Dari Tanaman Teh ke Kelapa Sawit, Kabun PTPN IV Bah Birung Ulu Peroleh Bendera Emas Tahun 2007
Laporan : Hasudungan Siahaan
Kebijakan top PTPN IV memutuskan, tanaman teh unit kebun Bah Birung Ulu dikonversi menjadi tanaman sawit. Dan, untuk mencapai hasil optimal dalam arti luas, aset terbesar yaitu SDM (Sumber Daya Manusia) sebagai pengelola usaha diminta harus dilindungi.
SDM yang bermutu, baik kemampuan bekerja, pengetahuan dan pemahaman serta mengenali tabiat jenis tanaman yang diurus akan mengurangi pemborosan biaya produksi. Muaranya meningkatkan produktivitas memberikan konstribusi terhadap keuntungan perusahaan.
Menurut Ketua I SMK3 (Sistem Manejemen Keselamatan Kesehatan Kerja) Kebun Bah Birung Ulu Afrizal, Rabu (30/5) pembinaan dan perlindugan keselamatan kerja karyawan melalui kegiatan SMK3 telah menunjukkan hasil positif mendukung kemajuan usaha. Dan, kegiatan sosial secara internal telah mendapat penilaian baik secara eksternal yang dilakuan pihak Scofindo (independen).
Penilaian eksternal dilakukan satu kali tiga tahun meliputi 166 butir kriteria merupakan bahan evaluasi, mulai dari kelengkapan perlindungan kesehatan dan peralatan kerja yang dipergunakan karyawan. Berdasarkan hasil audit dalam kurun waktu 3 tahun, kebun Bah Birung Ulu dinyatakan berhak menerima bendera emas bidang SMK3 tahun 2007. Acara dilakukan 6 February 2007 di istana negara dan syukuran 9 Maret 2007 di Bah Birung Ulu.
Berdasarkan interval capaian nilai 85-100 maka perusahaan bersangkutan dinyatakan memperoleh penghargaan bendera emas, 60-84 perusahaan dinyatakan berhak menerima penghargaan bendera perak dan di bawah 60 perusahaan dalam posisi pembinaan.
Bendera emas terbuat dari bahan kain berwarna putih, tengah-tengahnya dibubuhkan 7 bulatan ber-warna sesuai dengan benda emas atau perak . Namun, mahalnya nilai seperangkat bendera emas penghargaan itu tidak dihitung dari nilai nominalnya tetapi justru menjadi pengakuan bagi salah satu perusahaan layak tidaknya beroperasi.
Sementara, salah satu perusahaan yang dinyatakan pembinaan atau memperoleh nilai lebih kecil dari 60 selama 3 kali berturut-turut atau selama 9 tahun maka izin perusahaan terancam dicabut atau ditutup.
Disadari, setiap kecelakaan kerja akan berdampak negatif yang merugikan serta menjadi beban keuangan perusahaan. Untuk mencegah terjadinya kecelakan kerja, pimpinan kebun Bah Birung Ulu menetapkan susunan struktur organisasi P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Setiap hari bertugas melakukan audit dan investigasi internal yang hasilnya dilaporkan kepada tim auditor eksternal.
Struktur organisasi P2K3 kebun Bah Birung Ulu terdiri dari Ketua Ir May Machmud, Ketua I Afrizal SE membidangi dokumen control, regu medis dan regu logistik komunikasi. Ketua II Ir Darwin Peranginrangin membidangi tanggap darurat sampai kejadian di afdeling. Ketua III Legimin membidangi Inspeksi dan investigasi sampai ke afdeling.
Sekretaris bertugas menangani menejemen resiko berkoordinasi dengan tim dokumen control. Sekretaris II Suyani membawahi tim internal audit dan fire chife Kapten Inf S Siahaan mengawasi tim pemadam inti. Seluruh kelompok kerja harus berkoordinasi dengan regu medis, logistik dan komunikasi, evakuasi, resque, pemadam dan keamanan.
Mengingat program kerja harus dilaksanakan dan diselesaikan setiap hari sesuai dengan jadwal yang sudah disusun sebelumnya dan masalah kecelakaan kerja dimungkinkan terjadi karena kelalaian karyawan maka setiap personil P2K3 diinstruksikan secara rutin turun ke lapangan melakukan pembinaan setiap hari kerja.
Sebelumnya, luas tanaman teh hanya 1.532 Ha kemudian luas areal kebun sawit Bah Birung Ulu menjadi 2.194 Ha terdiri dari empat afdeling di antaranya 443 Ha tanaman menghasilkan ditarik dari areal kebun Marihat dan selebihnya pertambahan itu ditarik dari areal perkebunan Bah Butong.
Pengelolaan unit kebun setiap harinya ditangani 972 karyawan pelaksana bersama unsur pimpinan 7 orang, 1 orang honor dan 1 orang papam. Selama tiga tahun berturut-turut hingga tahun 2006 peristiwa kecelakaan kerja tidak ada atau nol (zero accident).
Kebun Bah Birung Ulu berada sekitar 18 Km disebelah Barat Daya Kota Pematangsiantar. Sepanjang jalan kebun di kawasan emplasemen dibenahi dan ditanami berbagai jenis bunga sehingga menarik perhatian bagi setiap orang yang melintas. Pemandangan lepas dan lingkungan yang bersih itu pantas dijadikan kawasan agro wisata.
Sesuai dengan tri partit perkebunan sebagai penyedia lapangan pekerjaan, agen pembangunan dan pemasukan keuangan negara maka selain mengurusi kegiatan intern, perusahaan juga memperhatikan kepentingan masyarakat di sekitar kebun melalui kegiatan Commity Depelomment (CD), perusahaan pada tahun 2007 membantu pembangunan pengadaan air bersih sepanjang 18 Km bagi kepentingan warga desa Bahal Gajah Kecamatan Sidamanik.
Untuk memelihara keakraban dan sinergisme antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar kebun senantiasa terjalin baik, selain kegiatan CD perusahaan diharapkan tidak pernah merusak lingkungan. Tetapi justru berupaya membangun kawasan konservasi berfungsi menetralisir kondisi air bawah tanah maupun pada aliran sungai. Hal ini sesuai dengan topografi areal perkebunan dan letaknya berada pada bagian hulu beberapa sungai di Kabupaten Simalungun.
Mensukseskan program rehabilitasi hutan di dalamnya termasuk menanami kembali lahan kritis sebagai kawasan konservasi, Pemerintah diharapkan dapat mengimbau seluruh perusahaan perkebunan baik PTPN/Swasta agar peduli dan berkemauan mengalokasikan biaya penanam dan pemeliharaan pohon pada lahan kritis. Tehnis pengelolaan dapat bekerjasama dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Kehutanan setempat. Mudah-mudahan sukses! (x)




Komentar