usxii
Print This Post Print This Post

Paskah Raya HKBP Jambi 2007

Posted in Pembaca Menulis by saragihrades on Mei 2nd, 2007

Jambi, 22 April 2007Kepada Yth. Red. Harian SIB di MedanPeng. : R Saragih Manihuruk (RSM), Jambi (0741-444779)E-Mail : Saragihrades@yahoo.com—————————————————– Dengan Hormat, Horas….3 X. Bersama ini, kami mengirimkan sebuah tulisan mengenai HKBP Jambi untuk Rubrik Agama Kristen. Mudah-mudahan layak dimuat untuk memuaskan hati Pembaca SIB. Tulisan ini kami kirimkan juga melalui Pos bersama beberapa buah foto. Terima kasih banyak.

Paskah Raya HKBP JambiMenjalin Kasih yang Mendunia Menyongsong Jubileum 150 Tahun HKBPKomersialisme dan individualisme yang semakin banyak mewarnai pola hidup di era globalisasi ini cenderung mengakibatkan pudarnya kepedulian sosial di kalangan masyarakat kita. Pudarnya rasa kepedulian tersebut juga merebak di kalangan umat Kristen yang sebenarnya menjadi ladang persemaian kasih. Pudarnya rasa kasih di tengah kehidupan masyarakat kita ini berpotensi menimbulkan berbagai gejolak sosial. Misalnya persaingan tidak sehat untuk mencapai tujuan hidup di tengah masyarakat. Persaingan tidak sehat yang didasari sikap materialis dan individualis tersebut bias menimbulkan konflik horizontal. Konflik horizontal di tengah masyarakat ini pada suatu saat akan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Gereja memiliki posisi sentral mencegah pudarnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dasar hidup penuh kasih di tengah kehidupan gerejawi menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Besarnya peran gereja membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat tersebut membangkitkan kesadaran dan semangat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP Distri XXV Jambi membangun jalinan kasih di tengah masyarakat.Aksi kepedulian sosial itu diwujudkan melalui berbagai kegiatan-kegiatan social dan gerejawi menyongsong Jubileum 150 HKBP. Salah satu kegiatan tersebut ialah Perayaan Paskah Raya yang digelar di Gereja HKBP Resort Jambi Minggu, 22 April 2007. Perayaan Paskah Raya tersebut penuh nuansa kasih karena perayaan itu dikhususkan memberikan perhatian kepada Ina Na Mabalu (para janda) HKBP Jambi. Selain itu Paskah Raya itu juga dikaitkan dengan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2007. Pada perayaan yang dihadiri sekitar 5.000 orang warga jemaat HKBP Distrik XXV Jambi itu, kaum Ina Na Mabalu HKBP Jambi mendapat perhatian khusus. Mereka pun ditempatkan pada tempat khusus pada deretan tempat duduk terdepan dalam perayaan itu. Nuansa kasih dan rasa peduli sosial juga tergambar dari perayaan Paskah tersebut tatkala Ephorus HKBP Pdt Dr B Napitupulu bernyanyi bersama dengan Gubernur Jambi, Drs H Zulkifli Nurdin membawakan lagu Batak “Situmorang”. Kemudian nuansa kasih lebih kental lagi terasa pada Paskah tersebut tatkala Victor Hutabarat bersama Rita Butar-butar melantunkan lagu “Holong” karya cipta Ir Benhard Panjaitan MM yang sudah dirilis ke pasaran baru-baru ini. Benhard Panjaitan yang kini menjadi Ketua Panitia Pra-Jubileum 150 Tahun HKBP untuk tingkat HKBP Distrik XXV Jambi pada kesempatan itu mengatakan, menjelang Jubileum 150 Tahun HKBP, pihaknya akan terus melakukan berbagai kegiatan sosial dan gerejawi. Salah satu sasaran yang hendak dicapai melalui kegiatan tersebut, yakni meningkatnya rasa kepedulian sosial atau kasih di tengah masyarakat. Khusus bagi warga HKBP di Jambi, kegiatan-kegiatan yang digagas Panitia Pra-Jubileum 150 Tahun HKBP ini mampu menggugah rasa peduli terhadap sesama warga HKBP. “Salah satu yang menjadi sasaran aksi-aksi peduli kasih kita ialah para pensiunan pendeta serta pelayan di HKBP yang telah banyak mengorbankan hidup, tenaga dan pikiran mereka untuk pengembangan pelayanan rohani, kesehatan dan pendidikan di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Batak,”katanya.

