Hotel GM
Print This Post Print This Post

Kepala Sekolah Menjadi Budak-Budak IBBI

Posted in Pembaca Menulis by ptsreformasi on Juni 26th, 2007

Dari : charles lo (ch4r135_10@yahoo.co.id)

Saya sangat gembira bahwa alumni yang masih perduli terhadap mutu pendidikan di IBBI. Selaku mahasiswa yang baru menginjak semester 2 di IBBI merasa ada yang kurang beres, karena saya masuk IBBI atas saran kepala sekolah yang mengatakan IBBI sekarang ini adalah perguruan tinggi yang terbaik, jadi dikarenakan saran-saran yang terus menerus tanpa merasa curiga saya masuk IBBI.
Bulan 2 yang lalu, setelah kepala sekolah saya pulang dari tour yang dilakukan IBBI kepada kepala sekolah dari berbagai sekolah, disana saya baru mengetahui bahwa kepala sekolah yang berangkat itu merupakan kaki tangan dari IBBI untuk membujuk siswanya.
Betapa buruknya sikap kepala sekolah mau menjadi budak-budak IBBI untuk mencari siswanya sebanyak 20 – 25 orang baru dapat berangkat tour ke luar negeri dan menurut informasi yang saya terima dari guru-guru saya di SMA bahwa kepala sekolah diberikan Rp. 200.000 – Rp. 300.000/ mahasiswa. Yang tidak enaknya kepala sekolah takut ketahuan juga memanfaatkan guru-gurunya sebagai calonya pencari siswa. SUNGGUH BEJAT

Jadi kepala sekolah berangkat dengan uang kuliah yang saya bayarkan ke IBBI, yang membuat saya benci sekali kepada kepala sekolah yang selama ini saya anggap paling baik dan bersih ini mau menerima uang tersebut sebagai uang saku disana. Saran saya kepada Yayasan sekolah untuk menindak perbuatan kepala sekolah yang kurang terpuji ini, janganlah menjadi budak-budak orang.
Sekarang IBBI ketahuan melakukan tindakan yang melanggar peraturan perguruan tinggi, hingga-hingga bisa ditutup oleh pemerintah, jadi saya dan mahasiswa yang lain ini gimana nasibnya. Gara-gara kepala sekolah lah saya menjadi korban dan sampai hati menjual siswanya sendiri demi dapat berangkat dan uang saku.
Saran saya pada semua orang janganlah menjadi korban berikutnya, dan kepada kepala sekolah perbuatan dosa kalian akan mendapat balasan yang setimpal.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.