unita
Print This Post Print This Post

Kuwait Siap Investasi Rp 4.224 Triliun ke Indonesia

Posted in Berita Utama by Redaksi on Mei 31st, 2007

Jakarta (SIB)
Kuwait akan menanamkan investasinya di Indonesia senilai US$ 480 miliar atau sekitar Rp 4.224 triliunselama kurun waktu 10 tahun. Investasi tersebut akan dilakukan di semua bidang, terutama investasi di pembangunan proyek-proyek infrastruktur.
Demikian disampaikan Mensesneg Hatta Rajasa, usai mendampingi Wapres Jusuf Kalla bertemu Perdana Menteri Kuwait Syeikh Nasser Al Hamed Al Jaber Al Sabah, di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/5).
“Dalam 10 tahun Kuwait akan melakukan pembangunan senilai US$ 480 miliar. Mereka menawarkan kepada Indonesia untuk membangun beberapa proyek dalam mega proyek tersebut,” ujar Hatta.
Dikatakan Hatta, Kuwait tertarik untuk melakukan investasi di proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan, jembatan, serta jalur kereta.
Selain membicarakan investasi infrastruktur, Kuwait juga berminat berinvestasi di perbankan Indonesia.
Dengan masuknya Kuwait, tentunya saja menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan volume perdagangan.
Volume perdagangan dari Kuwait ke Indonesia rata-rata per tahun mencapai US$ 1,6 miliar. Sedangkan dari Indonesia ke Kuwait hanya kurang dari US$ 100 juta per tahun.
“Jadi dari volume perdagangan dengan Kuwait kita defisit. Ini tentu saja merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkannya,” ucap Hatta.
Kuwait Undang Investor RI Bangun Mega Proyek
Pemerintah Kuwait mengundang perusahaan-perusahaan Indonesia berpartisipasi dalam mega proyek pembangunan di negara tersebut. Baik yang bergerak di bidang konstruksi maupun jasa.
Tawaran tersebut disampaikan PM Kuwait, Sheikh Nasser Al Mohammad Al Ahmad Al Sabah, ketika bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pembicaraan bilateral dua Kepala Pemerintahan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/5).
“Akan dilakukan berbagai proyek pembangunan di Kuwait yang memerlukan kerjasama dengan negara-negara sahabat. Beliau menawarkan apabila perusahaan Indonesia ikut berpartisipasi. Kita sambut baik itu,” papar Presiden SBY.
Pada kesempatan tersebut, Presiden SBY balik mengundang kalangan investor dari Kuwait untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek di Tanah Air. Khususnya dalam proyek infrastruktur, energi maupun cabang usaha lainnya.
Sementara Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) M. Lutfi yang ditemui seusai acara kenegaraan, menjelaskan bahwa proyek kontruksi yang digelar besar-besaran pemerintah Kuwait membutuhkan dukungan bidang jasa. Windfall profit atas penjualan minyak pasca Perang Teluk memungkinkan pemerintah Kuwait meningkatkan kualitas hidup warga Kuwait.
“Dengan mega proyek itu mereka butuh banyak dokter, perawat, insinyur. Diharapkan Indonesia dapat berpartisipasi dalam program pembangunan tersebut,” ujar Lutfi.
RI Genjot Ekspor ke Kuwait
Indonesia sudah saatnya menggenjot ekspor ke Kuwait karena selama ini nilai ekspornya baru US$ 100 juta dibanding impor minyak yang US$ 1,6 miliar.
Diakui kerjasama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dengan Kuwait memang meningkat nilainya dari tahun ke tahun. Tapi itu lebih didominasi import dibanding ekspor.
“Kita mencatat pertumbuhan di atas 17 persen. Meski dari US$ 1,6 miliar, terbesar justru impor berupa minyak yang memang diperlukan Indonesia dan hanya sekitar US$ 100 juta ekspor kita ke Kuwait,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal tersebut ia sampaikan kepada wartawan seusai menerima kunjungan kenegaraan PM Kuwait, Sheikh Nasser Al Mohammad Al Ahmad Al Sabah, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/5).
Karena itu Presiden SBY dalam pembicaraan bilateral dengan PM Kuwait, meminta agar lebih banyak lagi produk Indonesia dapat dipasarkan di Kuwait. Di samping tentunya meningkatkan komoditas ekspor yang selama ini telah menembus pasar Kuwait.
“Dalam pertemuan saya ingin lebih banyak lagi produk kita yang dipasarkan ke Kuwait. Selama ini kita pasarkan garmen, tekstil, manufaktur, plywood, keramik, dan kertas. Kami berharap di masa depan lebih banyak lagi yang dipasarkan, termasuk handicraft,” ujar SBY. (detikcom/q)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.