PPP Ancam Tarik Dukungan Jika Menterinya Dicopot , SBY Siap Reshuffle 2 Menteri PKS
Jakarta (SIB)
Belum ada informasi resmi yang diterima DPP PPP tentang nasib 3 menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu. Namun jika ada menteri PPP yang direshuffle, partai berlambang Kabah ini tidak segan-segan menarik dukungan terhadap SBY-JK.
“Jika pada akhirnya Presiden tetap melakukan reshuffle terhadap sebagian atau seluruh kader PPP di kabinet, ini akan menjadi catatan. Kami akan mengevaluasi dukungan atau tegasnya menarik dukungan terhadap kepemimpinan SBY-JK di masa mendatang,” kata Wakil Sekjen Bidang Organisasi, Kadernisasi dan Keanggotaan PPP Mohammad Romahurmuziy.
Hal ini disampaikan Romahurmuziy dalam jumpa pers di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5/2007).
Dikatakan dia, DPP PPP secara berkala terus memonitoring dan mengevaluasi kinerja kadernya yang menjadi pembantu SBY yakni Menneg Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Suryadharma Ali, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dan Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Syaifullah Yusuf.
“Evaluasi PPP baik dan memuaskan. Kami tidak ingin ada satu orang pun dari kader PPP yang diganti,” ujarnya.
SBY Siap Reshuffle 2 Menteri PKS
Isu reshuffle yang akan diumumkan Senin oleh Presiden SBY semakin liar saja. Kali ini 2 kader PKS di Kabinet Indonesia Bersatu disebut-sebut hampir pasti tergusur dalam reshuffle jilid II.
Sumber detikcom di lingkungan Istana Kepresidenan mengungkapkan 2 menteri asal PKS yakni Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Menteri Negara Perumahan Rakyat M Yusuf Asy’ari dipastikan akan diganti. Namun Presiden SBY belum mengkonsultasikan hal ini dengan pimpinan PKS.
“Kinerja kedua menteri tersebut dinilai tidak maksimal. Presiden menginginkan pengganti yang lebih muda dengan kualifikasi doktor,” tutur sumber tersebut dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (5/5/2007).
Namun, masih menurut sumber tersebut, SBY tidak berani mengganti Anton dan Yusuf dengan kader dari partai lain. “Sepertinya Presiden tetap akan mencari kader dari PKS juga sebagai penggantinya.”
Memang jauh sebelum kepastian reshuffle akan diumumkan awal Mei ini, nama Anton Apriantono dan M Yusuf Asy’ari santer disebut sebagai menteri yang akan diganti. Namun seiring perjalanan waktu dan tentunya didukung posisi tawar PKS yang kuat, nama keduanya tenggelam. Isu menteri yang akan di-reshuffle bergeser kepada menteri-menteri yang sakit dan berkinerja buruk.
Jika mengacu pada kriteria yang diinginkan SBY, ada dua nama kader PKS yang sangat pas. Pertama adalah Wakil Ketua FPKS DPR Zulkieflimansyah dan yang kedua adalah Ketua Komisi X Irwan Prayitno.
Selain keduanya masih muda, Zulkieflimansyah merupakan doktor lulusan Department of Economics University of Strathclyde, Glasgow, UK pada tahun 2001. Sedangkan Irwan merupakan doktor lulusan Universiti Putra Malaysia, PhD in Training Management, pada tahun 2000.
Sebelumnya, nama Irwan Prayitno pernah disebut-sebut akan dijadikan Menteri ESDM ketika SBY-JK akan menyusun kabinetnya di masa awal pemerintahan.
Tifatul Bantah 2 Menteri PKS Akan Dicopot SBY
Kabar bakal tergusurnya 2 menteri PKS dari jajaran anggota kabinet Indonesia bersatu ditolak mentah-mentah Presiden PKS Tifatul Sembiring.
Ketika dihubungi detikcom, pukul 08.00 WIB Sabtu (5/5/2007), Tifatul yang sedang melaksanakan ibadah umroh di Makkah, Arab Saudi mengaku belum mendengar informasi 2 kadernya akan direshuffle.
“Sampai kemarin, saya dapat konfirmasi dari Istana Presiden belum ada perubahan,” kata Tifatul.
