punya keyakinan bakalan ada partai yang berkenan menjadi “kapal tumpangan†sebab jika saya memang dinilai jujur, komit dan konsisten menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dan memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak, Parpol sebagai institusi penilai pasti ada yang mau menerima saya.
Malam keakraban diakhiri dengan pemberian cendera mata berupa ulos dari keluarga EB Manurung SH kepada Laksda TNI H Herry W Marzuki dan bersalam-salaman. (S7/S22/c)




Komentar