stmiksmxii
Print This Post Print This Post

Hari Lahir Pancasila Diusulkan Diperingati Secara Nasional

Posted in Berita Utama by Redaksi on Juni 2nd, 2007

Blitar (SIB)
Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni diusulkan diperingati secara nasional, baik di sekolah maupun instansi lainnya.
“Sudah sepantasnya, Hari Lahir Pancasila ini diperingati secara nasional,” kata Walikota Blitar, Djarot Saiful Hidayat usai memimpin Grebeg Pancasila untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Jumat.
Ia mengaku, sudah lama mengusulkan Hari Lahir Pancasila itu diperingati secara nasional, namun sampai sekarang belum mendapatkan respon dari pemerintah pusat.
“Meskipun usulan kami belum mendapatkan respon, paling tidak setiap sekolah dan instansi pemerintah bisa menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila ini,” ujar kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Djarot juga mengajak beberapa kepala daerah di seluruh pelosok Nusantara untuk menggelar acara memperingati Hari Lahir Pancasila ini, sehingga kesannya tidak hanya diperingati di Blitar saja.
Ia menambahkan, hari lahirnya ideologi rakyat Indonesia itu perlu dilestarikan semua pihak, termasuk para generasi muda untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang sekarang ini sudah mulai luntur.
Sementara Koordinator National Integration Movement (NIM), Ni Wayan Suriastini, menuturkan, sekarang ini bangsa Indonesia sedang mengalami krisis kesadaran akan budaya bangsanya sendiri dengan melupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
“Karena itu, kami berharap peringatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap Ibu Pertiwi yang belakangan ini mengalami kemerosotan, akibat fanatisme kelompok yang berlebihan,” ujar Suriastini selaku pendukung acara yang dilangsungkan di Makam Bung Karno itu.
Menurut dia, munculnya berbagai kelompok kepentingan saat ini telah melunturkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
“Lihat saja, sekarang ini sudah banyak upaya-upaya untuk menolak Pancasila sebagai ideologi negara. Hak asasi manusia juga diabaikan, demikian dengan persatuan dan kesatuan sudah mulai menghadapi ancaman dengan munculnya gerakan-gerakan separatisme,” paparnya mencontohkan.
Ia berpendapat, Pancasila sebagai saripati budaya Nusantara dapat mempersatukan segala bentuk perbedaan. Hal inilah yang menggugah kesadaran Bung Karno untuk menggali nilai-nilai budaya itu.
NIM yang anggotanya merupakan gabungan dari berbagai profesi yang tersebar di Jakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, dan Kediri itu, mendukung usulan Walikota Blitar agar Hari Lahir Pancasila diperingati secara nasional setiap tanggal 1 Juni.
Sebagai tindak lanjut dalam upaya menumbuhkan nasionalisme masyarakat, NIM bersama tokoh spiritual lintas agama Anand Krishna akan mencanangkan Hari Bhkati Bagi Ibu Pertiwi di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada 1 September mendatang.
RIBUAN WARGA PERINGATI HARI LAHIR PANCASILA DI MAKAM BUNG KARNO
Ribuan warga masyarakat dari berbagai daerah memperingati Hari Lahir Pancasila di kompleks Makam Proklamator RI Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Jumat.
Sejak pagi, warga berjejer di pinggir-pinggir jalan menuju ke kompleks Makam Bung Karno untuk menyaksikan iring-iringan rombongan delman yang mengangkut para pejabat dan tokoh masyarakat Kota dan Kabupaten Blitar.
Tepat pukul 10.30 WIB, iring-iringan pejabat dan tokoh masyarakat memasuki kompleks makam Presiden Pertama Republik Indonesia itu, untuk memulai acara Grebeg Pancasila.
Dalam ritual yang dibawakan dalam adat dan Bahasa Jawa itu, Walikota Blitar, Djarot Saiful Hidayat menyerahkan prasasti naskah Pancasila kepada Bupati Blitar, Harry Noegroho.
Setelah itu, kedua pejabat tersebut menaburkan bunga di atas pusara Bung Karno dan anggota keluarganya yang dimakamkan di Dusun Bendogerit, Kelurahan Sanan Kulon, Kota Blitar.
Beberapa saat kemudian, tiga gunungan besar yang terdiri dari beberapa jenis makanan dan hasil bumi yang tadinya digrebeg bersama para pejabat itu, dikeluarkan dari kompleks makam.
Para orang tua, anak-anak, dan kalangan remaja yang dari tadi menunggu di luar kompleks Makam Bung Karno, langsung menyerbu tiga gunungan besar itu, hingga ludes.
“Kami sangat gembira melihat antusiasme warga masyarakat dalam merayakan Hari Lahir Pancasila ini,” kata Djarot Saiful Hidayat di tengah-tengah serbuan masyarakat yang berebut gunungan itu.
Menurut dia, hal ini menunjukkan bahwa warga masyarakat, khususnya di Blitar masih menjunjung tinggi Pancasila yang konsep dasarnya digali oleh Bung Karno selaku pendiri republik ini.
Usai doa bersama yang dibawakan oleh beberapa tokoh dari berbagai agama, acara dilanjutkan dengan pesta musik ala kadarnya dengan irama riang yang sairnya mengajak warga masyarakat untuk tetap melestarikan Pancasila.
Kendati sangat sederhana, namun serangkaian acara Grebeg Pancasila yang berlangsung hanya sekitar dua jam itu, tetap meriah. Wisatawan dan para peziarah dari beberapa daerah di Indonesia tak melewatkan momen penting itu.
Acara Grebeg Pancasila itu, selalu diperingati setiap tahun di Blitar, tepat pada Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni. (Ant/t)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.