Kasih yang Mendunia Sementara itu, Ephorus HKBP, Pdt Dr B Napitupulu pada Perayaan Paskah Raya HKBP Jambi itu mengatakan, HKBP akan terus menggugah kesadaran masyarakat untuk saling mengasihi, saling peduli dan saling membantu. Aksi kasih tersebut tidak hanya di kalangan jemaat HKBP, tetapi juga di tengah masyarakat
Indonesia dan masyarakat dunia.
HKBP memiliki potensi besar memasyarakatkan kasih, rasa peduli sosial, persatuan bangsa dan peningkatan solidaritas manusia karena Gereja HKBP semakin mendunia. Jemaatnya terus menyebar dan berkembang ke seluruh persada nusantara dan dunia. Menurut Ephorus HKBP, jumlah jemaat HKBP di seluruh dunia saat ini mencapai 4 juta jiwa. Jemaat HKBP tersebut tersebar di 3.657 jemaat lokal (Sumatra Utara dan
Indonesia) dan delapan jemaat internasional. Jemaat dan Gereja HKBP di luar negeri terdapat
di Kualalumpur, Malaysia, dua gereja, di Singapura dua jemaat. Kemudian di Amerika Serikat (AS), HKBP memiliki jemaat dan gereja
lima. Jemaat HKBP tersebut terdapat di
Kota New York satu jemaat,
California satu jemaat, Denver Kolorado satu jemaat dan satu jemaat persiapan di Philadelpia.
Jemaat HKBP yang dibagi menjadi 26 distrik (wilayah pelayanan) tersebut dilayani 1.200 orang pendeta, 400 orang guru jemaat dan 250 orang diakonis. Seluruh warga jemaat HKBP di Tanah Air dan luar negeri itu mempunyai potensi menggagas, menyuarakan dan melaksanakan kasih agar menyebar di tengah masyarakat dunia. Hal itu dapat dilakukan melalui kegiatan secara berjemaat, kelompok dan pribadi sesuai dengan potensi masing-masing. Ephorus HKBP mengatakan, HKBP juga kini berupaya meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui seluruh kegiatan HKBP. Untuk itu HKBP telak mencanangkan Tahun 2007 menjadi Tahun Koinonia (Persekutuan) HKBP. Melalui tahun Koinonia ini, segenap jemaat HKBP di seluruh Tanah Air dan dunia semakin meningkatkan persekutuan, persatuan dan kebersamaan. Melalui tahun Koinonia tersebut juga HKBP berupaya memberikan kontribusi untuk merajut kembali rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang semakin memudar di era reformasi dan Otonomi Daerah ini. Peningkatan rasa kebangsaan (national building) ini sangat penting agar roh pengelompokan etnis dan agama yang mulai merajalela di tengah iklim reformasi dan otonomi daerah ini bias dihalau. “Bangsa
Indonesia hanya bisa dibangun menjadi bangsa yang makmur, sesuai cita-cita perjuangan bangsa oleh putra-putri Bangsa
Indonesia. Bangsa kita ini tidak bisa dibangun orang-orang yang hanya mengandalkan fanatisme kedaerahan. Karena itu seluruh elemen bangsa, termasuk HKBP harus mampu membangun rasa kebangsaan dan kepedulian sosial melalui secara bersama-sama,”katanya. (RSM).

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.