Tapi bukankah isu yang berkembang menunjukkan terjadi perubahan cepat setiap saat soal komposisi menteri yang akan diganti? “Sebetulnya tidak dinamis banget. Berita di media saja yang provokatif,” tepis Tifatul.
Dia juga membantah jika hari ini (Sabtu-red) Presiden SBY akan mengundang pimpinan PKS ke Cikeas untuk berkonsultasi. “Saya belum dengar ada undangan itu. Saya di Makkah sejak 9 hari yang lalu,” ujar Tifatul.
Dalam pandangannya, reshuffle jilid II yang akan dilakukan SBY kali ini terlalu banyak direcoki oleh berbagai pihak. Terutama partai politik. Pertemuan yang digelar di Hotel Ritz Carlton dan di Sentul Bogor merupakan bentuk tekanan terhadap presiden.
“PKS tidak merasa perlu ikut kasak-kusuk soal reshuffle. Kalem saja. Bukan soal kita mendapat jaminan, tapi soal etika politik. Presiden evaluasi kenapa kita yang sibuk,” paparnya.
Tifatul menilai, SBY terbukti mampu bertahan dari serangan partai politik ketika membentuk Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R).
Mengenai isu SBY menginginkan kader muda PKS dengan kualifikasi doktor yang untuk mengganti Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Menteri Negara Perumahan Rakyat M Yusuf Asy’ari, kembali tifatul membantahnya.
“Memang performa 2 menteri PKS itu ada plus minusnya. Tapi yang mengarahkan mereka kan presiden. PKS memang melakukan evaluasi internal tapi hal itu langsung diserahkan ke Presiden dan bukan menjadi konsumsi publik,” tutup Tifatul.
PKS Tidak Ancam Tarik Dukungan
2 Menteri PKS konon akan masuk kotak reshuffle kabinet jilid II. Meski begitu, PKS tidak akan menarik dukungannya terhadap pemerintahan SBY-JK.
“Jadi tidak ada itu ancaman tarik dukungan,” kata Presiden PKS Tifatul Sembiring kepada detikcom Sabtu (5/5/2007).
Tifatul mengatakan, PKS juga sudah diajak Presiden SBY mengenai rencana reshuffle yang akan diumumkan SBY dalam waktu sangat dekat itu.
Berdasarkan perbincangan itu, lanjut Tifatul, 2 menteri PKS tetap akan menempati posnya terdahulu.
“Jadi tidak benar PKS tidak diajak bicara, SBY sudah bicara dengan kami dan mengatakan bahwa menteri-menteri dari PKS tetap pada posisi semula. Kita masih pegang komitmen itu,” tegas Tifatul.
Pernyataan Tifatul meluruskan pernyataan Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah sebelumnya. Fahri pada Jumat kemarin mengatakan PKS belum diajak SBY berbincang mengenai rencana reshuffle. Fahri juga mengatakan, bukan tidak mungkin PKS akan berpikir ulang tentang dukungannya terhadap SBY jika reshuffle jilid II hanya banyak mengakomodir kepentingan Partai Golkar.
Calon Menteri Baru Dipanggil ke Cikeas
Misteri calon menteri baru sedikit demi sedikit mulai terkuak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memanggil sejumlah calon Menteri, Sabtu (5/4/2007).
Andi menambahkan, tak cuma para calon menteri baru, SBY juga akan memanggil beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang akan ditugaskan di pos lain. Namun pria berkumis tebal ini enggan memberi bocoran siapa menteri-menteri yang akan singgah di rumah pribadi SBY tersebut.
“Ada beberapa menteri yang akan ditugaskan di pos lain di kabinet,” katanya singkat.
Lalu bagaimana dengan menteri yang akan dicopot? “Nampaknya sudah diberitahu dan tidak dipanggil ke Cikeas,” ujar Andi menutup pembicaraan.
JAKSA AGUNG
Entah mengiyakan atau tidak, kepala Hendarman Supandji mengangguk-angguk saat ditanya apakah dirinya ditunjuk Presiden SBY sebagai Jaksa Agung.
“Pak jadi jaksa agung, apa jadi Menkum HAM?” cecar wartawan.
Namun Hendarman tidak menjawab dan hanya mengangguk-anggukan kepala mendengar serbuan pertanyaan wartawan saat jumpa pers usai bertemu Presiden SBY di Kompleks Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/5/2007). Hendarman keluar dari kediaman SBY sekitar pukul 12.00 WIB.
