Protes dari Salah Satu Alumni STIE & STMIK IBBI
“hendra hen” <4nt1.h3ndr4@gmail.com>
Saya alumni STIE & STMIK IBBI yang diwisuda 2006, setelah bekerja saya baru mengetahui kejanggalan yang dibuat STIE & STMIK IBBI selama ini, hal ini saya ketahui dari teman sekerja yang kuliah di perguruan tinggi lain, sehingga saya merasa tertipu dan kesal atas perbuatan mereka, berikut kejanggalan tersebut :
1. Penyebabnya adalah Discount Uang Kuliah tersebut sampai 65%, maka jumlah pertemuan matakuliahnya juga Discount.
Contoh : Mata kuliah Akuntansi seharusnya 4 SKS (1 SKS = 50 Menit) jadi 4 SKS = 200 Menit/ minggu, sedangkan dalam pelaksanaan kuliahnya hanya 100 Menit/ minggu (2 SKS), sehingga materi kuliahnya hanya ½-nya saja yang dipelajari, 4 SKS diatas dipergunakan hanya untuk menghitung IP.
2. Izin Dirjen Dikti untuk Program Studi adalah Manajemen, tetapi di Brosur atau media iklan lainnya tertulis Manajemen Pemasaran & SDM, berarti Program Studi tersebut TIDAK SESUAI IZIN-nya.
3. Bekerjasama dengan Nottingham Trent University dalam sehingga lulusannya Double Degree, tetapi Nottingham Trent University tidak pernah dilaporkan ke Dirjen Dikti, jadi Sertififkatnya tidak sah.
4. Setelah saya telusuri Laporan Evaluasi pada Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, bahwa STIE & STMIK IBBI tidak pernah melaporkan Laporan SK-034 tiap semester berupa data mahasiswa, nilai ujian, dosen dan lainnya ke Kopertis Wil. I NAD-Sumut, sehingga jumlah mahasiswa aktif tercatat 0 dan Dosen Tetap + DPK 0, dengan demikian mahasiswa tidak tercatat di Kopertis Wil. I NAD-Sumut apalagi Dirjen Dikti sehingga kelulusan saya dengan teman-teman tidak sah.
5. Dan banyak lagi kejanggalan lainnya.
Ini merupakan suatu kebohongan publik yang sangat membahayakan generasi muda dalam membangun anak bangsa di Indonesia.
Yang menjadi keheranan saya disini, Kenapa Kopertis Wil. I NAD-Sumut tidak menindak/ saksi terhadap tindakan dari STIE & STMIK IBBI …. ?????, malah diam seribu bahasa … !!!!
Diharapkan keluhan saya selaku alumni yang dibohongi selama ini, menjadi perhatian Kopertis Wil. I NAD-Sumut, Dirjen Dikti, BAN PT dan masyarakat luas, sehingga kasihan adik-adik mahasiswa saya yang tidak tahu apa-apa dengan tindakan mereka ini.




Komentar