unita
Print This Post Print This Post

Uni Eropa : DNI Dapat Rugikan Indonesia

Posted in Ekonomi & Keuangan by Redaksi on Juni 27th, 2007

Jakarta (SIB)
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Jean Breteche menganggap daftar negatif investasi (DNI) yang tengah disiapkan pemerintah Indonesia malah akan merugikan pemerintah Indonesia sendiri karena akan membatasi investor asing yang bisa masuk.
“Jika terlalu diproteksi Indonesia akan menjadi negara tertutup. Anda tidak akan memperoleh keuntungan dari investor dan teknologi asing,” kata Breteche di sela - sela seminar tentang kemitraan swasta dan pemerintah (PPP/Public Private Partnership) di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan Indonesia harus berhati-hati dalam membatasi kerjasama antara perusahaan asing dengan pemerintah.
Breteche mengaku pihaknya belum tahu mengenai sektor yang menurut mereka jangan ditutup. “Kita lihat dulu bagaimana peraturannya,” lanjutnya.
Ditanya tentang kemungkinan pembentukan kesepakatan perdagangan bebas (FTA/Free Trade Agreement) dengan Indonesia, dia mengatakan Uni Eropa memang akan mengajukan proposal terkait hal tersebut tidak hanya dengan Indonesia, namun dengan Negara ASEAN lainnya.
“Kita akan memulai negosiasi tapi prosesnya panjang karena butuh banyak diskusi untuk melakukan adaptasi,” katanya.
Menurutnya situasi di masing - masing Negara ASEAN berbeda sehingga pihaknya ingin mengajukan proposal kepada masing - masing Negara ASEAN.
“Negara di ASEAN ini berbeda - beda dibanding Eropa. Eropa memiliki tingkat yang sama tapi di ASEAN, antara Laos dan Brunei, Myanmar dan Filipina, Singapura dan Indonesia sangat berbeda, jadi tidak mudah untuk negosiasi.
Disinggung mengenai kelanjutan pembicaraan perdagangan forum organisasi perdagangan dunia atau WTO, Breteche menjelaskan Uni Eropa tidak keberatan untuk menurunkan subsidi ekspor bagi produk pertanian dan subsidi dalam negeri agar produk ekspor dari negara berkembang bisa masuk.
“Tapi ini harus dilakukan secara bersamaan karena Uni Eropa tidak sendirian di pasar,” kata Breteche.
Ia menambahkan kalau Eropa menurunkan subsidi tetapi negara- negara besar yang lain tidak ikut serta, itu akan menyebabkan terjadinya distorsi di pasar. “Kita kan juga punya petani untuk didukung dan diproteksi,” katanya. (Ant/n)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.