“Wah itu berat menjawabnya, tunggu saja Hari Senin. Tadi Presiden meminta saya agar membantu dalam bidang penegakan hukum,” ujar mantan Ketua Timtas Tipikor ini.
Dikatakan dia, Presiden SBY memberikan evaluasi kinerja Hendarman selama menduduki jabatan sebagai Plt Jampidsus dan Kepala Timtas Tipikor.
“Presiden berpesan agar terus melanjutkan pemberantasan korupsi, menyusun tuntutan dan penindakan secara tepat jangan sampai menimbulkan masalah lain,” kata Hendarman yang mengenakan batik warna merah ini.
Hendarman digosipkan bakal menggantikan posisi Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Jabatan Hendarman sebagai Ketua Timtas Tipikor pun telah habis pada 2 Mei 2007.
Andi Mattalata ‘Isyaratkan’ Gantikan Hamid Awaludin
Hukum dan HAM. Dua masalah itu menjadi topik pembicaraan hangat antara Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Andi Mattalata dengan Presiden SBY. Mattalata pun siap menjadi pembantu presiden.
Mattalata disebut-sebut akan menggantikan Hamid Awaludin sebagai Menteri Hukum dan HAM.
“Tadi kami berdiskusi mengenai masalah karakter kepemimpinan dan penegakan hukum. Meski tidak menyinggung masalah HAM, tetapi kalau kita bicara mengenai hukum tentu tidak jauh-jauh dari persoalan HAM,” kata Mattalata.
Hal ini disampaikan Mattalata usai bertemu dengan Presiden SBY di di Kompleks Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/5/2007).
Pria yang mengenakan batik warna keemasan ini mengaku siap menerima tugas dari Presiden SBY.
“Ini suatu kehormatan, dan demi kepentingan rakyat, tentu saya akan menerima tugas sebagai pembantu presiden,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Mattalata membantah pemanggilan dirinya oleh Presiden SBY sebatas untuk mengakomodir desakan Partai Golkar maupun sengaja diajukan partai berlambang beringin itu menjadi kandidat menteri.
“Rasanya Golkar tidak pernah mengaju-ngajukan deh,” kata Mattalata.
Mattalata lantas bergegas meninggalkan kerumunan wartawan dan langsung naik ke mobilnya Toyota Alphard warna silver.
Nggak Kaget
Dalam kesempatan terpisah, Mattalata mengaku tidak kaget namanya masuk menjadi calon menteri baru SBY.
“Sejak tahun 2002 sudah masuk bursa calon menteri. Saya kan dari dulu cuma calon saja, jadi saya nggak kaget,” kata Mattalata di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat kemarin.
Siap menggantikan Hamid? “Ah bisa-bisa saja. Ya itu terserah presiden,” sahutnya.
Sofyan Djalil Dapat Pos Baru, Tetapi Dirahasiakan
Kinerja Menkominfo Sofyan Djalil selama 2 tahun memuaskan Presiden SBY. Sofyan pun akan ditempatkan ke pos baru. Namun pos baru Sofyan masih dirahasiakan.
“Presiden juga meminta kesiapan saya untuk ditempatkan di pos baru. Bagi saya bisa berbuat baik dan memiliki nilai tambah saya akan laksanakan sebaik-baiknya,” kata Sofyan.
Hal ini disampaikan Sofyan dalam jumpa pers usai bertemu Presiden SBY di Kompleks Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/5/2007).
Sofyan yang didampingi Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng keluar dari kediaman SBY pukul 11.10 WIB. Wajahnya terlihat santai menjawab setiap pertanyaan yang diajukan wartawan.
Namun pria berkumis yang mengenakan batik lengan panjang warna coklat ini mengaku belum tahu pos baru yang akan dipimpinnya dan kapan akan dipindahkan.
“Itu masih hak prerogatif presiden,” ujarnya.
Sofyan mengatakan, Presiden SBY cukup puas dengan pekerjaan saya di departemen selama 2 tahun. “Alhamdulillah Presiden menilai kinerja saya baik,” kata Sofyan.
Menurut dia, Presiden SBY menilai manajemen frekuensi lebih transparan, industri merasa hubungan dengan departemen lebih transparan, regulasi yang dikeluarkan lebih jelas, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) selama 2 tahun naik sekitar 4 kali lipat.
Selain pos baru, lanjut dia, Presiden SBY juga bertanya seputar Aceh, keluarga dan masalah ringan lainnya.
HATTA BATAL DICOPOT?
Menjelang reshuffle kabinet, penempatan pos baru menteri sudah semakin jelas. Beberapa calon menteri sudah dipanggil SBY, beberapa lagi masih akan menyusul. Siapa saja?
Informasi yang diperoleh detikcom, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa batal dicopot. Hatta tetap akan memimpin Dephub hingga 2,5 tahun mendatang.
Sebelumnya sudah santer diberitakan, Hatta akan dicopot atau akan diberi pos baru, dan disebut-sebut Kapolri Jenderal Sutanto akan menggantikan Hatta menduduki pos baru sebagai Menteri Perhubungan. Sedangkan, menurut berita pers Jakarta tersebut, Kapolri akan dijabat mantan Kapoldasu Konjen Pol Hendarso Danuri yang saat ini menjabat Kabareskrim. Tapi semua ini hanya isu yang belum terkonfirmasi.
Sementara sejumlah menteri di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) akan dipindahposisikan. Mereka antara lain Menkominfo Sofyan Djalil akan menduduki posisi Menneg BUMN menggantikan Sugiharto. Bahkan kabarnya, Sofyan Djalil sudah berpamitan kepada para stafnya pada Kamis 3 Mei 2007.
Pos Menkominfo yang kosong akan diisi oleh Koesmayanto Kadiman yang saat ini menjabat sebagai Menneg Ristek. Untuk posisi Menneg Ristek, calon terkuatnya muncul nama Said Djauharsyah Jenie. Dia saat ini menjabat Ketua Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT).
“Kemungkinan Said juga akan dipanggil Presiden SBY ke Cikeas hari ini,” kata sumber detikcom tersebut, Sabtu (5/5/2007).
BURHANUDDIN NAPITUPULU
Pos-pos menteri yang akan diduduki nama baru adalah Menteri Pekerjaan Umum. Djoko Kirmanto akan diberhentikan dan diganti oleh kader Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu. Besar kemungkinan Burhanuddin juga akan dipanggil ke Cikeas hari ini.
Posisi Jaksa Agung akan berpindah tangan dari Abdul Rahman Saleh kepada Plt Jampidsus Hendarman Supandji. Nasib Abdul Rahman selanjutnya sampai saat ini belum jelas. Sedangkan posisi Menkum HAM akan diisi Andi Mattalata menggantikan Hamid Awaludin.
“Menneg PDT Saifullah Yusuf akan diberhentikan dan akan diganti oleh Mardiyanto yang kini menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah,” imbuh sumber tersebut.
Sebelumnya Mardiyanto disebut-sebut sebagai calon kuat Mendagri menggantikan M Ma’ruf yang saat ini sakit. Namun belakangan keputusan tersebut berubah. Nama Gubernur Gorontalo Fadhel Muhammad naik ke permukaan sebagai pengganti Ma’ruf.
Pemanggilan Calon Menteri Dilanjutkan HARI INI
Setelah di-break beberapa jam, Presiden SBY ternyata akan melanjutkan pemanggilan calon menteri dan menteri yang diganti posnya pada Minggu 6 Mei 2007.
“Pemanggilan calon menteri untuk hari ini berakhir. Mungkin besok kita mulai lagi,” kata Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan DJ Nachrowi di Kompleks Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/5/2007).
SBY menghentikan pemanggilan setelah menerima Menkominfo Sofyan Djalil, Plt Jampidsus Hendarman Supandji, dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Andi Mattalata.
Untuk memastikan kebenarannya, informasi itu kemudian di-crosscheck lagi ke petugas protokol kepresidenan.
“Untuk sore dan malam hari nanti tidak ada lagi pemanggilan calon menteri. Pemanggilan calon menteri pada Minggu dimulai siang hari karena pagi SBY akan berolahraga terlebih dahulu,” ujar seorang petugas protokoler kepresidenan.
Namun para wartawan tidak langsung meninggalkan kediaman SBY. Mereka memilih bertahan sebab belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.
Kursi dan meja yang semula digunakan 3 tamu SBY mulai ditata lagi setelah sebelumnya sempat dipindahkan karena turun hujan rintik-rintik. (detikcom/e)




Komentar